Tampilkan postingan dengan label Ramen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 September 2010

Kuliner Andalan Keluarga

Samudra sudah punya nama beken, khususnya untuk dim sum di akhir pekan. Popularitas Samudra membuatnya harus buka cabang di beberapa lokasi. Sekarang ada satu di Jakarta Pusat, dan dua di Jakarta Barat. Semula bahkan pernah mempunyai cabang di Kuningan Plaza, tetapi sudah lama tutup. Tempatnya sekarang dipakai oleh Decanter Wine House. Dari ketiga gerai, yang terbesar dan terlengkap (full fledged restaurant dan dim sum) adalah yang di BRI II Center Park. Dua lainnya lebih fokus pada sajian suki atau steamboat.



Dim sum di Samudra memang dapat diandalkan. Harganya relatif terjangkau (Rp 13-21 ribu), dan rasa maupun mutunya boleh diacungi jempol. Pada saat-saat ramai – sarapan di akhir pekan dan saat-saat makan siang – kereta-kereta berisi kukusan dim sum hilir-mudik menghampiri meja-meja tamu. Begitu juga kereta yang berisi dim sum goreng dan panggang. What you see what you get! Tinggal pilih mana yang cocok, dan pindahlah porsi-porsi itu ke meja. Pada jam-jam sepi, dim sum dapat dipesan dari kartu menu.

Selain dim sum, Samudra juga menawarkan berbagai masakan Tionghoa, khususnya olahan seafood. Salah satu yang populer adalah kerapu macan kukus (Rp 48 ribu per 100 gram). Mak nyuss!

Masakan kepiting yang populer di sini adalah kepiting a la Singapura (mirip saus padang, rasa asam pedas, Rp 12.600 per 100 gram). Sedangkan masakan udang yang banyak dipesan adalah udang mabuk bakar (porsi kecil Rp 124 ribu). Terus terang, saya tidak pernah tega memesan hidangan yang satu ini.

Untuk menarik tamu datang makan malam – mengingat restoran ini lebih ramai pada saat makan siang karena adanya gedung tinggi perkantoran di dekatnya – pada malam hari diselenggarakan buffet dinner dengan harga Rp 115.000 per orang (tidak termasuk minum). Ini hanya ada di flagship Samudra yang berlokasi di BRI II. Sebetulnya, istilah buffet dinner di sini kurang tepat karena 80 item makanannya harus dipesan (antara lain: sop jagung, udang mayones, kepiting Singapura, sapi lada hitam, dan lain-lain). Lebih tepatnya disebut all you can eat.

Yang sungguh saya sayangkan di restoran ini adalah bahwa di daftar menunya masih tercantum kerapu tikus (dijual hidup) di daftar menunya. Padahal, restoran sebesar Samudra mestinya tahu bahwa jenis ikan ini sudah dilindungi karena sudah mencapai tingkat kelangkaan.


Samudra Seafood Restaurant
BRI II Center Park, lantai 8
Jl. Jen. Sudirman kav. 44-46

Mal Taman Anggrek, lantai 3

Mal Puri Indah, lantai 2

Sumber : detikfood
Lihat juga :
Sushi
Ramen

Jumat, 03 September 2010

Kuah Ramen Yang Semburat kemerahan

Ramen racikan resto yang satu ini bisa bikin ketagihan. Kuahnya merah garang ditaburi irisan cabai rawit merah yang membuat lidah terbakar pedas. Minya kecil lembut serasi dengan irisan daging sapi yang empuk. Slruuup.. kuah hangat mengepulnya dijamin menyetrum lidah!

Seperti namanya Rakumen, salah satu restoran terbaru yang menghuni mal Senayan City ini memang menyajikan menu serba mi. Salah satu andalannya adalah mi ramen dengan citarasa pedas. Kekhasan jenis mi lain juga menjadi andalannya seperti kishimen, soba, dan udon. Semuanya disajikan dalam beragam pilihan topping.

