Tampilkan postingan dengan label Loewy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Loewy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Sajian Christmas High Tea di Pacific Place

The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place siap meracikn gourmet set mewah, spesial bagi anda pada Natal kali ini.

Natal adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan kegembiraan, tak perlu berpikir akan repotnya menjamu orang–orang terdekat dengan ragam menu lezat, biarkan koki-koki handal The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place yang akan meraciknya untuk anda dengan gourmet set mewah, spesial bagi anda yang merayakan momen istimewa Natal .

Sajian Christmas High Tea tersedia dengan rangkaian menu lezat serta minuman traditional Gluhwein atau eggnog, sementara bermacam kue kering, Lebkuchen, Yule log dan Croque-enbouche tersedia dilengkapi display ragam kue–kue manis sebagai complement lezat. Menikmati kue – kue lezat semakin sempurna ditemani ragam rasa teh traditional mulai dari Earl Grey hingga chamomile, green tea dan English breakfast, tak lupa segelas champagne untuk menyempurnakan perayaan.

Christmas eve hadir dengan suasana perayaan natal yang meriah, chef executive Sean Macdougall meracik bermacam menu spesial dan malam natal semakin begitu menyenangkan dengan kejutan kunjungan santa dan alunan merdu nyanyian natal Christmas Carols. Tepat di hari Natal, anda akan merasakan nuansa spirit Natal di Christmas day Brunch dengan kemeriahan live musik, Christmas Carol serta rangkaian favorit ekstravaganza di Pacific restaurant & Lounge.

Jangan lupa mengunjungi Santa Claus karena ia sesuatu yang spesial untuk semua orang. Rangkaian kegembiraan perayaan Natal juga bisa anda rasakan di Sunday Brunch dengan live entertainment, Champagne, cooking station dan masih banyak lagi.

Pastikan Natal kali ini jadi moment spesial bagi anda dan orang–orang terdekat dengan rasa hikmat kebersamaan serta rasa syukur atas nikmat kasih Tuhan untuk segala berkah yang telah anda dimiliki. Enjoy Your Christmas guys!

* Christmas High Tea, tersedia mulai Senin hingga Jumat pada jam 15:00 – 17:30 wib, dengan harga Rp.128.000++ per orang untuk high tea dan Rp..168.000++ per orang untuk high tea dengan pilihan Gluhwein, eggnog dan segelas champagne.

* Christmas Eve Dinner tersedia pada jam 19:00 – 21:30 wib dan Christmas Day Brunch tersedia 12:00 – 15:00 wib, dengan harga Rp.318.000++ per orang termasuk free flow juice dan iced tea, Rp.418.000++ per orang termasuk free flow wine pilihan juga beer, Rp.158.000 per anak (usia 5 – 12 tahun)

* Sunday Brunch tersedia 12: 00 – 15:00 wib dengan harga Rp.218.000++ per orang termasuk free flow juice dan iced tea, Rp.318.000++ per orang termasuk free flow wine pilihan juga beer, Rp.128.000 per anak (usia 5 – 12 tahun)


* woman.kapanlagi

Bubur dengan Hanya Suwiran Daging Ayam, Cakwe & Bawang Goreng

Kalau Anda tengah berada di kota Bandung dan melintas di jalan Sudirman tengok ke sebelah kanan, tepatnya setelah Pasar Andir. Sebuah gerobak sederhana selalu ramai oleh penggemar bubur ayam.

Mereka tanpa canggung duduk di bangku plastik menikmati lezatnya bubur yang hanya menambahkan suwiran daging ayam, cakwe dan bawang goreng ini. Begitu tiap akhir pekan datang, maka sederetan mobil terparkir berjajar di sana. Adalah bubur ayam Pak Otong, begitu nama yang tertera di spanduk yang menempel di dinding.


Sejak berdiri 1948, bubur disajikan hanya berupa bubur nasi ditaburi suwiran daging ayam, cakwe dan bawang goreng. Padahal biasanya bubur ayam ditambah dengan beragam tambahan semisal kecap manis atau asin, bawang seledri, kacang kedelai dan kerupuk.[break]


Kendati tampak sederhana namun soal rasa jangan ditanyaa, memang terbukti rasa gurih lengket dalam bubur. Ini karena bubur diolah dengan dicampur kaldu rebusan daging ayam. Kegurihan kian terasa di lidah lantaran suwiran daging dan cakwe sangat kentara. Belum lagi ditambah aroma serta rasa bawang merah goreng yang digoreng garing, semakin menambah sensasi kala melewati tenggorokan.


Bagi Anda yang suka pedas, manis atau asin, di atas meja telah tersedia aneka bumbu tambahan dan sambal yang akan membuat bubur semakin nikmat. Dijamin dengan harga 10 ribu rupiah, bakal menghilangkan rasa lapar Anda dan membawa kenangan tersendiri. Bubur Pak Otong buka setiap hari pukul 17.00 Wib hingga dini hari.


* woman.kapanlagi

Senin, 22 November 2010

"TEC Cafe" Nuansa Surabaya Tempo Doeloe

Satu lagi tempat untuk 'memanjakan' lidah hadir di Surabaya, TEC Cafe namanya. Menilik dari nama yang disandang tentu sudah bisa ditebak lokasi dari kafe tersebut. Ya, TEC Cafe hadir di pusat IT Tunjungan Elektronic Centre (TEC) Surabaya.

Meski berada di tempat yang dikelilingi produk-roduk IT namun soal harga TEC Cafe akan membuat Anda tersenyum puas. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu perut Anda dijamin akan merasa kenyang.

