Jakarta - Sate, gule dan tengkleng racikan mbok Galak ini memang mlekoh bumbunya. Dagingnya empuk, aromanya wangi, dan tidak prengus. Karena itu pula tiap kali pak Harto dan keluarga datang ke Solo, sate racikan mbok Galak ini tak pernah absen di meja makan ndalem Kalitan!
Warung makan sederhana di jalan Ki Mangunsarkoro Solo ini tak jauh beda dengan deretan warung makan lain. Yang terlihat mencolok adalah banner sponsor sebuah merk kecap di depan warung yang berwarna merah menyala dengan tulisan kuning; Sate Kambing-Gule-Tongseng-Tengkleng 'Mbok Galak'. Meja panjang dan bangku kayu sederhana berjajar di dalam warung yang nyaris tak pernah kosong. Kepulan asap sate kambingpun menebar di udara, sangat wangi, menggelitik hidung!
Seperti warng sate kambing khas Solo, menu yang ditawarkan selain sate kambing, ada tengkleng, gule dan tongseng. Menurut beberapa teman dan orang-orang di sekitar jalan tersebut, warung sate kambing inilah yang hampir selalu melayani pesanan pak Harto dan keluarga bila mereka datang ke ndalem Kalitan. Sebenarnya saya tak hanya penasaran dengan masakan olahan mbok Galak ini tetapi juga ingin tahu asal muasal nama si mbok pemilik warung ini. Mengingat raut muka dan tegur sapanya yang ramah tak mencerminkan sikap 'galak'nya.
Sambil melayani pembeli kamipun mengobrol. Nama asli mbok Galak ini adalah Sakiyem. Awal mulanya Sakiyem belajar memasak dan meracik bumbu dari sang bu lik bu Pujo yang lebih dulu buka warung sate pada tahun 1965. Barulah pada tahn 1982, Sakiyem mendirikan warung sate sendiri. Pak Harto, mantan presiden kita mengenal sate kambingnya melalui bu Pujo. Saat Sakiyem buka warung sendiri, keluarga pak Harto lebih sering memesan sate kambing pada Sakiyem.
"Dulu,satenya kami buat terus dikirim ke Ndalem Kalitan 50-100 tusuk setiap kali kirim", tuturnya. Untuk pesanan tersebut ia mengaku menyembelih 1 ekor kambing. 'Sayangnya setelah pak Harto lengser, jadi jarang pesan sate dan gule lagi. Pesanan yang terakhir itu tahun 2004,' ujar mbok Sakiyem sambil mengaduk gule kambing. Dari keluarga pak Harto, mbak Tututlah yang paling suka sate racikan mbok Galak ini.
Proses pembakaran sate mbok Galak sama dengan sate kambing yang lain. Namun, penyajiannya yang unik. Sate kambing tidak disajikan dengan tusuk satenya tetapi dilepaskan dari tusuknya. Jadilah sate kambing sepiring penuh tersaji di depan saya. Dilengkapi dengan irisan daun kol, jeruk nipis dan cabai rawit utuh. Hmmm... aromanya wangi menusuk hidung.Saat gigitan pertama saya kunyah, dagingnya terasa empuk, lembut, dengan lemak tak berlebihan dan rasa manis yang tak terlalu kuat.
Tercium aroma harum bawang putih, nyaris tak terlacak jejak bau prengus, aroma tajam khas BB kambing. Saya pun beralih ke piring berisi tongseng. Tongseng yang merupakan potongan daging kambing yang ditumis dengan bumbu gule, diberi tomat dan daun kol, dan kuahnya agak kental nyemek-nyemek. Suapan pertama langsung terasa bumbu gule khas Jawa racikan mbok Galak yang mlekoh, mantap dan berlimpah. Dipadu dengan daging kambing yang empuk, jadilah rasa tongseng yang uenaak! Tongseng ini disajikan dengan sepiring nasi putih.
Setelah mencicipi sate dan tongseng mbok Galak barulah saya mengerti kenapa pak Harto menyukai masakan mbok Galak. Pemakaian bumbu yang medok, terutama untuk gule (bumbu gule Jawa tak sama dengan gulai Sumatra), membuat cita rasa masakan khas Solo ini jadi mantap. Untuk berjualan mbok Galak setiap hari menyembelih 5 ekor kambing yang didatangkan dari Pasar Hewan Silir.
Proses memasak sudah dimulai sejak pukul 03.00 dini hari untuk mengolah 1000 tusuk sate atau 100 porsi. Mbok Galak memasak bersama 10 orang pegawai termasuk 2 orang anaknya. Soal sebutan 'Mbok Galak' bu Sakiyempun menjelaskan; "Wah, itu karena saya selalu galak sama pegawai," diiringi tawanya yang renyah.
Nah, kalau sedang jalan-jalan ke Solo, dan ingin mencicipi sate kambing dan gule khas Jawa, mampir saja ke warung mbok Galak ini. Sekaligus Anda bisa juga membuktikan kalau ternyata pak Harto punya selera yang bagus untuk masakan tradisional. Harga yang ditawarkan juga tak mahal. Tiap porsi sate (10 tusuk), gule dan tongseng dihargai Rp. 14.000,00.
Sate Kambing-Gule-Tongseng-Tengkleng
'Mbok Galak'
Jl. Kimangunsarkoro No.122
Solo
Sumber : detikfood
Lihat juga :
Soto
Seafood
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 September 2010
Senin, 06 September 2010
yuk, Icip-Icip Sate Kambing H.M Harris
Jakarta - Sate kambing yang satu ini bukan saja rasanya empuk dan bebas bau prengus. Uniknya bumbunya bisa dipilih sendiri sesuai selera. Tak hanya sate kambingnya yang maknyus, gule sumsumnya yang jempolan dijamin bikin ketagihan. Coba yukkk...makan sate M. Haris yang ada di dekat simpang lima arah ke Jl. Asia Afrika. Meskipun sering belanja di toko jeans yang terletak di sampingnya, tapi baru sekarang saya makan di sini.
Ternyata lay out rumah makannya jadul banget termasuk kursi-kursi kayunya. Pesanan kami berupa 25 tusuk sate kambing dan 2 porsi gule sumsum kambing. Hidangan pesanan kami datang dalam waktu 15 menit saja. Sate disajikan dalam hot plate sedangkan gule dalam mangkuk besar masing-masing berisi 5 tulang yang masih berbalut daging tebal. Bumbu kacang dan sambal kecap disajikan terpisah.
O ya, yang unik pengunjung bisa memilih memakai kecap asin atau manis sesuai selera. Terus terang ini merupakan hal baru bagi saya, karena biasanya yang digunakan hanya kecap manis saja. Sambal kecap dalam piring besar dengan irisan bawang merah, cabe rawit dan tomat merah.
Setiap tusuk berisi 4 potong daging dan 1 potong lemak berukuran cukup besar, dibakar tanpa dicelup terlebih dahulu dalam bumbu kacang sehingga nyaris tidak meninggalkan jejak gosong sedikitpun. Setelah diolesi sedikit sambal kecap sebelum disantap, hmm... rasanya enak banget. Dagingnya empuk tanpa aroma prengus sama sekali.
Lalu bagaimana cara menikmati gule sumsumnya? Saya lebih suka menuangkan sedikit kuah gule ke nasi, lalu menyedot sumsum dengan menggunakan sedotan dan menghabiskan sisa daging yang menempel di tulang sedikit demi sedikit. Wuihh... ini baru gule juara ya menurut versi saya tentunya. Santan yang digunakan untuk kuah gule tidak terlalu kental inilah yang saya suka. Setelah dicampur dengan bumbu spesial ala H.M Haris, warna kuahnya jadi coklat kemerahan dengan rasa gurih dan aroma kaldu daging yang sangat meresap.
Tanpa disertai daging pun, kuah gule tetap dapat dinikmati dengan sepiring nasi hangat mengepul. Apalagi setelah dikucuri sedikit sambal kecap dengan irisan tomat, bawang dan cabe rawit rasanya makin maknyuss... Tentunya gule ini akan lebih pas jika didampingi sebungkus krupuk Palembang/emping yang telah tersedia di setiap meja.
Rumah makan sate kambing H.M Haris berkapasitas sekitar 36 kursi. Namun apabila pengunjung ingin bersantap di luar juga tersedia tempat didekat area parkir dengan kapasitas sekitar 20 kursi. Di malam hari apabila tidak hujan pengunjung lebih menyukai bersantap area parkir ini sambil menikmati pemandangan di sepanjang Jl. Asia Afrika.
Harga untuk setiap porsi sate kambing dan gule daging relatif murah. Seporsi sate dihargai Rp 22.000,00 dan Rp 20.000,00 untuk seporsi gule sumsum. Apabila ingin sate kambing po (daging saja) atau gule sumsum cukup menambah Rp 2.000,- per porsi. Menurut saya harga tersebut sangat wajar dibandingkan dengan cita rasanya yang istimewa.
O ya, rumah makan ini juga telah memiliki cabang di Jakarta Selatan, tepatnya di Jakarta Selatan. Yang perlu diingan jangan coba-coba meminta menu tongseng atau sop kambing, karena hidangan yang tersedia hanya sate dan gule saja.
Sate & Gule Kambing H.M Harris
Jl. Asia Afrika No. 155 (Simpang Lima)
Bandung
Sumber : detikfood
Lihat Juga :
Soto
Seafood
Mencoba Kepiting yang Super Jumbo...
Bagi Anda penggemar masakan kepiting, sebaiknya menyempatkan diri untuk mencoba Kepiting Super Jumbo di Restoran Seafood Nuansa Laut yang terletak di bilangan Jatiwaringin, Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Jatiwaringin Raya No. A3. Di sana setiap pengunjung akan dimanjakan dengan beragam jenis masakan kepiting yang bisa kita pilih sendiri.
Ada kepiting petelur (betina tentunya) dan kepiting jantan yang lebih dikenal dengan nama kepiting pedaging, semuanya mempunyai beragam ukuran. Oleh karena itu janganlah heran bila menunya menyajikan istilah-istilah seperti Jumbo, Super Jumbo, Telur Jumbo dan Telur Super Jumbo.
Kalaupun Anda bingung dengan istilah tersebut jangan kuatir, sebab semua istilah itu hanya mewakili ukuran dan jenis kepiting yang tersedia. Untuk harganya tergantung dari jenis kepiting yang dipilh dan beratnya.
Sebagai contoh, Kepiting Super Jumbo dipatok dengan harga Rp. 80.000,- per porsi, untuk Super Telur Jumbo Rp. 95.000,- per porsi, Kepiting Jumbo Rp. 52.000,- per porsi, dan Kepiting Jantan Rp. 30.000,- per porsi. Semua jenis kepiting itu diambil langsung dari Kalimantan, terutama Bontang dan Tarakan.
Sedangkan untuk masakan dan sausnya sudah termasuk dalam harga tersebut. Biasanya kepiting-kepiting itu dimasak dengan saus lada hitam, saus padang, saus tiram, saus singapura dan saus mentega.
"Kami mengambil kepiting dari Kalimantan karena memang kualitasnya sangat baik. Setiap dua hari sekali langsung kami ambil dari Bandar Udara Soekarno Hatta dalam kondisi masih hidup." tutur Riza Riani, sang pemilik Restoran Nuansa Laut.
Kepiting Telurnya kalau yang super, saat dibuka penuh dengan telur yang menempel dicangkang. Demikian pula dengan kepiting pedaging atau yang jantan, saat dibuka cangkangnya maka begitu tebal dagingnya.
Untuk membedakan antara kepiting pedaging dan petelur, Riza pun memberikan tips. Pada kepiting petelur, bagian tengah yang putih bentuknya agak bulat, sedangkan kepiting jantan atau pedaging yang berkualitas baik, tubuhnya bila dipegang keras dan padat. Itu berarti dagingya banyak.
Kepiting menjadi favorit agi pengunjung restoran ini sehingga tidak heran dalam seminggu bisa menghabiskan setengah ton kepiting.
Selain kepiting, restoran yang berdiri dari tahun 2007 ini cukup lengkap menyediakan variasi sajian ikan. Seperti Ikan Kerapu, yang ternyata jenisnya sangat bervariasi. Ada Kerapu Macan, Kerapu Susu, Kerapu Tikus, dan Kerapu Bebek. Tapi yang paling mantap untuk dinikmati adalah Kerapu Macan, karena dgingnya begitu empuk dan lembut.