Restoran ini ditata minimalis dengan balutan meja dan kursi kayu. Di bagian depan ada tulisan 'No Pork' & 'No Lard' yang artinya ramen yang ditawarkan di sini adalah versi halal yang tidak memakai daging atau lemak babi. Sedangkan untuk hidangan berkuah ditawarkan dalam berbagai variasi rasa seperti shoyu, miso, chige, ramen, tomato, dan curry.

Kalau tidak suka mi ada sajian don yaitu nasi dengan topping lauk seperti tempura, yakiniku, atau bimbimba. Karena sudah tergoda dengan ramen, maka saya pun memesan Beef Ramen dan Ishiyaki Miso Nikomi Kishimen untuk teman saya. Segelas ocha dingin yang bisa di-refill pun jadi pendamping yang pas.

Beef Ramen disajikan dalam sebuah mangkok yang benar-benar besar. Buat saya jelas porsi tersebut cukup besar ditambah topping seperti daging sukiyaki, irisan telur, dan sembulan irisan cabai rawit merah. Yang saya suka topping wakame-nya lumayan royal. Dari tampilannya saja ramen ini sudah membuat saya hampir meneteskan air liur.

Kuahnya yang semburat kemerahan masih mengepul panas saat dihirup slurpp... hmm pedasnya cukup nendang di lidah saya yang terbiasa dengan hidangan pedas ini. Minya seperti lidi, halus, berwarna putih kekuningan sangat lentur dan tidak terasa over cooked saat disuapkan ke dalam mulut. Rasa pedas yang mengigit pun berhasil dipadamkan dengan segelas ocha dingin. Paduan tekstur renyah wakame, gurihnya daging sukiyaki dan lembutnya mi membuat sajian mi inipun licin tandas! Huah..huah.. benar-benar bikin keringat berlelehan dan suegarrr!

Berbeda dengan ramen, kishimen disajikan dalam mangkuk batu yang panas mengepul. Kuahnya benar-benar masih bergolak mendidih. Isinya lumayan komplet mulai dari irisan sawi putih, jamur enoki, irisan kamaboko, dan sepotong tempura goreng diatasnya plus telur ayam yang masih mentah. Kuahnya berwarna kecoklatan keruh, sedikit kental dengan rasa gurih enak yang berasal dari miso dan telur yang sudah mengental matang. Menurut saya sih mi kishimen ini mirip dengan kwetiaw, namun minya berukuran lebih lebar dengan tekstur yang lembut kenyal.

Ternyata, sajian komplet ramen dan kishimen benar-benar mengenyangkan dan mantap. Untung saja kami tak memesan tempura atau salad sebagai pelengkap. Karena porsinya benar-benar membuat kenyang dan keringat bercucuran. Panas, pedas dan segar!

Rakumen
Jl. Asia Afrika Lot.19 LG Floor L-76
Senayan City Mall
Jakarta Pusat
Jam Buka: 10.00 - 22.00
Harga Mi: Rp 40.000,00 - Rp 80.000,00

Sumber : detikfood.com

Lihat juga :
Sushi
Dim Sum

Sushi adalah salah satu makanan khas Negeri Sakura

SUSHI adalah salah satu makanan khas Negeri Sakura. Makanan asal Jepang ini sudah tenar dan banyak digemari di Indonesia, terutama anak muda.

Makanan ini merupakan menu khas Jepang yang terdiri atas nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.

Nama sushi berasal dari kata sifat untuk rasa asam yang ditulis dengan huruf Jepang (kanji). Dalam hal ini, nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

Umumnya, sushi digolongkan berdasarkan bentuk nasi, antara lain nigirizushi, makizushi oshizushi, chirashizushi, inarizushi, dan narezushi. Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah di Jepang. Dan awalnya, rakyat biasa hanya menikmati sushi untuk merayakan acara-acara khusus, itu pun hanya sushi pesan-antar.

Konon katanya, di zaman itu sering digambarkan pekerja kantor yang pulang tengah malam ke rumah dalam keadaan mabuk membawa oleh-oleh sushi untuk menyogok istri yang menunggu di rumah agar tidak marah.