Tony Praduka, Promo Manager TEC, menuturkan jika kafe yang berada di lantai 3 itu memiliki servis layaknya resto bintang 5. "Makan enak dengan servis bintang 5 akan didapat saat berkunjung ke TEC Cafe," promo Tony, Rabu (5/5).

Terdapat 12 menu pada kafe berkapasitas 50 orang itu. Ke-12 menu tersebut terbagi dalam 3 karakter yakni Indonesian Food, Chinese Food, dan Western Food. Untuk menu Indonesian Food akan dijumpai masakan khas Indonesia seperti nasi rawon, nasi goreng Jawa, dan nasi campur. Sedangkan menu Chinese Food terdapat pilihan nasi ayam Kungpao, bakmi goreng, hingga nasi goreng ikan asin.

Penggemar masakan barat pun akan disuguhi menu spaghetti bolognaise maupun spaghetti marinara. Kenikmatan menu-menu tersebut tersaji dengan harga hanya Rp 10 ribu. "Harga yang diberikan sudah termasuk minuman," imbuh Tony.

Selain harga yang istimewa, TEC Cafe juga menyuguhkan nuansa Surabaya tempo dulu. Ini terlihat pada beberapa gambar bangunan kuno Surabaya yang terpasang di area kafe. "TEC ini berada di kawasan jalan Tunjungan, salah satu tempat bersejarah di Surabaya, maka dari itu kita hadirkan nuansa Toendjoengan Tempo Doeloe melalui sejumlah gambar mulai dari bangunan maupun kondisi tempo dulu," jelas Tony. Bagi Anda yang ingin bernostalgia, TEC Cafe bisa jadi pilihan tepat.


* metrogaya

20 Jenis Masakan Nusantara di The cafe

Memasuki bulan Februari ini, The Cafe -sebuah resto di area hotel Java Paragon- menghidangkan menu istimewa bagi para pengunjungnya. Indonesia Food, inilah menu istimewa yang disajikan The Café. “Sajian masakan Indonesia ini khusus kami hadirkan karena banyaknya permintaan pengunjung yang cukup apresiatif terhadap menu-menu lokal,” jelas Dwi Harjoko, Executive Chef Hotel Java Paragon, Selasa (2/2).

Setidaknya terdapat 20 jenis masakan dari berbagai daerah di nusantara yang disuguhkan The Café. Beberapa diantaranya seperti pepes ikan nila, sup asam pedas hingga gulai ayam kampong. Untuk kedua menu terakhir tersebut mungkin masih terdengar asing di telinga. “Sup asam pedas dan gulai ayam kampung ini bercita rasa khas Melayu, dan di Surabaya baru kita yang menyajikan,” klaim Dwi.

Pedas, inilah yang akan dirasakan tatkala menikmati sup asam pedas maupun gulai ayam kampung. Rasa yang dimiliki kedua makanan tersebut terasa pas dengan selera mayoritas orang Surabaya yang memang cukup doyan akan makanan pedas. “Masakan Melayu pedasnya sangat kuat dan itu kami kurangi kadar pedas,” imbuh Dwi.

Sesuai namanya maka daging yang dipakai pada gulai bukanlah daging sapi maupun daging kambing seperti daging ayam kampung, melainkan daging ayam kampung. Pun demikian halnya dengan sup asam pedas. Jika pada sup kebanyakan akan dijumpai sayuran seperti wortel maupun kentang, maka pada sup asam pedas tak ada satupun sayuran. Sup ini justru ‘dipenuhi’ aneka seafood seperti cumi dan kremis (sejenis kerang).


* metrogaya

Minggu, 21 November 2010

How the work process into fuel coffee?

There are also recent findings from researchers at the University of Warwick, Conventry, West Midland, the British succeeded in producing fuel from brown to car racing, has appeared the result of research that uses coffee beans as fuel.

The researchers came from a team that has BBC1 science program called Bang Goes The Theory. They use the VW Scirocco 1998 as a research object and the sedan from the German manufacturer changed its name to Car-pucciono.

Nick Watson, as the producer Bang Goes The Theory said, "Coffee, wood or coal all contain carbon which can be used as fuel. For coffee, very dry conditions in a state that allows air to move around the seeds during the combustion process progresses, "he was quoted as saying autoevolution.com site.

Watson added, the combustion process (gasification) can also use other fuels such as wood chips, bark of walnuts, rubble or other farm waste.

Preheated 700 degree

How does the process work? The team juggle luggage space to put two tubes plus a series of pipes. Most large tube (right) as a gas cylinder. Coffee bean is inserted into the tube and heated to 700 degrees Celsius. Then, the coffee will be separated into hydrogen and carbon monoxide.

Then the combustion products were channeled to the pipes that berrada shaped radiator on the car. The goal is to be cooled before it entered into a second tube (left). Inside the tube there are two filters, one as a cyclone filter and the other as a heat insulator that would prevent entry into the machine.

Out of this second tube, clean fuel that has been channeled into the engine. Sufficiently long path through the tube from the rear (trunk) to the front, the design is similar to snorkel.

To prove the car is functioning properly, the researchers will be driving along the 210 kilometers from Manchester to London. This magical car will also be exhibited in the event the Big Bang Science Fair at Manchester City with a mission to prove any fuel other than gasoline which can be a source of energy.

Unfortunately, with coffee as a source of fuel energy-pucciono Car operating costs more expensive 25 to 50 times than common cars that consume gasoline or diasel....