Dari keluarga Ikan Kakap, ada Ikan Kakap Taiwan, Kakap Merah, Kakap Kenanga. Sedangkan dari jenis Ikan Kuwe terdiri dari Kuwe Gepeng dan Kuwe Lilin. Ada pula Anak Ikan Hiu, Bawal, Baronang, Patin, Ayam-Ayam dan ikan air tawar Gurame.
Umumnya ikan-ikan tersebut dapat dimasak dengan dibakar, digoreng baik dengan Saus Asam Manis, Saus Mentega, Saus Thailand, Saus Singapura, Steam Hongkong, Saus Padang ataupun Sop.
"Setiap ikan yang kami sediakan selalu ada penggemarnya masing-masing. Kalau sudah fanatik ke satu jenis ikan, biasanya bila ditawari jenis ikan lain para pelanggan akan menolak. Bisa jadi karena mereka tidak terbiasa dengan rasa dan aromanya yang tentunya beda untuk setiap ikannya," jelas Riza.
Selain jenis seafood, lainnya juga tersedia, contohnya Cumi dan Udang serta Kerang. Ada pula Ayam serta sayuran yang ditumis maupun yang berkuah. Sedangkan dari minumannya tidaklah banyak yang istimewa, kecuali Es Cendol Jelly. Minuman ini dibuat dari kuah susu yang diberi es dan dicampur dengan jelly rumput laut yang berwarna warni, sehingga semuanya jadi benar-benar bernuansa laut. Tentunya Es Kelapa Hijau bulat dan Kelapa Jeruk yang mengingatkan kita akan suasana di tepi pantai. Nuansa Laut memang begitu terasa di Restoran Seafood ini. Cobalah.
Sumber : kelanakuliner
Lihat juga :
Sate
Soto
Ada kepiting petelur (betina tentunya) dan kepiting jantan yang lebih dikenal dengan nama kepiting pedaging, semuanya mempunyai beragam ukuran. Oleh karena itu janganlah heran bila menunya menyajikan istilah-istilah seperti Jumbo, Super Jumbo, Telur Jumbo dan Telur Super Jumbo.
Kalaupun Anda bingung dengan istilah tersebut jangan kuatir, sebab semua istilah itu hanya mewakili ukuran dan jenis kepiting yang tersedia. Untuk harganya tergantung dari jenis kepiting yang dipilh dan beratnya.
Sebagai contoh, Kepiting Super Jumbo dipatok dengan harga Rp. 80.000,- per porsi, untuk Super Telur Jumbo Rp. 95.000,- per porsi, Kepiting Jumbo Rp. 52.000,- per porsi, dan Kepiting Jantan Rp. 30.000,- per porsi. Semua jenis kepiting itu diambil langsung dari Kalimantan, terutama Bontang dan Tarakan.
Sedangkan untuk masakan dan sausnya sudah termasuk dalam harga tersebut. Biasanya kepiting-kepiting itu dimasak dengan saus lada hitam, saus padang, saus tiram, saus singapura dan saus mentega.
"Kami mengambil kepiting dari Kalimantan karena memang kualitasnya sangat baik. Setiap dua hari sekali langsung kami ambil dari Bandar Udara Soekarno Hatta dalam kondisi masih hidup." tutur Riza Riani, sang pemilik Restoran Nuansa Laut.
Kepiting Telurnya kalau yang super, saat dibuka penuh dengan telur yang menempel dicangkang. Demikian pula dengan kepiting pedaging atau yang jantan, saat dibuka cangkangnya maka begitu tebal dagingnya.
Untuk membedakan antara kepiting pedaging dan petelur, Riza pun memberikan tips. Pada kepiting petelur, bagian tengah yang putih bentuknya agak bulat, sedangkan kepiting jantan atau pedaging yang berkualitas baik, tubuhnya bila dipegang keras dan padat. Itu berarti dagingya banyak.
Kepiting menjadi favorit agi pengunjung restoran ini sehingga tidak heran dalam seminggu bisa menghabiskan setengah ton kepiting.
Selain kepiting, restoran yang berdiri dari tahun 2007 ini cukup lengkap menyediakan variasi sajian ikan. Seperti Ikan Kerapu, yang ternyata jenisnya sangat bervariasi. Ada Kerapu Macan, Kerapu Susu, Kerapu Tikus, dan Kerapu Bebek. Tapi yang paling mantap untuk dinikmati adalah Kerapu Macan, karena dgingnya begitu empuk dan lembut.
Dari keluarga Ikan Kakap, ada Ikan Kakap Taiwan, Kakap Merah, Kakap Kenanga. Sedangkan dari jenis Ikan Kuwe terdiri dari Kuwe Gepeng dan Kuwe Lilin. Ada pula Anak Ikan Hiu, Bawal, Baronang, Patin, Ayam-Ayam dan ikan air tawar Gurame.
Umumnya ikan-ikan tersebut dapat dimasak dengan dibakar, digoreng baik dengan Saus Asam Manis, Saus Mentega, Saus Thailand, Saus Singapura, Steam Hongkong, Saus Padang ataupun Sop.
"Setiap ikan yang kami sediakan selalu ada penggemarnya masing-masing. Kalau sudah fanatik ke satu jenis ikan, biasanya bila ditawari jenis ikan lain para pelanggan akan menolak. Bisa jadi karena mereka tidak terbiasa dengan rasa dan aromanya yang tentunya beda untuk setiap ikannya," jelas Riza.
Selain jenis seafood, lainnya juga tersedia, contohnya Cumi dan Udang serta Kerang. Ada pula Ayam serta sayuran yang ditumis maupun yang berkuah. Sedangkan dari minumannya tidaklah banyak yang istimewa, kecuali Es Cendol Jelly. Minuman ini dibuat dari kuah susu yang diberi es dan dicampur dengan jelly rumput laut yang berwarna warni, sehingga semuanya jadi benar-benar bernuansa laut. Tentunya Es Kelapa Hijau bulat dan Kelapa Jeruk yang mengingatkan kita akan suasana di tepi pantai. Nuansa Laut memang begitu terasa di Restoran Seafood ini. Cobalah.
Sumber : kelanakuliner
Lihat juga :
Sate
Soto
Minggu, 05 September 2010
D'Ocean Seafood
Hobi makan seafood mungkin salah satu kegemaran Anda. Menikmati udang, cumi, atau kepiting yang kaya protein memang menyenangkan, walaupun harus hati-hati bagi Anda yang yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Salah satu tempat untuk menikmati seafood nikmat dengan suasana nyaman adalah dengan mengunjungi D'Ocean. Restoran ini akan menyediakan seafood yang berkualitas.
Suasana biru akan terlihat saat Anda memasuki resto ini. Sesuai nama dan logonya yang berwarna biru, resto ini ingin membawa pengunjungnya ke dalam suasana laut seperti menu-menu yang ditawarkan yang merupakan hidangan laut.
Ruangan bawah pada resto ini merupakan smoking area. Pada bagian kiri ruangan ini terdapat meja-meja dalam ukuran panjang, ini cocok untuk Anda yang ingin bersantap beramai-ramai dengan teman. Sedangkan pada sisi kanan, meja lebih kecil untuk 4 orang bisa menjadi plihan bila Anda berkunjung bersama pasangan. Dengan kursi sofa akan membuat Anda lebih santai untuk bersantap. Pada dinding-dinding di belakang sofa ini, terdapat foto-foto para artis, pejabat, maupun orang terkenal lainnya ketika bersantap di tempat ini beserta komentar mereka.
Pada bagian atas terdapat ruangan yang lebih besar karena memang dikhususkan untuk tempat makan. Di samping itu, ada pula ruangan terpisah untuk suasana yang lebih private. Kapasitas di ruangan terpisah ini tidak terlalu besar. Lantai 2 merupakan tempat no smoking area.
Menu D'Ocean
Beberapa menu yang unik adalah Tahu Telor Merapi yang merupakan campuran tahu, telur dan siraman petis yang disajikan dalam bentuk yang unik. Ini merupakan salah satu menu pembuka di D'Ocean. Menu pembuka lainnya adalah Cakwe Udang, Tahu Isi Kipas, Tahu Cabe Garam dan Lumpis Goreng.
Sebagai menu andalan, D'Ocean menyediakan Cumi Telur Bakar Honey Souce. Cumi bertelur yang berkualitas baik dibakar kemudian dikerat dan disiram dengan saus madu. Rasanya yang manis serta rasa dari bumbu lainnya begitu menarik untuk dicicipi. Selain menggunakan cumi, ada pula Udang Galah Bakar Honey Souce. Mirip dengan cumi, untuk menu ini digunakan udang galah yang besar beserta saus madunya. Sajian cumi atau udang lainnya adalah Cumi Goreng Gandum, Udang Wamayo, Udang Telur Asin, Cumi Cabe Garam, dan Cumi Bulat Crispy. Ada pula masakan yang menggunakan kerang yaitu Lada Hitam dan Balado dengan pilihan Kerang Bambu dan Kerang Hijau.
Yang tak kalah lezatnya adalah sajian kepiting dalam masakan Singapore Chilli Crab. Kepiting dari Papua dimasak saus dengan rasa sedikit pedas. Kepiting yang digunakan adalah kepiting telur di mana proporsi untuk telur dengan dagingnya 60% banding 40%. Jadi lebih banyak telurnya dibanding daging kepiting. Kebanyakan orang memang menyukai telur kepiting karena selain rasanya yang lebih gurih, kandungan proteinnya juga tinggi. Sajian kepiting lainnya adalah Kepiting Chili Sauce yang cocok untuk Anda yang menyukai masakan pedas dan beberapa menu yang dimasak sama dengan pilihan menu Cumi dan Udang, seperti, Kepiting Soka Telur Asin dan Kepiting Soka Honey Saus. Bila memesan kepiting, Anda akan mendapatkan ekstra Mantau atau sejenis roti sebagai pelengkap bersantap.
Bagi Anda yang tidak ingin menikmati seafood, Anda dapat memesan Nasi Goreng Sayuran dan Nasi Goreng Ikan Teri. Pada Nasi Goreng Pete Seafood dan Nasi Goreng Seafood Balacan tetap menggunakan seafood sebagai pelengkapnya. Menu sayuran dapat dicoba yaitu kangkung dan tauge. Atau Anda dapat memesan ikan seperti Ikan Dori, Bawal, Gurame, Kwee, dan Baronang.
Sebagai penghilang dahaga, Anda dapat memesan soft drink, jus, teh, kopi, es kelapa, maupun es cendol. Ada pula minuman beralkohol.
Harga D'Ocean
Untuk harga makanan di resto ini berkisar mulai dari Rp 19.900,- sampai Rp 300.000,-. Menu minuman dapat dinikmati dengan kisaran harga Rp 9.900,- sampai Rp 35.900,-.
D'Ocean terletak di Komplek Tendean Square . D'Ocean juga menyediakan paket untuk acara gathering atau acara lainnya untuk minimal 30 orang. Ada 2 pilihan menu paket dengan harga Rp 80.000,- atau Rp 100.000,-. Menu andalan untuk paket seharga Rp 80.000,- akan mendapatkan Cumi Telur Honey Souce, sedangkan paket dengan harga Rp 100.000,- per orang adalah Kepiting Telur Super yang akan tersaji. Resto ini juga menyediakan layanan pesan antar, tapi hanya terbatas untuk daerah Sudirman.
Menikmati seafood dalam suasana yang nyaman dan berkelas dapat dinikmati di D'Ocean.
Sumber : kumpulan
lihat juga :
Sate
Soto
Suasana biru akan terlihat saat Anda memasuki resto ini. Sesuai nama dan logonya yang berwarna biru, resto ini ingin membawa pengunjungnya ke dalam suasana laut seperti menu-menu yang ditawarkan yang merupakan hidangan laut.
Ruangan bawah pada resto ini merupakan smoking area. Pada bagian kiri ruangan ini terdapat meja-meja dalam ukuran panjang, ini cocok untuk Anda yang ingin bersantap beramai-ramai dengan teman. Sedangkan pada sisi kanan, meja lebih kecil untuk 4 orang bisa menjadi plihan bila Anda berkunjung bersama pasangan. Dengan kursi sofa akan membuat Anda lebih santai untuk bersantap. Pada dinding-dinding di belakang sofa ini, terdapat foto-foto para artis, pejabat, maupun orang terkenal lainnya ketika bersantap di tempat ini beserta komentar mereka.