Beberapa istilah dalam masakan sushi Restoran sushi atau sushi bar di Jepang mempunyai istilah khusus yang memiliki arti lain dalam bahasa Jepang standar:

- Otesho (kecap asin) atau di daerah Kansai disebut tamari
- Kappa (mentimun)
- Gari (asinan jahe)
- Gyoku (tamagoyaki atau dashimaki)
- Kusa (nori)
- Shari (nasi untuk sushi)
- Tsume atau nitsume (saus kental rasa manis-asin yang dioleskan pada belut anago, kerang hamaguri atau neta sejenis yang rasanya agak hambar)
- Toro (bagian perut ikan tuna), dibagi-bagi lagi menurut jumlah lemak yang terkandung: ootoro dan chutoro
- Namida atau sabi (wasabi)
- Murasaki (kecap asin)(Koran SI/Koran SI/ftr)

Sumber :
okefood

Lihat Juga
Dim Sum
Ramen

Kamis, 02 September 2010

Wauu..Samurai Rasa Ramen, atau Ramen Rasa Samurai ya...?

Samurai Ramen
Pertigaan Jalan Kaliurang KM 9 – Merapi View
Tempat lain yang agak sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat adalah tempat ini. Tempatnya persis di traffic light yang padat dan celah parkir yang sempit. Penanda tempat: traffic light, samurai giant poster dan noren yang sudah kusam :P

Bergaya semi-open kitchen, kedai ini menawarkan menu: original ramen, seafood ramen, beef ramen, omerice (nasi goreng dalam telor dadar), hot plate yakiniku, donburi, tempura dll. Minuman: es teh, es jeruk, dan “minuman dalam negri” lainnya. Bonus berkunjung ke sini: bisa membaca majalah-majalah fashion jepang, gak penting kalau gak ngerti aksaranya yang penting gambarnya menarik!

Ramen di kedai ini disajikan dengan mangkuk tanah liat, unik. Tapi mengejutkan sekali tampilannya. Caisim dirajang halus, banyak tauge dan bawang goreng tabur. Ayam suwir, bukan ayam iris tipis. Mirip soto (mie) ayam tapi ada potongan bawang bombay. Telur yang digunakan bukan telur ayam, tapi cuma sebutir telur puyuh. Coba seruput kuahnya, kerasa sekali kaldu ayam. Gurih dan juga terasa hangat, sepertinya menggunakan rempah lain seperti jahe (mungkin lho). Ramen yang digunakan adalah ramen instan dengan waktu merebus yang pas, matang namun tidak terlalu lembek. Untuk original ramen seperti gambar di atas cukup merogoh kocek 9rb saja. [★★★★★]

Sumber : alle.wordpress.com

Lihat juga :
Sushi
Dim Sum

Cicipi Ramen Baru di Jakarta

Bagi penggemar makanan Jepang, menu ramen pasti bukan menu baru. Ramen disukai karena kuahnya yang kental dan gurih. Secara umum, kuah ramen terbagi menjadi 4 tipe dari kaldu yang digunakan, yakni Shio (bahan dasar garam), Tonkotsu (berbahan dasar tulang babi), Shoyu (berbahan dasar kecap Jepang), dan Miso (berbahan dasar kedelai). Mencoba menciptakan sesuatu yang baru, Tetsuya Kudo, chef sekaligus pemilik Marutama Ra-men, menciptakan ramen yang kuahnya terbuat dari kaldu ayam (Toripaitan).

Sejak tahun 2001, Tetsuya Kudo membuka Marutama Ra-men di Jepang, hingga kini, ia memiliki 4 cabang di Jepang, 4 lagi di Singapura, dan kini ia membuka gerai terbaru di Jakarta, tepatnya di lantai basement gedung Sentral Senayan I. Desain interiornya memang dibuat bergaya ala Jepang, meski masih kental pula kesan minimalisnya.