* metrogaya

Kopi Lanang - Menambah Vitalitas yang Meminumnya

Sebagian besar masyarakat memang belum banyak mengenal apa kopi lanang, yang kini dikembangkan PT Perkebunan Nusantara XII Perkebunan Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain secara fisik memang berbeda, kopi berbentuk tunggal dan bulat itu juga diyakini mampu menambah vitalitas kaum adam. Menurut salah seorang petugas Cafe Malangsari Kalibaru, Nurhayati, kopi lanang asal Banyuwangi ini merupakan kopi pilihan yang bisa membuat peminumnya merasakan tenaga ekstra."Salah satunya tidak membuat mata mengantuk, selain ada yang bilang bisa menambah vitalitas yang meminumnya,"ujarnya.

Untuk mendapatkan kopi lanang itu, kata dia, melalui proses yang tidak mudah. Biji kopi lanang, harus melalui penyortiran biji kopi yang jumlahnya mencapai puluhan ribu biji kopi jenis robusta."Bila biji kopi umumnya terbelah dua, biji kopi lanang bulat dan tunggal," Nurhayati menambahkan.

Bagi penikmati kopi, sangat cocok mengonsumsi kopi lanang ini karena kadar kafeinnya sangat tinggi sehingga tidak mudah mengantuk, di samping cita rasa kopinya begitu halus.Karena itu, kopi lanang ini sangat cocok dikonsumsi di daerah yang suhu udaranya cukup dingin seperti di wilayah Kecamatan Kalibaru dan Glenmore.

Menurut salah seorang penikmati kopi lanang, Yudi, warga Kecamatan Genteng, hampir setiap hari ia sempatkan datang ke Cafe Malangsari hanya untuk menikmati kopi lanang.

Selain bisa menambah tenaga ekstra, terutama agar tidak mudah mengantuk, juga cita rasanya sangat berbeda dengan rasa kopi pada umumnya.

Apalagi harga secangkir kopi lanang cuma Rp 3.000 per cangkirnya. "Berbeda jika kita ingin minum kopi luwak yang akhir-akhir ini mulai ngetren sehingga harganya juga cukup mahal,"ujarnya.

Namun jika Anda tidak bisa menikmati langsung cita rasa kopi lanang di Cafe Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, kini tidak perlu repot lagi karena Anda bisa membeli kemasan cantik kopi lanang itu di supermarket di kota Banyuwangi.


* metrogaya

Pesona Aceh, Tak Hanya dalam Secangkir Kopi

Banda Aceh, lima tahun semenjak disapa tsunami, tak lagi terasa nyeri. Kehidupan sudah berlangsung biasa sebagaimana lazimnya kota-kota lain yang menggerakkan roda ekonomi. Berkunjung ke sana, mungkin tak lengkap bila kita tak menyinggahi lokasi-lokasi kongkow yang meriah dan merakyat. Khas Aceh dan hidangan panganan melayu, warung kopi dan keramaian di pusat jajanan tak terhindarkan lagi. Riuh.

Tujuan kita pertama adalah Rex Peunayong, lokasi jajanan khas Aceh di Pusat Jajanan Banda Aceh. Pada malam minggu, beraneka rupa keriuhan menjadi satu dan para pengunjung mulai memadat di jam-jam malam nongkrong. ’’Biasanya suka ada acara-acara menarik di sini yang tak jarang pula dihadiri penggede-penggede Aceh,’’ tukas Yoki F Nasution, rekan seperjalanan pemburu jajanan Aceh. Sebagai area sales manajer Sosro di Aceh, Yoki tahu benar sejarah tempat kongkow ini. ’’Dulu, tempat ini tanah lapang di mana banyak penjual kudapan berkumpul,’’ katanya.

Mulanya lantai berdebu dengan meja dan kursi plastik menjadi hiasan tempat ramai ini. Banyak penjual panganan partai besar berkumpul di sini. Semuanya masih serba gerobak. Dalam perjalanan waktu, lokasi ini mulai dibenahi dan berubah menjadi arena gaul dengan konsep ruang terbuka. Seperti sentra kuliner yang sudah tertata rapi dengan aneka jajanan dan panganan khas Aceh yang menantang untuk dinikmati. Sekalinya kita datang, pilih saja tempa paling mantap di antara kursi dan meja yang berhamburan di sepanjang halaman kompleks kuliner ini. Duduk yang nyaman dan perhatikan berbagai menu yang tersaji di seputaran lokasi.

Yang suka panganan Aceh langsung saja serbu mie Aceh yang khas, sate Matang hingga kerang rebus. Jangan khawatir makanan daerah lain juga ada di sini, mau sate Padang? Ada. Mau sate Madura? Bisa. ’’Hanya saja di sini tak disebut sate Madura, tapi sate Jawa,’’ tambah Yoki. Ini model sate khas Jawa, memang, karena mirip dengan sate madura pula bumbu sate menggunakan sambal kacang.

Kompleks yang ramai ini memang menjadi barometer bangkitnya kembali masyarakat Aceh dari bencana dahsyat yang menerjang sebagian besar pesisir Barat dan belasan kabupaten kota termasuk ibukota provinsi paling barat Idonesia di Banda Aceh ini. Di sekeliling pusat jajanan ini pula terlihat tempat-tempat penginapan dan hotel yang berhasil dibangun kembali atau bertahan paska kejadian tsunami akhir 2004 lalu. Kita tentu ingat ya, di Hotel Medan, sempat bertengger kapal nelayan yang dibawa tsunami ke tengah kota Banda Aceh ini.