Pada bagian atas terdapat ruangan yang lebih besar karena memang dikhususkan untuk tempat makan. Di samping itu, ada pula ruangan terpisah untuk suasana yang lebih private. Kapasitas di ruangan terpisah ini tidak terlalu besar. Lantai 2 merupakan tempat no smoking area.
Menu D'Ocean
Beberapa menu yang unik adalah Tahu Telor Merapi yang merupakan campuran tahu, telur dan siraman petis yang disajikan dalam bentuk yang unik. Ini merupakan salah satu menu pembuka di D'Ocean. Menu pembuka lainnya adalah Cakwe Udang, Tahu Isi Kipas, Tahu Cabe Garam dan Lumpis Goreng.
Sebagai menu andalan, D'Ocean menyediakan Cumi Telur Bakar Honey Souce. Cumi bertelur yang berkualitas baik dibakar kemudian dikerat dan disiram dengan saus madu. Rasanya yang manis serta rasa dari bumbu lainnya begitu menarik untuk dicicipi. Selain menggunakan cumi, ada pula Udang Galah Bakar Honey Souce. Mirip dengan cumi, untuk menu ini digunakan udang galah yang besar beserta saus madunya. Sajian cumi atau udang lainnya adalah Cumi Goreng Gandum, Udang Wamayo, Udang Telur Asin, Cumi Cabe Garam, dan Cumi Bulat Crispy. Ada pula masakan yang menggunakan kerang yaitu Lada Hitam dan Balado dengan pilihan Kerang Bambu dan Kerang Hijau.
Yang tak kalah lezatnya adalah sajian kepiting dalam masakan Singapore Chilli Crab. Kepiting dari Papua dimasak saus dengan rasa sedikit pedas. Kepiting yang digunakan adalah kepiting telur di mana proporsi untuk telur dengan dagingnya 60% banding 40%. Jadi lebih banyak telurnya dibanding daging kepiting. Kebanyakan orang memang menyukai telur kepiting karena selain rasanya yang lebih gurih, kandungan proteinnya juga tinggi. Sajian kepiting lainnya adalah Kepiting Chili Sauce yang cocok untuk Anda yang menyukai masakan pedas dan beberapa menu yang dimasak sama dengan pilihan menu Cumi dan Udang, seperti, Kepiting Soka Telur Asin dan Kepiting Soka Honey Saus. Bila memesan kepiting, Anda akan mendapatkan ekstra Mantau atau sejenis roti sebagai pelengkap bersantap.
Bagi Anda yang tidak ingin menikmati seafood, Anda dapat memesan Nasi Goreng Sayuran dan Nasi Goreng Ikan Teri. Pada Nasi Goreng Pete Seafood dan Nasi Goreng Seafood Balacan tetap menggunakan seafood sebagai pelengkapnya. Menu sayuran dapat dicoba yaitu kangkung dan tauge. Atau Anda dapat memesan ikan seperti Ikan Dori, Bawal, Gurame, Kwee, dan Baronang.
Sebagai penghilang dahaga, Anda dapat memesan soft drink, jus, teh, kopi, es kelapa, maupun es cendol. Ada pula minuman beralkohol.
Harga D'Ocean
Untuk harga makanan di resto ini berkisar mulai dari Rp 19.900,- sampai Rp 300.000,-. Menu minuman dapat dinikmati dengan kisaran harga Rp 9.900,- sampai Rp 35.900,-.
D'Ocean terletak di Komplek Tendean Square . D'Ocean juga menyediakan paket untuk acara gathering atau acara lainnya untuk minimal 30 orang. Ada 2 pilihan menu paket dengan harga Rp 80.000,- atau Rp 100.000,-. Menu andalan untuk paket seharga Rp 80.000,- akan mendapatkan Cumi Telur Honey Souce, sedangkan paket dengan harga Rp 100.000,- per orang adalah Kepiting Telur Super yang akan tersaji. Resto ini juga menyediakan layanan pesan antar, tapi hanya terbatas untuk daerah Sudirman.
Menikmati seafood dalam suasana yang nyaman dan berkelas dapat dinikmati di D'Ocean.
Sumber : kumpulan
lihat juga :
Sate
Soto
Rahasia Kelezatan Soto dan Sop
Pada dasarnya rahasia kelezatan sop dan terutama soto terletak pada kaldunya. Penjual soto cenderung tidak ragu menggunakan daging yang berlemak, menambahkan tulang-tulang dan tetelan, lalu merebus kaldu hingga berjam-jam. Hasilnya tentu luar biasa. Tetapi untuk konsumsi rumah tangga, haruskah kita melakukannya?
Jawabannya sederhana: semua berpulang pada keputusan anda sendiri. Bila anda hendak menyiapkan sop atau soto untuk pesta keluarga, tentu anda menginginkan hasil yang paling sempurna. Tapi untuk konsumsi keluarga, beberapa trik berikut ini pasti bermanfaat, apalagi resep ini gratis..!
Kaldu Bubuk
Bila terpaksa, apa boleh buat? namun sejujurnya saja, rasa dan aroma bumbu-bumbu dalam kaldu bubuk yang kini mudah dibeli itu lebih cocok untuk makanan gaya barat.
Menyimpan Kaldu Beku
Di waktu senggang, anda dapat menyiapkan 'ekstrak' kaldu, mengemasnya dalam kantong plastik @ 1/4 ltr, serta membekukannya dalam freezer. Kaldu beku ini dapat digunakan kapan saja untuk memperkaya cita rasa sop dan soto. Walaupun nantinya juga menggunakan bahan daging (sapi, ayam, dll) sehingga terbentuk pula kaldu, tapi kuah sop / soto akan menjadi lebih mantap bila ditambah dengan ekstrak kaldu yang khusus anda persiapkan sebelumnya.
Jawabannya sederhana: semua berpulang pada keputusan anda sendiri. Bila anda hendak menyiapkan sop atau soto untuk pesta keluarga, tentu anda menginginkan hasil yang paling sempurna. Tapi untuk konsumsi keluarga, beberapa trik berikut ini pasti bermanfaat, apalagi resep ini gratis..!
Kaldu Bubuk
Bila terpaksa, apa boleh buat? namun sejujurnya saja, rasa dan aroma bumbu-bumbu dalam kaldu bubuk yang kini mudah dibeli itu lebih cocok untuk makanan gaya barat.
Menyimpan Kaldu Beku
Di waktu senggang, anda dapat menyiapkan 'ekstrak' kaldu, mengemasnya dalam kantong plastik @ 1/4 ltr, serta membekukannya dalam freezer. Kaldu beku ini dapat digunakan kapan saja untuk memperkaya cita rasa sop dan soto. Walaupun nantinya juga menggunakan bahan daging (sapi, ayam, dll) sehingga terbentuk pula kaldu, tapi kuah sop / soto akan menjadi lebih mantap bila ditambah dengan ekstrak kaldu yang khusus anda persiapkan sebelumnya.
Jenis ayam kampung yang tua merupakan pilihan terbaik untuk kuah sop dan soto. Dagingnya yang tentu saja keras, perlu direbus cukup lama sehingga menghasilkan zat ekstrak (sari pati) yang banyak dan gurih. Tambahan tulang-tulang, cakar, dan kepala yang dicincang kasar akan membuat kuah semakin sedap
Memilih Daging
Bagian daging sapi/kambing yang lunak dan berlemak memang sangat ideal. Misalnya sandung lamur/brisket (bagian perut), tulang iga yang masih berdaging, juga tetelan. Tapi bila menghindari
lemak, pilih bagian daging kaki/betis/shank. Meski relatif cukup keras, urat dan otot daging akan menjadi kenyal setelah direbus lama. Sedangkan daging rendang/top side, gandik, atau has dalam, kurang enak untuk sop dan soto.
Menyiapkan Jerohan
Bagi yang suka, jerohan sapi/kambing memiliki kenikmatan tersendiri. Walaupun harus diakui kandungan zat purinnya sangat tinggi, serta merupakan pemicu bagi penderita gout/asam urat. Sekarang ini beberapa jenis jerohan sapi/kambing yang sudah bersih bahkan sudah direbus matang mudah didapat dipasar swalayan. Misalnya paru, kikil, kaki, dan dengkul, babat dan usus. Namun semuanya ini perlu direbus lebih lama supaya lunak. Untuk penyedap rasa dan aroma, tambahkan daun salam dan sepotong jahe yang dimemarkan, ketika merebus. Dan buang sisa air perebus, karena kandungan lemaknya sangat tinggi
Sumber : hastaprima
Lihat juga :
Sate
Seafood
RESEP KENDO UDANG
Resep Masakan KENDO UDANG
Bahan:
- 250 gram udang kupas
- ½ butir kelapa parut, lalu haluskan
- 1 lembar daun salam
- Daun pisang untuk membungkus
Bumbu ynag dihaluskan:
- 4 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 buah cabai merah
- ½ sendok teh ketumbar
- 2 cm lengkuas
- 2 cm kunyit
- Garam dan gula secukupnya
Cara membuat:
1. Aduk bumbu halus, udang dan kelapa
2. Ambil selembar daun pisang lalu masukkan semua bahan. Selipkan daun salam
Lalu bungkus
3. Kukus sampai matang. Disajikan untuk 5 orang
Sumber : resepmasakanmu
Lihat juga :
Sate
Soto
Bahan:
- 250 gram udang kupas
- ½ butir kelapa parut, lalu haluskan
- 1 lembar daun salam
- Daun pisang untuk membungkus
Bumbu ynag dihaluskan:
- 4 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 buah cabai merah
- ½ sendok teh ketumbar
- 2 cm lengkuas
- 2 cm kunyit
- Garam dan gula secukupnya
Cara membuat:
1. Aduk bumbu halus, udang dan kelapa
2. Ambil selembar daun pisang lalu masukkan semua bahan. Selipkan daun salam
Lalu bungkus
3. Kukus sampai matang. Disajikan untuk 5 orang
Sumber : resepmasakanmu
Lihat juga :
Sate
Soto
Kamis, 02 September 2010
Soto Banjar
Jakarta - Tak hanya orang Kalimantan yang kenal dan suka dengan soto banjar, orang Jakarta pun banyak yang menyukai soto ini. Selain harum rempah, isinya pun juga super komplet!
Soto Banjar ini mungkin sedikit berbeda dari soto pada umumnya. Dari warnanya saja sedikit lebih bening dengan sedikit semburat warna kuning. Hmm.. mungkin hal tersebut disebabkan karena soto ini tidak memakai kunyit melainkan kayu manis.
Mencari penjual soto banjar di Jakarta, rasanya gampang-gampang susah. Sebab tak semua penjual soto banjar, meracik hidangannya seperti aslinya. Meskipun kekhasan rasanyalah yang membuat saya selalu menyukai soto ini. Selain soun dan suiran daging ayam yang membuat soto ini juga berbeda adalah tambahan isi seperti perkedel dan irisan telur setengah matang. Sedangkan taburan daun bawang, irisan jeruk nipis dan bawang goreng sehingga makin membuat soto ini tambah enak.
Sebenarnya untuk soto banjar yang enak sendiri sebenarnya relatif alias tergantung dari lidah masing-masing. Tetapi biasanya sih saya mengkonsumi soto ini di food court WTC Serpong ataupun food court pasaraya Blok M. Nah, kalau ada yang tau tempat soto banjar yang enak boleh dong sharing infonya disini!
Sumber : detikfood.com
Lihat juga :
sate
Seafood
Soto Banjar ini mungkin sedikit berbeda dari soto pada umumnya. Dari warnanya saja sedikit lebih bening dengan sedikit semburat warna kuning. Hmm.. mungkin hal tersebut disebabkan karena soto ini tidak memakai kunyit melainkan kayu manis.
Mencari penjual soto banjar di Jakarta, rasanya gampang-gampang susah. Sebab tak semua penjual soto banjar, meracik hidangannya seperti aslinya. Meskipun kekhasan rasanyalah yang membuat saya selalu menyukai soto ini. Selain soun dan suiran daging ayam yang membuat soto ini juga berbeda adalah tambahan isi seperti perkedel dan irisan telur setengah matang. Sedangkan taburan daun bawang, irisan jeruk nipis dan bawang goreng sehingga makin membuat soto ini tambah enak.