Mendekati tempat duduk Anda akan melihat selembar menu bertutup plastik yang tergeletak di tengah meja. Salah satu sisinya berbahasa Jepang, yang lainnya berbahasa Inggris. Tiga buah gambar menu ramen di bagian atas menjadi pilihan untuk Anda. Di bagian bawah, ada sekitar 8 side dish sebagai pilihan. Untuk pilihan ramen, Anda tinggal memilih rasa Marutama Ra-men/Karashi Ra-men (Rp 52.000), untuk topping ayam, Aka Ra-Men (Rp 65.000) untuk topping 7 tipe kacang giling, dan Tan Men (Rp 55.000) untuk topping sayuran.

Karena ingin fokus untuk penyajian ramen ini, menu yang dihantar tak terlalu beragam. Sedikit bocoran, khusus untuk Indonesia, ada rencana untuk mengembangkan menu yang topping-nya terbuat dari ebi (udang kecil). Selain itu, kaldu dari ayamnya ini sendiri pun perlu waktu yang tak sedikit, setidaknya butuh proses 5 jam per hari untuk membuat sup kaldu ayam ini.

Menurut Angelita S. Komala, Marketing & Promotion Manager, saat pembukaan Marutama Ra-men, hari "Penyajian ramen di sini menggunakan ramen yang dibuat sendiri, supnya terbuat dari kaldu ayam asli, sehingga rasa gurihnya asli, tidak menggunakan MSG sama sekali."

Dalam setiap mangkuk ramen yang ukurannya cukup besar, terdapat tamago (telur rebus setengah matang yang berbumbu). "Kudo-san ingin rasanya benar-benar otentik. Kalau makanan yang sudah disesuaikan dengan cita rasa khas negara lain kan, namanya fusion, tetapi kalau di sini, Kudo-san ingin memberikan cita rasa makanan masakan asli khas Jepang, meski bahan-bahannya tidak 100 persen impor."

Diklaim oleh pihak Marutama Ra-men, ramen yang terbuat dari kaldu ayam (Toripaitan) ini merupakan yang pertama di Indonesia. Memang, ketika Kompas Female mencicipi kuah Marutama Ra-men terasa gurih dan cukup kental. Bagi mereka yang suka rasa asin-gurih, bisa jadi suka dengan rasa ini. Namun, untuk yang tak biasa, bisa jadi agak sulit untuk menerimanya. Menurut beberapa rekan wartawan, ada yang mengatakan menyukai rasanya, tapi ada pula beberapa teman yang mengatakan rasa gurihnya terlalu kuat dan pekat, sehingga mereka tak sanggup menghabiskan mangkuk sajiannya.

Mie yang ada di dalamnya cenderung tak memiliki rasa, tetapi ditambah dengan suwir-suwir daging ayam empuk yang rasanya lebih asin dari kuahnya, membuat paduan cukup unik dan mengundang selera. Tamago, atau telur rebus yang bagian dalamnya setengah matang menimbulkan aroma yang cukup menyengat, bagi mereka yang tak suka baunya, mungkin bisa minta untuk memisahkan tambahan tersebut. Selain itu, potongan rumput lautnya juga memberi aroma yang cukup khas.

Harganya mungkin cenderung di atas rata-rata, namun dibarengi dengan porsi yang cukup besar, masih tergolong sepadan. Bisa jadi pula harga tersebut karena ditujukan untuk target pasar yang cenderung pebisnis, karena letaknya di perkantoran, dan pusat kota. Untuk informasi tambahan, di negeri asalnya, Jepang, penikmat ramen biasa menggunakan daging babi sebagai topping. Marutama Ra-men juga menyediakan topping ini, jika Anda ingin, silakan dipesan. Bagi Anda yang tak mengkonsumsi daging babi, jangan takut, "Di sini, wadah untuk daging dipisah, jadi tidak bercampur dengan topping yang lain," jelas Angel.

Dikatakan pula oleh Angel, sebagian besar pengunjung Marutama Ra-men di Singapura dan Jepang adalah wanita. Menurut Kudo-san ini dikarenkan pada saat pemrosesan kuahnya, terdapat kolagen yang dipercaya mampu membantu kulit lebih kenyal. Tertarik?

Marutama Ra-men, lantai basement Gedung Sentral Senayan I, Jl Asia Afrika No 8, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan.

Sumber : kompas.com

Lihat juga :
Sushi
Dim Sum