Lokasi berburu makanan di seputaran Banda Aceh kini mengarah ke Dhapu Kupi. Mengingat warung kopi, sebetulnya memang merupakan lokasi khas pilihan masyarakat Melayu. Sejak dari Semenanjung Negeri Jiran hingga Daratan Sumatera dan Kalimantan di mana pusat kehidupan warga keturunan melayu menonjol, pastilah situasi lokasi jajanan dengan hidangan kopinya menjadi pelengkap komunitas yang gampang dijumpai di jalan-jalan utama kota. Lokasi Dhapu Kopi ada di Baru Batoh atau lebih dikenal sebagai Simpang Surabaya. Nama jalan resminya Dr. Teuku Mr. Mohammad Hasan. Orang mengenal tempat ini sebagai lokasi di mana dahulu orang-orang Jawa Timur yang merantau di Aceh berkumpul dan kemudian bermukim di sini. Sebagai salah satu lokasi pilihan yang menarik untuk anak-anak muda karena di sini kerap digelar acara-acara asyik seperti nonton bareng pertandingan sepakbola berbagai Kompetisi Liga Dunia. Sambil menikmati tontonan di layar besar, mereka biasanya berbincang dengan ditemani suguhan utama kopi dan kopi susu khas Aceh. Memang mungkin tak berbeda jauh dengan hidangan kopi di tempat lain, hanya aroma khas Kopi Aceh bisa kita sruput di situ.

Makanan semacam Mie Aceh bisa dipesan. Yang pasti, begitu kita datang aneka 
gorengan yang disajikan di piring serta ditambah piring kecil isi sambal kecap langsung akan menyerbu di meja. Di Dhapu Kupi tentu saja menyimpan senjata rahasia kopinya. Kopi yang dipakai di sini adalah hasil produksi dari Ulee Kareeng, daerah yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Rasanya mantap.

Bicara Banda Aceh dan Perburuan Kopi, tentu jangan mudah menyerah. Sudah dari Dhapu Kupi kita menyeberang menuju The Next Coffee and Music studio. Lokasinya terletak di Jalan Dr. Mohammad Hasan juga. Memang di wilayah ini banyak terdapat warung kopi khas Aceh. Lihat di situ ada banner besar ’’Mangat That’’ yang berarti Enak Sekali dalam bahasa Aceh. Azman, pemilik warung itu, dengan ramah akan menyambut kedatangan tami. ’’Ini baru awal Maret lalu dibuka. Sila ngupi-ngupi dulu ya,’’ sergahnya di tengah keramaian pengunjung yang biasanya menikmati kopi sambil menyiapkan diri untuk acara-acara anak muda yang sering digelar di sini.

Rupanya, Azman tahu betul kegemaran anak muda: musik hidup. Maka, warung kopinya ditata layaknya memiliki panggung kecil yang sering digelari pertunjukan musik hidup (live music) di hari-hari tertentu. Dan tak kalah dengan warung lain, sudah tersedia layar besar untuk ajang nonton pertunjukan sepak bola liga dunia. ’’Nah, kalau ada acara final liga Champion misalnya, kami buka 24 jam,’’ tegas Azman.

Ia bertutur, dalam sehari warung ini bisa kedatangan tak kurang 300 tamu. Maka, Sabtu dan Minggu merupakan puncak kunjungan dan meraka mengadakan berbagai pertunjukan musik hidup. Sebagai anak muda yang ’gaul’ Azman misalnya juga mengundang para hadirin muda melalui situs jejaring sosial pada acara pertunjukan rock music live-nya dengan tajuk, ’’Malam Bon Jovi’’. Musik, mulai mengalun sejak jam 4 sore. Break sejenak untuk maghrib dan isya sampai jam 7.30-an. Lalu, mulai jam 8 malam musik kembali mengiringi pengunjung hingga tengah malam.

Nah, bagi Anda yang berkunjung di Aceh, jangan coba-coba meninggalkan Aceh tanpa menikmati sunset dan indahnya pantai Lampuuk. Salah satu pantai terindah yang dimiliki Aceh dengan pasir putihnya yang memanjang sepanjang jalur Banda Aceh – Calang. Letaknya sekitar 15 km dari pusat kota menuju arah Calang. Ini jelas lokasi pilihan yang paling eksotis di kawasan Pantai Barat Aceh. Dulu, sebelum peristiwa tsunami terjadi, pantai ini dipenuhi oleh penjaja ikan segar yang dilengkapi dengan tempat-tempat makan. Mereka akan menawarkan diri untuk memanggang dan memasakan ikan-ikan tersebut agar bisa langsung dinikmati oleh pengunjung pantai. Meskipun belum seramai dulu, lokasi ini pulih dengan segera.

Pantai Lampuuk, terbilang ramai di hari-hari libur, mulai dari siang hingga senja datang. Ribuan orang mendekat bibir pantai, ada lokasi strategis orang yang ingin berselancar dan memang luar biasa di senja hari di mana banyak orang menghabiskan waktu menikmati sunset. Dibanding pantai – pantai lain di Banda Aceh, Pantai Lampuuk merupakan pantai yang paling lengkap sarana dan prasarananya. WC umum dan beberapa kafe sederhana untuk beristirahat banyak ditemui sepanjang pantai ini. Bahkan di pantai ini juga ada life guard dengan tower pengawas, layaknya film Baywatch.