Sebenarnya untuk soto banjar yang enak sendiri sebenarnya relatif alias tergantung dari lidah masing-masing. Tetapi biasanya sih saya mengkonsumi soto ini di food court WTC Serpong ataupun food court pasaraya Blok M. Nah, kalau ada yang tau tempat soto banjar yang enak boleh dong sharing infonya disini!
Sumber : detikfood.com
Lihat juga :
sate
Seafood
Soto Betawi A Fung Plus Sambal Slurppp... Mantab!
Jakarta - Kuah soto Betawi ini berwarna kuning hampir kecoklatan, dengan isi berupa daging, paru, plus topping berupa emping dan daun bawang. Rasanya gurih dan tidak eneg, jika dihirup selagi masih hangat hmm... sedap abis!!
Kawasan Glodok Pancoran memang terkenal sebagai kawasan niaga dan pusatnya makanan. Bisa dibilang kawasan ini merupakan pacinan Jakarta. Di sepanjang lorong-lorong terdapat kios-kios yang menjual buah-buah segar, manisan, hingga penjual masakan Cina (hampir semua non halal) dan juga makanan Betawi.
Selain Food Court Gloria yang terkenal itu, salah satu tempat penjual makanan yang sering saya kunjungi adalah Soto Betawi A Fung. Letaknya di Gloria persis dibelakang penjual gerobak rujak juhi yang tak kalah enak dengan si soto Betawi. Bahkan jika lapar berat saya kerap memesan soto Betawi plus rujak juhi hehe...
Soto Betawi A Fung meskipun isiannya tak jauh berbeda dengan soto Betawi yang dijual umumnya, menurut saya pribadi kuah pada soto ini yang merupakan kuncinya dibanding soto penjual lainnya. Warnanya agak kecoklatan karena memakai santan, sedangkan dagingnya sendiri empuk abis sehingga ketika digigit tidak mengalami perlawanan. Ditaburi emping yang royal diatasnya plus sambal slurppp... mantab!
Jika Imlek tiba, sang engkoh pemilik juga akan menggelar aneka pernak-pernik Imlek seperti kucing pembawa hoki, parcel Imlek, dll di tokonya. Jika belum kenyang, masih ada beragam pilihan lainnya yang dapat dicicipi di kawasan tersebut seperti siomay, gado-gado, mi kangkung, sop buntut yang tak kalah enak!
Sumber :detikfood.com
Lihat juga :
Sate
Seafood
Kawasan Glodok Pancoran memang terkenal sebagai kawasan niaga dan pusatnya makanan. Bisa dibilang kawasan ini merupakan pacinan Jakarta. Di sepanjang lorong-lorong terdapat kios-kios yang menjual buah-buah segar, manisan, hingga penjual masakan Cina (hampir semua non halal) dan juga makanan Betawi.
Selain Food Court Gloria yang terkenal itu, salah satu tempat penjual makanan yang sering saya kunjungi adalah Soto Betawi A Fung. Letaknya di Gloria persis dibelakang penjual gerobak rujak juhi yang tak kalah enak dengan si soto Betawi. Bahkan jika lapar berat saya kerap memesan soto Betawi plus rujak juhi hehe...
Soto Betawi A Fung meskipun isiannya tak jauh berbeda dengan soto Betawi yang dijual umumnya, menurut saya pribadi kuah pada soto ini yang merupakan kuncinya dibanding soto penjual lainnya. Warnanya agak kecoklatan karena memakai santan, sedangkan dagingnya sendiri empuk abis sehingga ketika digigit tidak mengalami perlawanan. Ditaburi emping yang royal diatasnya plus sambal slurppp... mantab!
Jika Imlek tiba, sang engkoh pemilik juga akan menggelar aneka pernak-pernik Imlek seperti kucing pembawa hoki, parcel Imlek, dll di tokonya. Jika belum kenyang, masih ada beragam pilihan lainnya yang dapat dicicipi di kawasan tersebut seperti siomay, gado-gado, mi kangkung, sop buntut yang tak kalah enak!
Sumber :detikfood.com
Lihat juga :
Sate
Seafood
Merasakan Sensasi Sate Lembut
Sate Lembut di jejaring gang yang agak ruwet di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kekayaan kuliner Betawi seakan tak ada habisnya. Ada nasi uduk, soto mie, bubur ase (asinan semur), asinan, gado-gado, soto betawi, sop kaki serta kepala kambing, dan masih banyak lagi. Meski tampil dalam bentuk warung sederhana, bahkan di kaki lima, hampir semuanya punya citarasa top dengan penggemar yang bejibun.
Zainal Fanani, pemilik Kedai Nasi Uduk Kebon Kacang di Kebon Kacang VIII, menyarakan kami untuk mencoba sate lembut di Kebon Kacang V. "Itu juga makanan khas Betawi, pengelolaannya sudah beralih tiga generasi," kata Zainal saat kami ke warungnya beberapa waktu lalu.
Sate lembut -dari daging sapi dan menggunakan bumbu kacang- merupakan makanan khas Betawi yang sudah tergolong langka. Jarang orang menjadikan sate lembut sebagai menu di warung makan. Proses pembuatannya yang sulit dan rumit boleh jadi merupakan kendala. Kalau pun ada orang Betawi yang masih membuatnya, umumnya hanya pada momen-momen tertentu, seperti saat Lebaran.
Istimewa
Penasaran ingin coba, beberapa hari setelah bertemu Zainal, kami meluncur ke Kebon Kacang V. Pada kunjungan pertama, kami pulang tanpa hasil. Warung tutup saat kami tiba sekitar pukul 15.00, padahal warung itu biasanya tutup pukul 17.00.
Pada kesempatan kedua, kami datang lebih pagi, yaitu pukul 11.00. Kali ini, kami tamu yang pertama. Jadwal operasi reguler warung tersebut dari pukul 10.00 - 17.00. Tetapi kalau persedian habis sebelum pukul 17.00, warung langsung ditutup.
Warung tersebut terletak di halaman rumah dengan hanya tiga meja untuk tamu (satu meja untuk empat orang). Keberadannya tidak mencolok. Namanya bukan Warung Sate Lembut tetapi Rumah Makan Betawi. Namun kalau Anda nyasar saat ke sini, nama warung sate lembut populer bagi banyak warga sekitar. Dengan menggunakan jasa tukang ojek atau tukang bajaj yang mangkal di Tanah Abang atau Jalan Wahid Hasyim, pencarian akan lebih mudah lagi.
Sate lembut hanya salah satu jenis menu yang tersedia di warung itu. Mungkin karena faktor sejarah atau keunikan serta citarasanya yang khas, menu itu lalu menjadi identik dengan warung tersebut. Selain sate lembut, di tempat itu ada sate asem/manis, sate kambing, sop kambing, gulai kambing, ketupat laksa, soto betawi, mie rebus/goreng, empal goreng, nasi goreng kambing, serta pastel.
Atikah, si pemilik warung, mengatakan, sate lembut pasangannya adalah ketupat laksa. Saya pesan menu tambahan gulai kambing serta sate asem/manis. Saya ingin tahu, selain sate lembut, menu lain seperti apa rasanya.
Ternyata, semua pesanan saya istimewa. Tampilan sate lembut mirip sate lilit Bali. Rasanya lembut, manis, gurih, dan kaya rempah. Kesat kelapa juga terasa kuat. Bumbu kacang yang sajikan terpisah juga lembut dan gurih.
Sate asem/manis hadir dengan warna kuning kecoklatan yang sangat menggoda. Ini juga daging sapi. Rasanya asem-manis dan gurih.
Kalau sate asem/manis dagingnya hanya diiris-iris, diberi gula merah, diungkep dengan sejumlah bumbu, kemudian dibakar, sate lembut prosesnya lebih rumit. "Bikin sate lembut itu ribet dan rumit," kata Atikah.
Semula daging sapi digiling sampai benar-benar hancur dan lembut, lalu dicampur kelapa dan aneka rempah. Setelah itu ditumbuk agar daging dan bumbu menyatu. Kemudian, daging diremas-remas biar pulen. Kalau masih terasa ada yang mengumpal, daging harus tumbuk lagi, setelah itu baru dibentuk dengan menempelkan daging pada tusukan bambu yang pipih, kemudian dibakar. "Pokoknya bikinnya capek," kata Atikah. Daging sapi yang digunakan harus baru, segar, dan tidak boleh kena es.
Ketupat laksa datang dengan isian potongan ketupat, bihun, daun bawang, bawang goreng, emping, daun kemangi, telur ayam, dan perkedel kentang. Kuah santannya kental, jadi tampak sangat berlemak, dan ini membuat saya cepat kenyang. Rasanya sedap.
Pesanan saya yang datang pertama sesungguhnya gulai kambing. Gulai kambing tempat ini sangat dipoetjiken. Top! Isinya daging iga lembut dan ngelotok dari tulang, emping, bawang goreng. Aroma jeruk nipis dan aroma rempah, antara lain kayu manis, sangat terasa.
Tidak Tega
Atikah merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha warung sate lembut itu. Di tangan Atikah pula terjadi diversifikasi menu. Sate dan gulai kambing, mie rebus/goreg, soto Betawi serta nasi goreng, katanya, merupakan menu baru kreasinya sendiri. Pada generasi kakek serta neneknya, menunya hanya sate lembut, sate asem/manis serta ketupat laksa.
Adalah Rakimin dan Poh Minah, kakek serta nenek Atikah, yang memulai usaha warung sate itu pada tahun 1948 di sekitar Masjid Al Makmur, Tanah Abang. Dari Al Makmur, Rakimin lalu pindah ke Kebun Kacang IV, kemudian Kebon Kacang V Nomor 29. Dari Rakimin dan Pok Minah, usaha warung itu diteruskan ke Rohma dan Harun, puteri dan menantu Rakimin. Rohma dan Harun adalah orang tua Atikah.
Sejak tiga bulan lalu, Atikah memindahkan warung itu dari Kebun Kacang V/29 ke Kebung Kacang V/44. "Rumah Nomor 29 itu dulu harta warisan bersama keluarga," katanya.
Sejak tahun 1966, saat masih usia belasan tahun, Atikah terlibat dalam proses pembuatan sate lembut. "Dulu saya di dapur. Jadi, orang tidak lihat saya di warung," katanya.
Setelah orang tuanya meninggal, ia meneruskan usaha itu. Dari usaha warung itu ia bisa menyekolah 10 orang adiknya sampai penguruan tinggi dan kini menguliahkan dua anaknya. Dua anaknya, tampaknya, tidak begitu berminat untuk melanjutkan usaha itu. "Gak tahu nanti siapa yang nerusin, liat nanti ajalah," kata Atikah.
Beberapa kali ada orang yang mengajaknya untuk melebarkan sayap usaha ke mal atau pusat-pusat tempat makan di Ibukota. Namun konsep kerja sama yang ditawarkan kelihatannya tidak begitu menjanjikan keuntungan. "Kami juga kuatir, ada orang yang hanya ingin tahu resep," katanya. Ada pula yang mengajak kerja sama tetapi harga jual makanannya menjadi sangat tinggi, bahkan menurut dia, tidak masuk akal.
"Ada yang ajak buka di Kemang (Jakarta Selatan). Setelah dihitung, seporsi sate nanti mau dijual Rp 80.000 atau lebih. Katanya sewa tempatnya memang mahal. Di sana katanya orang nggak mikir uang kalau makan, yang penting enak. Tapi saya tidak tega, tidak sampe hati, harganya kelewat tinggi," kata Atikah.
Ia pun masih bertahan di halaman rumahnya di Kebun Kacang. Di situ seporsi sate lembut hanya Rp 20.000, ketupat laksa Rp 12.000, gulai kambing Rp 13.000. "Biar di sini ajalah. Saya merasa cukupan," katanya.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Seafood
Zainal Fanani, pemilik Kedai Nasi Uduk Kebon Kacang di Kebon Kacang VIII, menyarakan kami untuk mencoba sate lembut di Kebon Kacang V. "Itu juga makanan khas Betawi, pengelolaannya sudah beralih tiga generasi," kata Zainal saat kami ke warungnya beberapa waktu lalu.
Sate lembut -dari daging sapi dan menggunakan bumbu kacang- merupakan makanan khas Betawi yang sudah tergolong langka. Jarang orang menjadikan sate lembut sebagai menu di warung makan. Proses pembuatannya yang sulit dan rumit boleh jadi merupakan kendala. Kalau pun ada orang Betawi yang masih membuatnya, umumnya hanya pada momen-momen tertentu, seperti saat Lebaran.
Istimewa
Penasaran ingin coba, beberapa hari setelah bertemu Zainal, kami meluncur ke Kebon Kacang V. Pada kunjungan pertama, kami pulang tanpa hasil. Warung tutup saat kami tiba sekitar pukul 15.00, padahal warung itu biasanya tutup pukul 17.00.
Pada kesempatan kedua, kami datang lebih pagi, yaitu pukul 11.00. Kali ini, kami tamu yang pertama. Jadwal operasi reguler warung tersebut dari pukul 10.00 - 17.00. Tetapi kalau persedian habis sebelum pukul 17.00, warung langsung ditutup.
Warung tersebut terletak di halaman rumah dengan hanya tiga meja untuk tamu (satu meja untuk empat orang). Keberadannya tidak mencolok. Namanya bukan Warung Sate Lembut tetapi Rumah Makan Betawi. Namun kalau Anda nyasar saat ke sini, nama warung sate lembut populer bagi banyak warga sekitar. Dengan menggunakan jasa tukang ojek atau tukang bajaj yang mangkal di Tanah Abang atau Jalan Wahid Hasyim, pencarian akan lebih mudah lagi.
Sate lembut hanya salah satu jenis menu yang tersedia di warung itu. Mungkin karena faktor sejarah atau keunikan serta citarasanya yang khas, menu itu lalu menjadi identik dengan warung tersebut. Selain sate lembut, di tempat itu ada sate asem/manis, sate kambing, sop kambing, gulai kambing, ketupat laksa, soto betawi, mie rebus/goreng, empal goreng, nasi goreng kambing, serta pastel.
Atikah, si pemilik warung, mengatakan, sate lembut pasangannya adalah ketupat laksa. Saya pesan menu tambahan gulai kambing serta sate asem/manis. Saya ingin tahu, selain sate lembut, menu lain seperti apa rasanya.
Ternyata, semua pesanan saya istimewa. Tampilan sate lembut mirip sate lilit Bali. Rasanya lembut, manis, gurih, dan kaya rempah. Kesat kelapa juga terasa kuat. Bumbu kacang yang sajikan terpisah juga lembut dan gurih.
Sate asem/manis hadir dengan warna kuning kecoklatan yang sangat menggoda. Ini juga daging sapi. Rasanya asem-manis dan gurih.
Kalau sate asem/manis dagingnya hanya diiris-iris, diberi gula merah, diungkep dengan sejumlah bumbu, kemudian dibakar, sate lembut prosesnya lebih rumit. "Bikin sate lembut itu ribet dan rumit," kata Atikah.
Semula daging sapi digiling sampai benar-benar hancur dan lembut, lalu dicampur kelapa dan aneka rempah. Setelah itu ditumbuk agar daging dan bumbu menyatu. Kemudian, daging diremas-remas biar pulen. Kalau masih terasa ada yang mengumpal, daging harus tumbuk lagi, setelah itu baru dibentuk dengan menempelkan daging pada tusukan bambu yang pipih, kemudian dibakar. "Pokoknya bikinnya capek," kata Atikah. Daging sapi yang digunakan harus baru, segar, dan tidak boleh kena es.
Ketupat laksa datang dengan isian potongan ketupat, bihun, daun bawang, bawang goreng, emping, daun kemangi, telur ayam, dan perkedel kentang. Kuah santannya kental, jadi tampak sangat berlemak, dan ini membuat saya cepat kenyang. Rasanya sedap.
Pesanan saya yang datang pertama sesungguhnya gulai kambing. Gulai kambing tempat ini sangat dipoetjiken. Top! Isinya daging iga lembut dan ngelotok dari tulang, emping, bawang goreng. Aroma jeruk nipis dan aroma rempah, antara lain kayu manis, sangat terasa.
Tidak Tega
Atikah merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha warung sate lembut itu. Di tangan Atikah pula terjadi diversifikasi menu. Sate dan gulai kambing, mie rebus/goreg, soto Betawi serta nasi goreng, katanya, merupakan menu baru kreasinya sendiri. Pada generasi kakek serta neneknya, menunya hanya sate lembut, sate asem/manis serta ketupat laksa.
Adalah Rakimin dan Poh Minah, kakek serta nenek Atikah, yang memulai usaha warung sate itu pada tahun 1948 di sekitar Masjid Al Makmur, Tanah Abang. Dari Al Makmur, Rakimin lalu pindah ke Kebun Kacang IV, kemudian Kebon Kacang V Nomor 29. Dari Rakimin dan Pok Minah, usaha warung itu diteruskan ke Rohma dan Harun, puteri dan menantu Rakimin. Rohma dan Harun adalah orang tua Atikah.
Sejak tiga bulan lalu, Atikah memindahkan warung itu dari Kebun Kacang V/29 ke Kebung Kacang V/44. "Rumah Nomor 29 itu dulu harta warisan bersama keluarga," katanya.
Sejak tahun 1966, saat masih usia belasan tahun, Atikah terlibat dalam proses pembuatan sate lembut. "Dulu saya di dapur. Jadi, orang tidak lihat saya di warung," katanya.
Setelah orang tuanya meninggal, ia meneruskan usaha itu. Dari usaha warung itu ia bisa menyekolah 10 orang adiknya sampai penguruan tinggi dan kini menguliahkan dua anaknya. Dua anaknya, tampaknya, tidak begitu berminat untuk melanjutkan usaha itu. "Gak tahu nanti siapa yang nerusin, liat nanti ajalah," kata Atikah.
Beberapa kali ada orang yang mengajaknya untuk melebarkan sayap usaha ke mal atau pusat-pusat tempat makan di Ibukota. Namun konsep kerja sama yang ditawarkan kelihatannya tidak begitu menjanjikan keuntungan. "Kami juga kuatir, ada orang yang hanya ingin tahu resep," katanya. Ada pula yang mengajak kerja sama tetapi harga jual makanannya menjadi sangat tinggi, bahkan menurut dia, tidak masuk akal.
"Ada yang ajak buka di Kemang (Jakarta Selatan). Setelah dihitung, seporsi sate nanti mau dijual Rp 80.000 atau lebih. Katanya sewa tempatnya memang mahal. Di sana katanya orang nggak mikir uang kalau makan, yang penting enak. Tapi saya tidak tega, tidak sampe hati, harganya kelewat tinggi," kata Atikah.
Ia pun masih bertahan di halaman rumahnya di Kebun Kacang. Di situ seporsi sate lembut hanya Rp 20.000, ketupat laksa Rp 12.000, gulai kambing Rp 13.000. "Biar di sini ajalah. Saya merasa cukupan," katanya.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Seafood
Soto Betawi Haji Acep
Rajanya Soto Mie..
Orang mengenalnya sebagai Soto Mie Wahid Hasyim. Itu lebih karena letaknya di bawah pohon sengon di pinggir Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nama sebenarnya tempat makan itu adalah Soto Bening Betawi Haji Acep.
Ketika ke tempat itu Selasa (14/10) lalu, kami tidak menemukan warung tersebut. Di bawah pohon sengon besar di kiri jalan dari arah Sarinah menuju Tanah Abang tidak tampak warung soto mie. Ternyata, sejak 11 Oktober lalu, warung itu pindah ke sebuah bangunan kecil di Jalan Kebon Kacang XI, sekitar 200 meter dari Jalan Wahid Hasyim.
Teman saya yang sudah kelaparan langsung pesan semangkuk soto mie, plus dua potong paru goreng, risol, serta tahu isi begitu kami sampai di lokasi baru warung itu. Semangkuk soto mie harganya Rp 10.000.
Soto mie ini berkuah bening dan tampak tidak berlemak. Isinya emping, bihun, mie putih yang lembut, daging sapi, daun seledri, kol, lobak, dan perkedel kentang. Rasanya, heemm.... segar dan sedap. Bihun dan mie terasa padu, lembut.
Haji Acep juga menyediakan sejumlah makanan pelengkap yang bisa dicemplungkan ke dalam soto mie, antara lain, risol, tahu isi, paru goreng, babat, serta daging sapi goreng. Risolnya berkulit tebal tapi tidak alot. Isinya kentang, wortel, serta daging sapi cincang. Begitu dimasukan ke dalam mangkuk soto, risol tersebut memberi nuansa gurih.
Bagaimana bisa kaldu sotonya tampak bening dan tak berlemak? Haji Acep sedikit membuka rahasia. Katanya, "Kalau merebus daging, begitu lemaknya mulai berbuih ketika mendidih, lemak itu langsung dibuang. Jangan sampai pecah, pokoknya ketika masih berbuih. Maka, kaldunya jadi bening dan tidak berlemak."
Soal perpindahan, Haji Acep berkisah, ia aslinya orang Bogor, Jawa Barat. Setelah putus dari Sekolah Rakyat (SR) ia merantau ke Jakarta. Sejak tahun 1969, ia berdagang soto pikulan dengan rute Kampung Bali-Wahid Hasyim. Tahun 1986, ia lalu menetap di kaki lima Jalan Wahid Hasyim. Boen, pemilik rumah di belakang warung kaki lima Acep, menawarkan untuk berdagang di halaman rumahnya. "Lu dagang di sini aja sampe mati. Jaga keamanan, jaga kebersihan," kata Acep menirukan ajakan Boen.
Ia menurut. Tahun 2003, Boen meninggal. Keluarga Boen lalu menjual rumah itu. Begitu rumah laku, Acep diminta cari lakosi baru untuk berdagang.
Setelah survei ke beberapa tempat, Haji Acep memutuskan menyewa di Kebon Kacang XI. Di lokasi baru itu, pelanggan bermobil akan kesulitan tempat parkir. Soalnya, Kebon Kacang XI merupakan jalan dua arah yang sempit namun cukup ramai. Kalau ada mobil parkir, jalan akan langsung tersumbat. Jejaring gang di kawasan itu pun akan macet.
"Padahal pelanggan banyak yang datang pakai mobil. Mau bagaimana lagi, beginilah kondisinya," kata Acep.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Sate
Seafood
Orang mengenalnya sebagai Soto Mie Wahid Hasyim. Itu lebih karena letaknya di bawah pohon sengon di pinggir Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nama sebenarnya tempat makan itu adalah Soto Bening Betawi Haji Acep.
Ketika ke tempat itu Selasa (14/10) lalu, kami tidak menemukan warung tersebut. Di bawah pohon sengon besar di kiri jalan dari arah Sarinah menuju Tanah Abang tidak tampak warung soto mie. Ternyata, sejak 11 Oktober lalu, warung itu pindah ke sebuah bangunan kecil di Jalan Kebon Kacang XI, sekitar 200 meter dari Jalan Wahid Hasyim.
Teman saya yang sudah kelaparan langsung pesan semangkuk soto mie, plus dua potong paru goreng, risol, serta tahu isi begitu kami sampai di lokasi baru warung itu. Semangkuk soto mie harganya Rp 10.000.
Soto mie ini berkuah bening dan tampak tidak berlemak. Isinya emping, bihun, mie putih yang lembut, daging sapi, daun seledri, kol, lobak, dan perkedel kentang. Rasanya, heemm.... segar dan sedap. Bihun dan mie terasa padu, lembut.
Haji Acep juga menyediakan sejumlah makanan pelengkap yang bisa dicemplungkan ke dalam soto mie, antara lain, risol, tahu isi, paru goreng, babat, serta daging sapi goreng. Risolnya berkulit tebal tapi tidak alot. Isinya kentang, wortel, serta daging sapi cincang. Begitu dimasukan ke dalam mangkuk soto, risol tersebut memberi nuansa gurih.
Bagaimana bisa kaldu sotonya tampak bening dan tak berlemak? Haji Acep sedikit membuka rahasia. Katanya, "Kalau merebus daging, begitu lemaknya mulai berbuih ketika mendidih, lemak itu langsung dibuang. Jangan sampai pecah, pokoknya ketika masih berbuih. Maka, kaldunya jadi bening dan tidak berlemak."