Sumber     : asep.wordpress

Senin, 15 November 2010

Bitterballen - Cemilan Ringan yang Menyehatkan

Jakarta - Camilan asal negeri kincir angin ini memang cukup sering dijumpai. Umumnya berisi daging sapi cincang yang dicampur dengan potongan parsley. Tidak hanya enak dijadikan camilan, tapi juga enak untuk lauk saat makan.
Kalau melihat camilan ini, biasanya yang terlintas di kepala adalah 'bola-bola daging'. Mungkin karena bentuknya yang bulat seperti bola dan juga bahan yang digunakan berasal dari daging sapi. Bitterballen namanya, camilan asal negeri Belanda ini sangat enak apalagi disantap hangat-hangat.
Cincangan daging sapi dicampur dengan sedikit tepung terigu, cincangan parsley, garam, merica, dan bubuk pala. Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat-bulat menyerupai bola berdiameter kurang lebih 3 cm. Adonan yang sudah dibentuk kemudian digulingkan di dalam telur yang sudah dikocok, dan juga tepung roti.
Sehingga saat digoreng, bola-bola daging ini menghasilkan tekstur yang garing dan renyah. Bitterballen ini biasanya disajikan sebagai camilan sore. Disantap dengan cocolan saus sambal, saus tomat, atau juga mustard. Camilan ringan ini sangat terkenal di Belanda, Belgia, dan Suriname, tak terkecuali di Indonesia.
Kalau sedang berkunjung ke resto-resto Belanda, dengan mudah Anda akan menemukan bitterballen ini. Disajikan sebagai menu pembuka yang renyah enak. Bitterballen juga sangat terkenal di Skotlandia, hanya saja namanya Stovie Balls. Banyak sekali disajikan di club-club sebagai teman menonton pertandingan sepak bola.
*detikfood

Selection of Snacks disajikan Balutan Wadah Bambu Dim Sum,

Aneka seafood segar plus keindahan laut dapat Anda reguk sekaligus di tempat nan indah di pulau ini. Pan Fried Prawn yang menggugah selera plus Fillet of Snapper yang berpadu dengan saus BBQ bakal menyuguhkan pengalaman bersantap nan istimewa dan tak terlupakan tentunya!

Tahun ini Bali tampaknya masih tetapi menjadi kota tujuan wisata yang sangat digemari baik lokal maupun mancanegara. Sebab Bali tak hanya menjanjikan panorama indah semata, kesempatan untuk 'wisata lidah' mencicipi berbagai hidangan lezat sudah menanti di pulau Dewata ini.

Salah satu tempat tujuan 'wisata lidah' di Bali yang dapat dikunjungi adalah Lagoona Restaurant. Restoran yang satu ini terletak di dalam Ayodya Resort - sebuah resort seluas 11,5 hektar - yang memiliki ambience hangat dan pemandangan langsung ke arah laut.

Perjalanan dari lobby hotel menuju Lagoona yang berada di tepi pantai meskipun cukup jauh namun terasa menyenangkan. Pemandangan nan hijau dengan tupai-tupai yang mengintip di pepohonan, serta burung-burung dan ikan yang berkumpul di danau buatan yang ada di tengah resort menjadi hiburan yang saya rindukan.

Akhirnya senyum hangat sang pelayan berkebaya khas Bali menyambut kedatangan kami di Lagoona. Cuaca cerah membuat kami memutuskan untuk menikmati hembusan angin pantai dan duduk di area luar yang memang jadi favorit pengunjung. Dari kejauhan tampak payung-payung putih melindungi kursi-kursi malas di tepi pantai.

Meskipun ini kunjungan pertama kami ke Lagoona tak sulit bagi kami menentukan pilihan. Ada aneka seafood atau steak, dan ada pula hidangan khas Bali seperti Nasi Goreng Bali atau Nasi Campur bisa dipesan. Untuk pembuka kami memesan Pan Fried Prawn dan seporsi Selection of Snacks untuk di-sharing beramai-ramai.

Untuk menu utama pilihan saya jatuh pada Garlic Sauteed Tiger Prawn dan Fillet of Snapper untuk teman saya. Kesemua menu ini dapat dipesan dengan tambahan rosmarry potatoes, tagliatelle, steamed rice, atau vegetables. Sengaja kami memilih tema 'seafood' biar matching dengan suasana pantai di hadapan kami.

Sambil menunggu hidangan tiba kami pun berkesempatan untuk merasakan pasir putih dan air laut di private beach milik Ayodya Resort. Lautnya benar-benar indah, jernih dan terjaga kebersihannya dengan para tamu hotel yang asyik berenang atau sekedar berjemur di tepi pantai.

Setelah beberapa menit bermain di pantai kami kembali ke area restoran dimana telah menunggu minuman dingin dan hidangan pembuka. Pan Fried Prawn tampil cantik dengan potongan dadu mangga segar yang dicampur irisan cabai. Hidangan ini berupa daging udang yang dihaluskan dan ditusukkan dalam sebatang lemongrass (penampilannya mirip seperti satai lilit). Rasa gurih udang dan sedikit ketumbar serta rempah lainnya beradu serasi di dalam mulut. Potongan mangga segar memberikan sensasi segar asam pedas yang nikmat.

Selection of Snacks disajikan dalam balutan wadah bambu dim sum, terdiri dari spring rolls, siomay, crab cake, dan samosa masing-masing dua buah. Kesemua snack ini kami nikmati dengan dua macam saus yang asam pedas atau manis. Hmm... benar-benar merangsang selera untuk segera menikmati menu utama.

Garlic Sauteed Tiger hadir dalam tampilan yang cantik. Lima buah udang berselimutkan butter sauce tampak lezat dan kelezatannya langsung menjadi nyata saat udang segar itu berpindah ke dalam mulut. Kekenyalan udang serasi dengan butter sauce yang ringan dengan sensasi gurih dan jejak aroma garlic. Babby potato dan sayuran segar seperti brokoli, jagung muda, dan wortel menjadi penyempurna hidangan ini.

Berbeda dengan Fillet of Snapper yang garing di luar dan lembut di dalam. Kulitnya yang renyah sangat gurih dengan kelembutan daging ikan kakap merah yang segar dengan sapuan saus BBQ. Penyuka seafood dijamin bakal menyukai kelezatannya.