Soal perpindahan, Haji Acep berkisah, ia aslinya orang Bogor, Jawa Barat. Setelah putus dari Sekolah Rakyat (SR) ia merantau ke Jakarta. Sejak tahun 1969, ia berdagang soto pikulan dengan rute Kampung Bali-Wahid Hasyim. Tahun 1986, ia lalu menetap di kaki lima Jalan Wahid Hasyim. Boen, pemilik rumah di belakang warung kaki lima Acep, menawarkan untuk berdagang di halaman rumahnya. "Lu dagang di sini aja sampe mati. Jaga keamanan, jaga kebersihan," kata Acep menirukan ajakan Boen.
Ia menurut. Tahun 2003, Boen meninggal. Keluarga Boen lalu menjual rumah itu. Begitu rumah laku, Acep diminta cari lakosi baru untuk berdagang.
Setelah survei ke beberapa tempat, Haji Acep memutuskan menyewa di Kebon Kacang XI. Di lokasi baru itu, pelanggan bermobil akan kesulitan tempat parkir. Soalnya, Kebon Kacang XI merupakan jalan dua arah yang sempit namun cukup ramai. Kalau ada mobil parkir, jalan akan langsung tersumbat. Jejaring gang di kawasan itu pun akan macet.
"Padahal pelanggan banyak yang datang pakai mobil. Mau bagaimana lagi, beginilah kondisinya," kata Acep.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Sate
Seafood
Rabu, 01 September 2010
Soto Mie Haji Sahadi di Jalan Karang Anyar
Soto Mie Karang Anyar, Bertahan Lebih dari Setengah Abad
KAWASAN Sawah Besar atau Sao Besar, termasuk di dalamnya Pasar Baru, Krekot Bunder, Pecenongan punya sejarah yang cukup panjang. Meski seperti yang biasa terjadi di negeri ini, tapak sejarah itu sudah tak lagi berbekas. Sebut saja tempat tinggal keluarga Thamrin Moehammad Thabri (ayah Hoesni Thamrin) dan tempat tinggal Hoesni Thamrin setelah berkeluarga yang sudah menjadi pertokoan.
Jika secara fisik banyak warisan sejarah dibabat habis, tak demikian dengan warisan budaya kuliner, khususnya. Meski demikian, pedagang harus terus bertahan melawan masuknya menu asing dan menu tradisional yang dikemas mewah.
Kalau kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, dikenal sebagai pecinan dengan warisan budaya kuliner yang tak akan habis digali, maka kawasan Sawah Besar disebut sebagai kampung Betawi. Meski demikian, tak semua warisan budaya kuliner di kawasan ini adalah makanan asli Betawi. Sebut saja soto mie Nikmat milik keluarga Haji Sahadi.
Keberadaan soto mie khas Rancamaya, Bogor, ini sudah lebih dari setengah abad. Dari hanya berbekal pikulan dan dijajakan keliling di seputaran Krekot Bunder hingga kini sudah menempati lahan yang lumayan luas di Jalan E Karang Anyar ditambah satu cabang di ruko di Kelapa Gading.
Lokasi tempat makan ini memang tidak di pinggir jalan utama karena lebih tepat di sebut gang dan berada di lingkungan perumahan jadi bagi yang baru kenal dengan soto mie ini, agak sulit mencari. Tapi soto mie ini sudah cukup kesohor sehingga orang di seputaran Jalan Karang Anyar bisa jadi peta berjalan.
Sederhana tapi cukup bersih, begitu tampilan tempat ini. Di bagian depan ada plang bertuliskan Soto Mi Haji Sahadi. Anda datang, langsung dilayani dan biasanya Anda akan ditanya, apakah ingin soto mie campur, atau ada pilihan lain. Campuran soto mie sederhana saja, bihun, mie, kol, diguyur kuah daging dengan potongan daging. Tambahannya, risoles dan emping bulat sebesar piring ukuran sedang.
Untuk harga Rp 15.000/porsi, ukuran soto mie semangkok besar dengan daging menumpuk menutupi campuran lain, tentu sepadan. Jika Anda ingin tambah emping, ya, tambah Rp 3.000 sedangkan satu risoles dibanderol Rp 1.000.
Soal rasa, tentu perkara selera. Tapi jangan membayangkan soto mie ini seperti soto mie yang biasa Anda santap. Sebelum mencoba, tak perlu mencela. Memang ini hanya soto mie. Kesannya biasa. Tapi soto mie ini bukan hanya sudah melampaui lebih dari lima dekade tapi juga karena memang porsi dan rasanya berbeda dari soto mie lain.
Menurut Sumayadi, putra kedua dari enam bersaudara, yang kini bergantian dengan adik-adiknya menjalankan bisnis ayahnya, Haji Sahadi, daging yang digunakan sejak jaman sang ayah adalah daging kepala dan urat ditambah daging sop (daging iga). Hajah Mumun, istri Haji Sahadi, memang diserahi tugas mengelola bisnis ini namun karena usia beranjak senja, maka urusan ini akhirnya diturunkan pada keenam putra-putrinya.
”Kita bergantian seminggu-seminggu jaga di sini,” kata Sumayadi. Khusus untuk cabang di ruko Kelapa Gading, di Jalan Boulevard Raya FX1 no 3, yang mengelola adik dan kakak perempuan Sumayadi.
Buat yang suka makanan berkuah, di siang yang panas atau siang selepas hujan, soto mie ini bisa jadi pas. Bumbu dan kuah daging, apalagi jika ditambah sambal, ini beradu dan menghasilkan rasa yang bikin mulut enggan berhenti menyeruput sampai kuah ludes.
Soto Mi Nikmat Haji Sahadi buka dari Senin-Minggu sejak pukul 08.00 hingga pukul 19.00.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Seafood
Sate
KAWASAN Sawah Besar atau Sao Besar, termasuk di dalamnya Pasar Baru, Krekot Bunder, Pecenongan punya sejarah yang cukup panjang. Meski seperti yang biasa terjadi di negeri ini, tapak sejarah itu sudah tak lagi berbekas. Sebut saja tempat tinggal keluarga Thamrin Moehammad Thabri (ayah Hoesni Thamrin) dan tempat tinggal Hoesni Thamrin setelah berkeluarga yang sudah menjadi pertokoan.
Jika secara fisik banyak warisan sejarah dibabat habis, tak demikian dengan warisan budaya kuliner, khususnya. Meski demikian, pedagang harus terus bertahan melawan masuknya menu asing dan menu tradisional yang dikemas mewah.
Kalau kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, dikenal sebagai pecinan dengan warisan budaya kuliner yang tak akan habis digali, maka kawasan Sawah Besar disebut sebagai kampung Betawi. Meski demikian, tak semua warisan budaya kuliner di kawasan ini adalah makanan asli Betawi. Sebut saja soto mie Nikmat milik keluarga Haji Sahadi.
Keberadaan soto mie khas Rancamaya, Bogor, ini sudah lebih dari setengah abad. Dari hanya berbekal pikulan dan dijajakan keliling di seputaran Krekot Bunder hingga kini sudah menempati lahan yang lumayan luas di Jalan E Karang Anyar ditambah satu cabang di ruko di Kelapa Gading.
Lokasi tempat makan ini memang tidak di pinggir jalan utama karena lebih tepat di sebut gang dan berada di lingkungan perumahan jadi bagi yang baru kenal dengan soto mie ini, agak sulit mencari. Tapi soto mie ini sudah cukup kesohor sehingga orang di seputaran Jalan Karang Anyar bisa jadi peta berjalan.
Sederhana tapi cukup bersih, begitu tampilan tempat ini. Di bagian depan ada plang bertuliskan Soto Mi Haji Sahadi. Anda datang, langsung dilayani dan biasanya Anda akan ditanya, apakah ingin soto mie campur, atau ada pilihan lain. Campuran soto mie sederhana saja, bihun, mie, kol, diguyur kuah daging dengan potongan daging. Tambahannya, risoles dan emping bulat sebesar piring ukuran sedang.
Untuk harga Rp 15.000/porsi, ukuran soto mie semangkok besar dengan daging menumpuk menutupi campuran lain, tentu sepadan. Jika Anda ingin tambah emping, ya, tambah Rp 3.000 sedangkan satu risoles dibanderol Rp 1.000.
Soal rasa, tentu perkara selera. Tapi jangan membayangkan soto mie ini seperti soto mie yang biasa Anda santap. Sebelum mencoba, tak perlu mencela. Memang ini hanya soto mie. Kesannya biasa. Tapi soto mie ini bukan hanya sudah melampaui lebih dari lima dekade tapi juga karena memang porsi dan rasanya berbeda dari soto mie lain.
Menurut Sumayadi, putra kedua dari enam bersaudara, yang kini bergantian dengan adik-adiknya menjalankan bisnis ayahnya, Haji Sahadi, daging yang digunakan sejak jaman sang ayah adalah daging kepala dan urat ditambah daging sop (daging iga). Hajah Mumun, istri Haji Sahadi, memang diserahi tugas mengelola bisnis ini namun karena usia beranjak senja, maka urusan ini akhirnya diturunkan pada keenam putra-putrinya.
”Kita bergantian seminggu-seminggu jaga di sini,” kata Sumayadi. Khusus untuk cabang di ruko Kelapa Gading, di Jalan Boulevard Raya FX1 no 3, yang mengelola adik dan kakak perempuan Sumayadi.
Buat yang suka makanan berkuah, di siang yang panas atau siang selepas hujan, soto mie ini bisa jadi pas. Bumbu dan kuah daging, apalagi jika ditambah sambal, ini beradu dan menghasilkan rasa yang bikin mulut enggan berhenti menyeruput sampai kuah ludes.
Soto Mi Nikmat Haji Sahadi buka dari Senin-Minggu sejak pukul 08.00 hingga pukul 19.00.
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Seafood
Sate
Sate Ayam Ponorogo Mbah Tukri Sobikun
SATE AYAM PONOROGO: DARI BUNG KARNO HINGGA RHOMA IRAMA
Ditulis oleh sate ponorogo pawon ratu jakarta
Presiden pertama kita Bung Karno memang penggila sate ayam. Konon selang beberapa jam setelah memproklamasikan kemerdekan RI, beliau ketemu tukang sate ayam dalam perjalanan pulang. Dan tanpa ragu dihentikannya tukang sate tersebut. Tidak kurang 60 tusuk sate ayam disantapnya, di sebuah gang di Jakarta, di pinggir got…Image
Sate Mbah Tukri Masuk Istana
Pada tahun 1960-an, pada sebuah kunjungan kerja ke Ponorogo, Bung Karno diajak mampir oleh pejabat setempat untuk mencoba sate ayam Ponorogo Mbah Tukri Sobikun. Beliau kontan jatuh hati. Sejak itu, seminggu sekali pada hari Jum’at, Sabtu atau Minggu, sate ayam Mbah Tukri terbang ke Jakarta, masuk istana negara. Seorang pejabat di Lanud Iswahyudi Madiun ditugasi khusus untuk mengurusi penerbangan sate ayam ini. Sejak itu sate ayam Ponorogo “resmi” menjadi menu istana negara. Pak Harto dan Mbak Mega adalah juga penggemar beratnya.
Pada tahun 1960-an, pada sebuah kunjungan kerja ke Ponorogo, Bung Karno diajak mampir oleh pejabat setempat untuk mencoba sate ayam Ponorogo Mbah Tukri Sobikun. Beliau kontan jatuh hati. Sejak itu, seminggu sekali pada hari Jum’at, Sabtu atau Minggu, sate ayam Mbah Tukri terbang ke Jakarta, masuk istana negara. Seorang pejabat di Lanud Iswahyudi Madiun ditugasi khusus untuk mengurusi penerbangan sate ayam ini. Sejak itu sate ayam Ponorogo “resmi” menjadi menu istana negara. Pak Harto dan Mbak Mega adalah juga penggemar beratnya.
Catatan sejarah menyebutkan sejak tahun 1900-an sate ayam Ponorogo sudah dikenal orang. Beberapa bupati dan para petinggi perkebunan di Jawa Timur pada jaman kolonial sudah menjadi penggemar sate ayam ini. Hingga tahun 2007 tercatat paling tidak 3 legenda “seniman” sate ayam Ponorogo, yakni Mbah Tukri Sobikun, Pak Bagong dan Pak Siboen. Masing-masing membawa “gagrak”, genre, pada pengolahan dan cita rasa akhir sate ayamnya. Namun, secara garis besar ada kesamaannya, yakni bumbu kacang nan lembut dan harum plus cara pembakaran yang berulang.