Selama kami bersantap Lagoona Restaurant tak pernah sepi dikunjungi terutama saat-saat sore seperti ini. Maklum sebab bukan hanya kelezatan hidangan yang disembunyikan oleh restoran tepi laut yang satu ini, namun juga keindahan pantainya. Penyuka seafood dan laut pastinya wajib mampir jika berkunjung ke Bali.

Lagoona Restaurant
Ayodya Restort Bali
Jl. Pantai Mengiat, Nusa Dua
Bali


*detikfood

Jumat, 12 November 2010

Sekilas Mengenai Coffee Bean

The Coffee Bean & Tea Leaf (terkadang disingkat The Coffee Bean atau Coffee bean saja) adalah sebuah waralaba kedai kopi yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serikat dan dimiliki serta dikelola oleh International Coffee & Tea, LLC. Kedai / cafe Coffee Bean pertama kali dibuka tahun 1968. Di Indonesia, The Coffee Bean & Tea Leaf dikelola langsung oleh Trans Corp melalui PT Trans Coffee.

Lihat juga : nelayan restoran, loewy

Kecap atau Penyedap Makanan

Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu.
Secara umum, kecap dapat dibuat atau diproduksi dalam usaha skala kecil atau menengah bahkan rumah tangga. Namun demikian masing masing industri kecap memiliki "bumbu rahasia" atau resep khusus sehingga rasa kecap yang dihasilkannya memiliki nilai lebih ("lebih enak") dibandingkan dengan yang lain.

Mula-mula kedelai difermentasi oleh kapang Aspergillus sp. dan Rhizopus sp. menjadi semacam tempe kedelai. Kemudian "tempe" ini dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Garam merupakan senyawa yang selektif terhadap pertumbuhan mikroba. Hanya mikroba tahan garam saja yang tumbuh pada rendaman kedelai tersebut. Mikroba yang tumbuh pada rendaman kedelai pada umumnya dari jenis khamir dan bakteri tahan garam, seperti khamir Zygosaccharomyces dan bakteri susu Lactobacillus. Mikroba ini merombak protein menjadi asam-asam amino dan komponen rasa dan aroma, serta menghasilkan asam. Fermentasi terjadi jika kadar garam cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai 20%.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kedelai, garam, dan laru tempe. Kedelai direndam dalam air selama 12 jam, digiling, dan direbus selama 60 menit, ditaburi laru tempe, dijemur 5 hari. Air perebus dicampur garam, dan biji tempe dimasukkan. Setelah fermentasi selesai, saluran di bagian dasar wadah dibuka, dan cairan yang keluar ditampung. Cairan ini disebut sebagai kecap nomor 1.

sumber     : wikipedia

Kamis, 11 November 2010

One Bite Hot - Membuat Mata Anda Terbelalak

Dari jajanan pasar, Herman Hartomo mengemas Risoles menjadi menu main course di Risol Risol, House of Risoles. Jika selama ini risoles disajikan dengan isian wortel, soun, kentang dan daging, di tempat yang baru beroperasi beberapa bulan ini Anda bisa menemukan 11 jenis risoles.

Sebut saja Cordon Blue, Vegetable Curry bagi Anda yang vegetarian, One Bite Hot yang bisa membuat mata terbelalak saat merasakan pedas cabai rawit di gigitan pertama. Setiap sajian risoles dilengkapi french fries dan salad. Porsi yang disajikan pun cukup besar, mampu memenuhi ruang kosong dalam perut.

“Side dish disediakan khusus bagi pelanggan yang makan di tempat. Tapi untuk take away, kami tidak menyediakan side dish,” ungkap pria yang akrab disapa Tommy ini.

Penggemar risoles garapan Tommy ini sudah sampai ke Makassar. “Ada pelanggan yang membawa frozen risoles sampai ke Makassar dan tidak basi. Bahan yang kami gunakan tidak menggunakan pengawet. Setiap hari selalu baru,” tambahnya.

Di pagi hari, pengunjung bisa melihat proses pembuatan risoles dari dapur terbuka yang berada di depan.

Menikmati sepiring Cordon Blue Risoles di sini terasa lebih nikmat di ruangan yang dirancang dengan kesan hangat dan nyaman.

Bangunan yang merupakan rumah tinggal zaman Belanda tidak mengalami banyak perubahan. Langit-langit rumah tidak terlalu tinggi dan jendela berukuran besar dengan teralis besi menghiasi bagian depan dan belakang resto. Warna-warna cerah dihadirkan melalui kursi dan bantalan sofa. Membuat siapa pun merasa nyaman.

Ingin merasakan kesejukan udara segar, Anda bisa pindah ke taman di belakang. Rumput dan pepohonan hijau memanjakan mata. Tidak heran jika banyak digunakan sebagai tempat arisan atau ulang tahun.

* tabloidbintang

Berbagai Hasil Olahan Salak di Rumah Salak Agrina Medan

Bagi Anda pencinta makanan yang berbahan dasar buah salak, tak salah kiranya menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Salak Agrina di Jalan Karya Wisata Depan Komplek Johor Indah Permai Medan Johor, tepatnya di persimpangan Jalan Eka Rasmi. Di sini Anda akan menjumpai berbagai olahan makanan mulai dari jenis keripik, dodol, sirup, sampai minuman ringan berbahan dasar salak, selain enak tentu juga bergizi tinggi.

Semua jenis makanan dan minuman ini berbahan dasar salak asli Sidempuan Tapanuli Selatan yang sudah terkenal rasa dan khasiatnya.