13 Rempah dalam Bumbu Kacangnya
Apa sebenarnya rahasia dari warisan kuliner kuno Jawa yang bernama sate ayam Ponorogo ini hingga membuatnya menjadi sajian yang paripurna dalam cita rasa? Jawabannya adalah penanganan yang total: mulai dari ayam, bumbu kacang, bumbu rendaman hingga cara pembakarannya, dari awal hingga akhir.
Mula-mula ayam dibersihkan dan dicuci bersih dengan air jeruk, setelah itu dikupas kulit dan lemak-lemaknya. Daging ayam kemudian disayat tipis-tipis memanjang agar bumbu bisa lebih meresap. Bumbu kacangannya terdiri tidak kurang dari 13 bahan rempah, mulai dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, daun jeruk dan seterusnya. Semua dibakar, tidak digoreng. Kacangnya sendiri harus dipilih kacang lokal, dan untuk menghilangkan rasa getirnya, mata kacang harus dibuang satu-satu. Bayangkan…
Proses pembakaran satenya sendiri dilakukan berulang-ulang. Tidak kurang melewati 4 bumbu rendaman! Namun, dengan cara ini dihasilkan sate ayam yang luar biasa harum dan gurih. Tekstur daging ayamnya pun masih tampak, coklat kekuningan. Kebanyakan sate ayam Ponorogo, karena direndam gula asem, mampu bertahan 2 hari tanpa masuk kulkas,
Warisan Resep Otentik
Sampai hari ini pun, Mbak Mega jika ziarah ke makam ayahandanya di Blitar, atau jika Bang haji Rhoma Irama sowan ke salah satu kyai di Kediri pasti akan mampir ke warung Pak Siboen. Sementara sate ayam Mbah Tukri kini sudah go national dengan format besekan…
Berdasarkan resep kuno keluarga, Sate Ponorogo Pawon Ratu ingin mengenalkan otentisitas sate Ponorogo kepada Anda sekeluarga. Tidak hanya sate ayam, kami juga menyajikan sate kambing dengan irisan daun jeruk dan iga bakar bumbu kluwek. Silahkan coba juga gule dan tongseng kami yang harum dan mak nyuss…
SATE PONOROGO “PAWON RATU”
Sate Ayam, Kambing, Iga Bakar, Gule & Tongseng
Gerai dan Informasi Pesanan:
Jl. Radar Auri 15 –seberang Perum Auri—Cimanggis, Depok
Telp. 021-32039248
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Soto
Seafood
Ditulis oleh sate ponorogo pawon ratu jakarta
Presiden pertama kita Bung Karno memang penggila sate ayam. Konon selang beberapa jam setelah memproklamasikan kemerdekan RI, beliau ketemu tukang sate ayam dalam perjalanan pulang. Dan tanpa ragu dihentikannya tukang sate tersebut. Tidak kurang 60 tusuk sate ayam disantapnya, di sebuah gang di Jakarta, di pinggir got…Image
Sate Mbah Tukri Masuk Istana
Pada tahun 1960-an, pada sebuah kunjungan kerja ke Ponorogo, Bung Karno diajak mampir oleh pejabat setempat untuk mencoba sate ayam Ponorogo Mbah Tukri Sobikun. Beliau kontan jatuh hati. Sejak itu, seminggu sekali pada hari Jum’at, Sabtu atau Minggu, sate ayam Mbah Tukri terbang ke Jakarta, masuk istana negara. Seorang pejabat di Lanud Iswahyudi Madiun ditugasi khusus untuk mengurusi penerbangan sate ayam ini. Sejak itu sate ayam Ponorogo “resmi” menjadi menu istana negara. Pak Harto dan Mbak Mega adalah juga penggemar beratnya.
Pada tahun 1960-an, pada sebuah kunjungan kerja ke Ponorogo, Bung Karno diajak mampir oleh pejabat setempat untuk mencoba sate ayam Ponorogo Mbah Tukri Sobikun. Beliau kontan jatuh hati. Sejak itu, seminggu sekali pada hari Jum’at, Sabtu atau Minggu, sate ayam Mbah Tukri terbang ke Jakarta, masuk istana negara. Seorang pejabat di Lanud Iswahyudi Madiun ditugasi khusus untuk mengurusi penerbangan sate ayam ini. Sejak itu sate ayam Ponorogo “resmi” menjadi menu istana negara. Pak Harto dan Mbak Mega adalah juga penggemar beratnya.
Catatan sejarah menyebutkan sejak tahun 1900-an sate ayam Ponorogo sudah dikenal orang. Beberapa bupati dan para petinggi perkebunan di Jawa Timur pada jaman kolonial sudah menjadi penggemar sate ayam ini. Hingga tahun 2007 tercatat paling tidak 3 legenda “seniman” sate ayam Ponorogo, yakni Mbah Tukri Sobikun, Pak Bagong dan Pak Siboen. Masing-masing membawa “gagrak”, genre, pada pengolahan dan cita rasa akhir sate ayamnya. Namun, secara garis besar ada kesamaannya, yakni bumbu kacang nan lembut dan harum plus cara pembakaran yang berulang.
13 Rempah dalam Bumbu Kacangnya
Apa sebenarnya rahasia dari warisan kuliner kuno Jawa yang bernama sate ayam Ponorogo ini hingga membuatnya menjadi sajian yang paripurna dalam cita rasa? Jawabannya adalah penanganan yang total: mulai dari ayam, bumbu kacang, bumbu rendaman hingga cara pembakarannya, dari awal hingga akhir.
Mula-mula ayam dibersihkan dan dicuci bersih dengan air jeruk, setelah itu dikupas kulit dan lemak-lemaknya. Daging ayam kemudian disayat tipis-tipis memanjang agar bumbu bisa lebih meresap. Bumbu kacangannya terdiri tidak kurang dari 13 bahan rempah, mulai dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, daun jeruk dan seterusnya. Semua dibakar, tidak digoreng. Kacangnya sendiri harus dipilih kacang lokal, dan untuk menghilangkan rasa getirnya, mata kacang harus dibuang satu-satu. Bayangkan…
Proses pembakaran satenya sendiri dilakukan berulang-ulang. Tidak kurang melewati 4 bumbu rendaman! Namun, dengan cara ini dihasilkan sate ayam yang luar biasa harum dan gurih. Tekstur daging ayamnya pun masih tampak, coklat kekuningan. Kebanyakan sate ayam Ponorogo, karena direndam gula asem, mampu bertahan 2 hari tanpa masuk kulkas,
Warisan Resep Otentik
Sampai hari ini pun, Mbak Mega jika ziarah ke makam ayahandanya di Blitar, atau jika Bang haji Rhoma Irama sowan ke salah satu kyai di Kediri pasti akan mampir ke warung Pak Siboen. Sementara sate ayam Mbah Tukri kini sudah go national dengan format besekan…
Berdasarkan resep kuno keluarga, Sate Ponorogo Pawon Ratu ingin mengenalkan otentisitas sate Ponorogo kepada Anda sekeluarga. Tidak hanya sate ayam, kami juga menyajikan sate kambing dengan irisan daun jeruk dan iga bakar bumbu kluwek. Silahkan coba juga gule dan tongseng kami yang harum dan mak nyuss…
SATE PONOROGO “PAWON RATU”
Sate Ayam, Kambing, Iga Bakar, Gule & Tongseng
Gerai dan Informasi Pesanan:
Jl. Radar Auri 15 –seberang Perum Auri—Cimanggis, Depok
Telp. 021-32039248
Sumber : jalanasik.com
Lihat Juga :
Soto
Seafood
Sate Ayam dan Sate Kambing Haji Romli RSPP
Sate Ayam dan Sate Kambing
Untuk sate ayam, sate RSPP baik dari H Romli maupun Pak Muri, keduanya memiliki ciri khas yang sama yaitu memiliki potongan daging ayam yang gemuk lalu ditusuk berseling kulit. Setelah itu, dibakar dengan kipas tradisional dan bukan kipas angin listrik. Hasilnya adalah aroma sate yang nikmat dengan rasa daging begitu gurih dan lembut. Setelah itu, di gerobak sate, sate yang sudah dibakar ditambah dengan bumbu kacang yang sedap dan lembut, kecap, dan taburan bawang goreng.
Begitu juga dengan sate kambing. Rasanya juga nikmat dengan bumbu kecap yang lezat. Daging kambing yang empuk membuat sate kambing di sini begitu lezat. Dan seperti tradisi di sini, semuanya dibakar dengan kipas tradisinal yang membuat daging menjadi matang dan bumbu meresap ke dalam.
Untuk seporsi sate ayam, harganya Rp. 13.000,-. Sedangkan jika Anda ingin menambah lontong, Anda harus menambah Rp. 2.000,-. Jadi dengan total Rp. 15.000,- Anda bisa menikmati sate ayam yang lezat. Sedangkan untuk sate kambing harganya Rp. 15.000,- per porsi. Untuk urusan minuman, Anda tinggal memesan di restoran Yamin yang menyediakan berbagai jus dan es. Tentunya pembayaran sate dan jus di restoran Yamin terpisah.
Tentunya menikmati sate di sini membuat rasa dan aroma sate yang kuat terbawa hingga ke rumah. Dan Anda tentunya akan merencanakan mengunjungi lagi. Pada siang hari biasanya ramai dikunjungi karyawan yang bekerja di Jakarta. Sedangkan pada malam hari, juga tetap ramai dikunjungi apalagi pada akhir pekan. Jika Anda siap mengantri maka Anda akan menikmati rasa yang khas dari Sate H Romli atau Sate Pak Muri ini.
Sumber : kumpulan.info
Lihat Juga :
Soto
Seafood
Festival Kelezatan Sepenuh Hati
Festival Jajanan Bango 2009
Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Sabtu, 23 Mei 2009 dan Minggu, 24 Mei 2009
Untuk terus melestarikan makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar Festival Jajanan Bango (FJB) yang melibatkan ratusan penjaja makanan tradisional dari berbagai kota di Indonesia. Festival tahun ini dikemas dengan tajuk “Festival Kelezatan Sepenuh Hati” yang menonjolkan empat pilar utama, yaitu bahan baku pilihan, resep warisan, cara memasak otentik dan penyajian orisinal.
Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam menumbuh kembangkan sektor UKM bidang kuliner serta menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia melalui wisata kuliner. Bango menyadari bahwa makanan (kuliner) adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi FJB. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.
Ada yang baru di Festival Jajanan Bango tahun ini. Kini para penjaja makanan dibikin berbeda antara hari pertama dan kedua. Jadi alangkah nikmatnya bila kita berkunjung di hari Sabtu, juga di hari Minggunya.
Segala kelezatan menyatu dengan sepenuh hati di Festival Jajanan Bango 2009.