Zulham Effendi Siregar, Manajer Marketing Rumah Salak Agrina mengatakan produk olahan salak ini selain rasanya enak dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga, atau sanak saudara. ”Kemasannya kita desain modern dengan menggunakan botol sampai kotak yang mudah dibawa, juga bercirikan kedaerahan khas Batak, jadi cocok buat oleh-oleh,” katanya.

Produk olahan salak ini banyak macam ragamnya dari mulai sirup, dodol, keripik, kurma salak, agar-agar salak, minuman berenergi, sampai yang terbilang unik adalah madu salak.

“Semua hasil olahan salak ini diekstrak secara alamiah dari sari buah salak yang berkualitas, rasanya manis namun tidak buat bosaan di lidah, jadi tergolong herbal,” tambahnya lagi.

Untuk khasiat, Zulham menuturkan banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan bagi kesehatan karena kandungan kalsium, tanin, saponin dan flavonoida di dalamnya. “Khasiatnya diantaranya bisa menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, mempertahankan kelembaban kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta bisa mengobati diare,” paparnya.

Zulham menambahkan, makanan dan minuman olahan salak ini diproduksi oleh koperasi Agrina sejak tahun 2007 merupakan satu-satunya produk olahan salak terbesar di Indonesia. Tak hanya itu produk olahan ini telah mendapat penghargaan dari berbagai instansi pemerintahan dan swasta di tingkat lokal dan nasional. “Diantaranya kita Juara I Gugus Kendali Mutu 2009 tingkat provinsi dan Juara I kompetensi ekonomi berbasis kerakyatan 2009 dari Menperindag,” tambah Zulham.

Meski banyak sudah mengenal buahnya, namun macam ragam olahan nya belum banyak yang mengenal. Untuk itu Zulham menjelaskan, untuk harga jual harus disesuaikan dengan harga daya beli yang cocok bagi konsumen. Dan butuh strategi promosi yang jitu juga untuk mengenalkan produk ini. “Kalau harga paling rendah kita patok Rp12.500, untuk kurma salak dan tertinggi Rp30.000,- untuk sirupnya. Untuk pasar selama dua tahun kedepan kita akan jor-joran melakukan promo,” pungkasnya.


* hariansumutpos

Nasi Liwet Ki Lurah ala Bumbu Desa

Wilujeung sumping. Kata ini dilontarkan karyawati Restoran Bumbu Desa Jalan Gajah Mada Nomor 35 Medan. Ungkapan ini bermakna selamat datang kepada para tamu yang akan bersantap di Bumbu Desa tersebut.

BUMBU Desa ini hadir di Medan sejak 23 Juli 2010 dengan menghadirkan makanan dan nuansa tradisonal khas Sunda di ibukota Sumatera Utara. Ya, Bumbu Desa di Medan merupakan cabang ke-31 dari restoran yang berpusat di Jalan Tengku Angkasa Nomor 7 Bandung.

Selain di Medan dan Bandung, Bumbu Desa memanjakan penikmat makanan dan minuman khas Sunda di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Cirebon, Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bali, Makassar, Manado, Banjarmasin, Palembang, Padang, Bukit Tinggi dan Pekanbaru. Ada juga cabang Bumbu Desa di Malaysia dan Singapura.

Sejak hadir di Medan sejak tiga bulan lalu, Bumbu Desa Medan yang dikoordinir Usep Nurman selaku Operation Manager dan Kang Erick selaku Cook Coordinator ini, telah mendapatkan hati masyarakat Medan dari berbagai suku bangsa.

Beberapa menu favorit di Bumbu Desa Medan yakni sop buntut dengan harga Rp27.000 per porsi, ayam bakakak (Rp35.600 per porsi), iga bakar (Rp17.500 per porsi), ayam bumbu desa (Rp9.800 per porsi), nasi liwet ki lurah (Rp15.000 per porsi), urap (Rp5.200 per porsi) dan ikan gurame bakar kampung (Rp44.000 per porsi).

Di sini juga tersedia paket makanan seharga Rp27.000, Anda dapat menikmati berbagai jenis makanan. Sehingga bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah juga dapat menikmati makanan dan minuman yang disajikan dengan fresh dan tanpa bahan pengawet. Selain itu, makanan dan minuman yang dimasak pagi hanya akan disuguhkan dari pukul 10.00 hingga sore. Sedangkan makanan sore dan malam hari hingga pukul 22.00 dimasak lagi pada siang hari.

Sambil makan dan minum di ruang makan yang nyaman dengan pendingin ruangan, para tamu Bumbu Desa Jalan Gajah Mada Medan disuguhi musik tradisional Sunda. Saat ada tamu yang ulang tahun, pengelola Bumbu Desa ini menyediakan tumpeng mini, termasuk hiburan musik ulang tahun yang dinyanyikan para karyawan Bumbu Desa tersebut.

‘’Bumbu Desa didirikan sebagai wujud dedikasi dan apresiasi kepada para jagoan-jagoan masak zaman dulu. Yakni, ibu-ibu rumah tangga dan pembantu-pembantu rumah yang telah berjasa dalam memperkaya khasanah dan cita rasa masakan Sunda. Sehingga menjadi kekayaan keanekaragaman cita rasa nusantara sampai saat ini,’’ungkap Usep Nurman selaku Operation Manager didampingi Kang Erick selaku Cook Coordinator Bumbu Desa Jalan Gajah Medan, kemarin.

Usep menyebut banyak pilihan menu yang dapat dinikmati tamu dimana untuk nasi saja banyak pilihan. Jadi tak hanya nasi putih. Ada nasi liwet, nasi merah dan menu lain. Ia menambahkan, bagi pengunjung yang akan makan di Bumbu Desa Jalan Gajah Mada Nomor 35 Medan.