FJB menyajikan aneka ragam makanan tradisional khas Jakarta dan menghadirkan Duta Bango dari 8 kota:
Sabtu, 23 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam & Ikan Bakar Taliwang PSKD
3. Ayam Bakar Mas Mono
4. Ayam Penyet Depot Soto Sulung Suroboyo Bu Laminten
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakwan Malang Cak Uban
8. Baso Joni Ciragil
9. Bebek Goreng Yogi
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta Rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Empal Gentong Cirebon Ibu Lili
14. Gabus Pucung & Pecak Gurame Bpk. Misan
15. Gado-gado Bon Bin
16. Iga Bakar Warung Melo
17. Ikan Bakar Nasri
18. Kari Umbi
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur H. Mahmud
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Seulawah Benhil
24. Mi Ayam Pak Loso Kumis Jl. Irian/ Lombok
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
28. Nasi Pecel Bu Linawati
29. Nasi Timbel Proklamasi
30. Nasi Uduk & Ayam Goreng H. Babe Saman
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. RM. Pelangi
34. Rujak Juhi Petojo
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Buntut Cut Mutia
39. Sop Kaki Kambing Enday
40. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
41. Soto Betawi Mpok Rodemah
42. Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut Jl. Sabang
43. Soto Kaki Sapi Mencos
44. Soto Kudus Otista
45. Soto Mie Suwiryo
46. Soto Tangkar Aneka Sari H. Diding
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Tongseng Jati Negara W Sederhana
51. Warung Anglo
52. Asinan Betawi Ny. Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
Minggu, 24 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam Bakar Cahyo
3. Ayam Bakar Jepang
4. Ayam Penyet & Soto Ayam Depot Ria
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakso Gepeng “Terserah”
8. Bakwan Malang Cak Uban
9. Bebek Tiktok Van Depok
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Dapur Buntut
14. Empal Gentong Khas Cirebon Tebet
15. Gabus Pucung & pecak Gurame Bpk. Misan
16. Gado-gado Kertanegara
17. Iga Bakar Warung Melo
18. Ikan Bakar & Sop Iga Bang Yus
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur Sukarna
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Kana
24. Mie Ayam Bloon
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Lalan Bhakti
28. Nasi Pecel Madiun Bu Suyati
29. Nasi Timbel Omah Sendok
30. Nasi Uduk Gondangdia Cahaya Asli
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. Rm. Pelangi
34. Rujak Juhi Pak Tata
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Kaki Kambing H. Dudung
39. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
40. Soto Betawi Bang Tata
41. Soto Ceker Ayam Arifin Gandaria II
42. Soto Kaki Sapi Mencos
43. Soto Kudus Otista
44. Soto Mie Saroja
45. Soto Tangkar & Sate Daging Sapi Khas Betawi
46. Tahu Baso Bandung Cipete
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Warung Anglo
51. Warung Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi
52. Asinan Betawi Ny Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
___________________________________________________
Jajanan Pasar:
1. Asinan Betawi Ny. Isye
2. Es Durian Medan
3. Ice Cream Ragusa
4. Pempek @Bing
5. Es Goyang & Selendang Mayan
6. Es Cingcau Ciragil
7. Sate Padang Pariaman
8. Kue Khas Betawi
9. Kerak Telor
10. Kue Khas Palembang
Para Duta Bango yang bakal tampil di FJB 09:
Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung)
Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan)
Tengkleng Ibu Edi (Solo)
Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya)
Sop Saudara Jl. Irian (Makassar)
Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta)
Tahu Bakso Ibu Pudji- Ungaran (Semarang)
Pondok Sate Pejompongan (Jakarta)
Sumber: Seputar-eo.com
Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Sabtu, 23 Mei 2009 dan Minggu, 24 Mei 2009
Untuk terus melestarikan makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar Festival Jajanan Bango (FJB) yang melibatkan ratusan penjaja makanan tradisional dari berbagai kota di Indonesia. Festival tahun ini dikemas dengan tajuk “Festival Kelezatan Sepenuh Hati” yang menonjolkan empat pilar utama, yaitu bahan baku pilihan, resep warisan, cara memasak otentik dan penyajian orisinal.
Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam menumbuh kembangkan sektor UKM bidang kuliner serta menggairahkan sektor pariwisata di Indonesia melalui wisata kuliner. Bango menyadari bahwa makanan (kuliner) adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi FJB. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.
Ada yang baru di Festival Jajanan Bango tahun ini. Kini para penjaja makanan dibikin berbeda antara hari pertama dan kedua. Jadi alangkah nikmatnya bila kita berkunjung di hari Sabtu, juga di hari Minggunya.
Segala kelezatan menyatu dengan sepenuh hati di Festival Jajanan Bango 2009.
FJB menyajikan aneka ragam makanan tradisional khas Jakarta dan menghadirkan Duta Bango dari 8 kota:
Sabtu, 23 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam & Ikan Bakar Taliwang PSKD
3. Ayam Bakar Mas Mono
4. Ayam Penyet Depot Soto Sulung Suroboyo Bu Laminten
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakwan Malang Cak Uban
8. Baso Joni Ciragil
9. Bebek Goreng Yogi
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta Rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Empal Gentong Cirebon Ibu Lili
14. Gabus Pucung & Pecak Gurame Bpk. Misan
15. Gado-gado Bon Bin
16. Iga Bakar Warung Melo
17. Ikan Bakar Nasri
18. Kari Umbi
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur H. Mahmud
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Seulawah Benhil
24. Mi Ayam Pak Loso Kumis Jl. Irian/ Lombok
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
28. Nasi Pecel Bu Linawati
29. Nasi Timbel Proklamasi
30. Nasi Uduk & Ayam Goreng H. Babe Saman
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. RM. Pelangi
34. Rujak Juhi Petojo
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Buntut Cut Mutia
39. Sop Kaki Kambing Enday
40. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
41. Soto Betawi Mpok Rodemah
42. Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut Jl. Sabang
43. Soto Kaki Sapi Mencos
44. Soto Kudus Otista
45. Soto Mie Suwiryo
46. Soto Tangkar Aneka Sari H. Diding
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Tongseng Jati Negara W Sederhana
51. Warung Anglo
52. Asinan Betawi Ny. Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
Minggu, 24 Mei 2009
1. Nasi Campur Ajengan Bali
2. Ayam Bakar Cahyo
3. Ayam Bakar Jepang
4. Ayam Penyet & Soto Ayam Depot Ria
5. Bakmi Jawa H. Minto
6. Bakso Bakar dan Ceker Senayan
7. Bakso Gepeng “Terserah”
8. Bakwan Malang Cak Uban
9. Bebek Tiktok Van Depok
10. Bubur Ase Betawi Bu Asnah - Neh
11. Bubur Ayam Attoyibbah
12. Cipta rasa Nasi Ulam Misjaya
13. Dapur Buntut
14. Empal Gentong Khas Cirebon Tebet
15. Gabus Pucung & pecak Gurame Bpk. Misan
16. Gado-gado Kertanegara
17. Iga Bakar Warung Melo
18. Ikan Bakar & Sop Iga Bang Yus
19. Ketoprak Gandaria
20. Ketupat Sayur Sukarna
21. Kwetiauw Aciap
22. Martabak Kubang
23. Mie Aceh Kana
24. Mie Ayam Bloon
25. Nasi Bakar Selera Pedas
26. Nasi Gila Gondrong Menteng Basuki
27. Nasi Goreng Lalan Bhakti
28. Nasi Pecel Madiun Bu Suyati
29. Nasi Timbel Omah Sendok
30. Nasi Uduk Gondangdia Cahaya Asli
31. Nasi Ulam Bu Yoyo
32. Pondok Sate Pejompongan
33. Rm. Pelangi
34. Rujak Juhi Pak Tata
35. Sate Bang Tohir Kalibata
36. Sate Tegal Abu Salim
37. Seafood 68 Santa
38. Sop Kaki Kambing H. Dudung
39. Soto Ayam Ambengan Bpk Asrif
40. Soto Betawi Bang Tata
41. Soto Ceker Ayam Arifin Gandaria II
42. Soto Kaki Sapi Mencos
43. Soto Kudus Otista
44. Soto Mie Saroja
45. Soto Tangkar & Sate Daging Sapi Khas Betawi
46. Tahu Baso Bandung Cipete
47. Tahu Petis Yudistira
48. Tahu Slawi & Tempe Mendoan Jl. Barito
49. Tahu Super Pong Lym
50. Warung Anglo
51. Warung Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi
52. Asinan Betawi Ny Isye
53. Dodol dan Geplak Ibu Nining
54. Ice Cream Ragusa
55. Pempek @Bing
___________________________________________________
Jajanan Pasar:
1. Asinan Betawi Ny. Isye
2. Es Durian Medan
3. Ice Cream Ragusa
4. Pempek @Bing
5. Es Goyang & Selendang Mayan
6. Es Cingcau Ciragil
7. Sate Padang Pariaman
8. Kue Khas Betawi
9. Kerak Telor
10. Kue Khas Palembang
Para Duta Bango yang bakal tampil di FJB 09:
Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung)
Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan)
Tengkleng Ibu Edi (Solo)
Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya)
Sop Saudara Jl. Irian (Makassar)
Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta)
Tahu Bakso Ibu Pudji- Ungaran (Semarang)
Pondok Sate Pejompongan (Jakarta)
Sumber: Seputar-eo.com
Menu Andalan: Soto campur
Range Harga: 10,000 - 30,000
Lokasi: Jl. Kebon Nanas III, bisa masuk dari OTISTA atau By Pass
Jam buka: 09:00 - 20:00
Halal?: Ya
Deskripsi: Untuk menambah perbendaharaan per soto kudusan di Jakarta, silahkan coba soto di rumah makan ini.
Lokasinya ada di Jl. Kebon Nanas III. Kalo dari cawang by pass arah jati negara, pas traffic light kebon nanas belok kiri nanjak (karena jalannya menanjak) kira2 setelah 150 meter pas dipengkolan pertama kita akan langsung lihat rumah makan soto kudus dikanan jalan.
Posisinya emang bener2 pas ditikungan tetapi jangan khawatir karena petugas parkir akan membantu kita parkir disana.
Soto Kudus campur dimakan pakai perkedel kentang dan sate paru menjadi menu favorit saya disini. Jangan lupa menambahkan jeruk nipis dan sambel kecap untuk membuat rasa soto semakin nikmat.
Mengenai rasa saya serahkan sendiri kepada para pemirsa... tapi kalau saya pribadi, saya pilih makan soto kudus disini dibanding rumah makan soto kudus lain di Jakarta.
Selamat mencoba....
Lokasinya ada di Jl. Kebon Nanas III. Kalo dari cawang by pass arah jati negara, pas traffic light kebon nanas belok kiri nanjak (karena jalannya menanjak) kira2 setelah 150 meter pas dipengkolan pertama kita akan langsung lihat rumah makan soto kudus dikanan jalan.
Posisinya emang bener2 pas ditikungan tetapi jangan khawatir karena petugas parkir akan membantu kita parkir disana.
Soto Kudus campur dimakan pakai perkedel kentang dan sate paru menjadi menu favorit saya disini. Jangan lupa menambahkan jeruk nipis dan sambel kecap untuk membuat rasa soto semakin nikmat.
Mengenai rasa saya serahkan sendiri kepada para pemirsa... tapi kalau saya pribadi, saya pilih makan soto kudus disini dibanding rumah makan soto kudus lain di Jakarta.
Selamat mencoba....
Jajanan Soto
Menu Andalan: Soto campur
Range Harga: 10,000 - 30,000
Lokasi: Jl. Kebon Nanas III, bisa masuk dari OTISTA atau By Pass
Jam buka: 09:00 - 20:00
Halal?: Ya
Deskripsi: Untuk menambah perbendaharaan per soto kudusan di Jakarta, silahkan coba soto di rumah makan ini.
Lokasinya ada di Jl. Kebon Nanas III. Kalo dari cawang by pass arah jati negara, pas traffic light kebon nanas belok kiri nanjak (karena jalannya menanjak) kira2 setelah 150 meter pas dipengkolan pertama kita akan langsung lihat rumah makan soto kudus dikanan jalan.
Posisinya emang bener2 pas ditikungan tetapi jangan khawatir karena petugas parkir akan membantu kita parkir disana.
Soto Kudus campur dimakan pakai perkedel kentang dan sate paru menjadi menu favorit saya disini. Jangan lupa menambahkan jeruk nipis dan sambel kecap untuk membuat rasa soto semakin nikmat.
Mengenai rasa saya serahkan sendiri kepada para pemirsa... tapi kalau saya pribadi, saya pilih makan soto kudus disini dibanding rumah makan soto kudus lain di Jakarta.
Selamat mencoba....
Lokasinya ada di Jl. Kebon Nanas III. Kalo dari cawang by pass arah jati negara, pas traffic light kebon nanas belok kiri nanjak (karena jalannya menanjak) kira2 setelah 150 meter pas dipengkolan pertama kita akan langsung lihat rumah makan soto kudus dikanan jalan.
Posisinya emang bener2 pas ditikungan tetapi jangan khawatir karena petugas parkir akan membantu kita parkir disana.
Soto Kudus campur dimakan pakai perkedel kentang dan sate paru menjadi menu favorit saya disini. Jangan lupa menambahkan jeruk nipis dan sambel kecap untuk membuat rasa soto semakin nikmat.
Mengenai rasa saya serahkan sendiri kepada para pemirsa... tapi kalau saya pribadi, saya pilih makan soto kudus disini dibanding rumah makan soto kudus lain di Jakarta.
Selamat mencoba....
Langganan:
Postingan (Atom)