‘’Animo masyarakat Medan cukup tingi. Dalam sehari, lebih dari 450 pengunjung yang makan disini. Di akhir pekan, yang makan dan minum tambah ramai dari pagi hingga malam hari hingga lebih 750 orang. Khusus bagi Anda pemegang kartu kredit BRI yang berbelanja diatas Rp200 ribu dapat diskon 20 persen,’’ucapnya.
Usep bilang, para cooking yang menjadi penyiap makanan secara khusus di datangkan dari Bandung yang dikoordinir Kang Erick.(dra) supaya pas dengan makanan khas Sunda. Mereka dibantu beberapa pemotong bahan masakan dari Medan sekitarnya.

Jadi apabila Anda beserta keluarga hendak bersantap di luar rumah, Bumbu Desa Jalan Gajah Mada Medan jadi pilihan pas. Dan saat pulang, sapaan ramah dari para karyawan dalam bahasa Sunda yakni semah mulih (tamu pulang) dan hatur nuhun (terima kasih) akan didengar para tamu. (deddi mulia purba)

* hariansumutpos

Lokananta Terrace Resto


DESAIN APIK, Interior Lokananta Terrace Resto tertata secara apik, menonjolkan suasana nyaman yang bisa membuat pengunjung betah berlama-lama berada di tempat ini. Alunan musik berikut instrumennya, terkhusus piano, ikut ditampilkan di resto yang terletak di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan ini.

JIKA Anda ingin mendengarkan musik dalam suasana yang tenang sambil ditemani sajian lezat nan menggoda selera,datang saja ke Lokananta Terrace Resto. Di sini semua keinginan tersebut bisa terpenuhi. Konsep yang menggabungkan makanan dan musik memang diusung Lokananta Terrace Resto. Nama restoran ini diambil dari bahasa Sanskerta, yakni loka yang berarti ’tempat’ dan nantayang bermakna ’musik’. Jadi, secara harfiah, lokananta bisa diartikan sebagai ’tempat mendengarkan musik’.

Menurut sang staf marketing restoran ini,Shindi P Hadiriani,Lokananta Terrace Resto didirikan oleh sekelompok pemuda yang berkeinginan memfasilitasi kebutuhan para pekerja dan keluarga. Dengan latar belakang pendirian seperti itulah, restoran yang beroperasi sejak 2003 ini didesain dengan konsep business and family restaurant. Suasana interiornya dibuat semiformal. ”Resto kami ditujukan untuk pangsa pasar business maupun leisureoriented,”ujar Shindi.

Tempat nyaman plus lokasi yang strategis menjadi keunggulan Lokananta yang terletak di Jalan Panglima Polim II,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Posisinya ada di perbatasan antara wilayah permukiman warga dan area bisnis, tak jauh dari Rumah Sakit Bersalin Asih. Shindi menuturkan,kenyamanan di Lokananta membuat banyak pengunjung memilih nongkrong dari siang sampai malam di tempat ini. Beberapa dari mereka sudah menjadi pelanggan tetap Lokananta.

Bahkan, menurut cerita Shindi,ada sepasang konsumennya yang berkenalan, melakukan pendekatan, hingga akhirnya melangsungkan lamaran di tempat ini. Lokananta terbagi menjadi tiga ruangan, yaitu ruang atau lantai mezzanine yang terletak di lantai atas dan berkapasitas 25 orang, ruang indoor yang berdaya tampung 50 pengunjung, dan area outdoor yang tidak kalah nyaman dan memiliki kapasitas 50 orang.

Untuk menciptakan kenyamanan yang lebih, pengelola restoran menyediakan sofa empuk bagi pengunjung di ruang indoor, selain irama musik yang senantiasa diperdengarkan dan menjadi hiburan utama di tempat ini. Sementara, area outdoor ditata secara asri dengan hiasan tanaman rambat yang mengelilingi area tersebut. Pada malam hari, area ini akan terlihat semakin indah. ”Kami menyebutnya desain dengan patio tropical garden. Pengunjung lebih banyak memilih tempat ini pada malam hari,”kata Shindi.

Salah seorang pelanggan Lokananta, Defian Widana, mengaku sangat menyukai restoran yang memiliki moto ”We Serve You with Heart” ini karena suasananya tenangdannyaman. Hargamenu makanan di sini pun relatif terjangkau. ”Selain makan, saya memilih tempat ini untuk beristirahat,”ujar Defian,yang lebih senang bersantai di teras Lokananta.Untuk melengkapi kenyamanan pengunjung, restoran ini juga menyediakan fasilitasWi-Fi gratis. (inggrid namirazswara-Harian Seputar Indonesia)


Sumber    : OpenRice.com

Radja Ketjil di Terogong - Menyajikan Menu Masakan China

Ada banyak hal yang membuat orang datang ke sebuah tempat makan. Pertama-tama tentu saja makanan, lalu suasana tempat makan, dan yang tidak kalah penting pelayanan.

Untuk rumah makan Radja Ketjil di Terogong, Cipete, Jakarta Selatan, dua yang pertama adalah daya tarik utama. Berada di sebuah rumah dengan halaman samping yang disulap menjadi tempat makan, Radja Ketjil menyajikan suasana rumahan, mulai dari penataan ruangan hingga penyajian menu makanan.

Rumah makan ini sebetulnya menyajikan menu masakan china, tetapi beberapa di antaranya ada juga menu peranakan, antara lain buncis yang ditumis dengan daging sapi cincang dalam bumbu yang rasanya manis-pedas, lumpia, dan gurami goreng dengan saus asam manis.

Menu tersebut disajikan dengan nama-nama unik. Menu Tauge Ikan Pingin Kawin, misalnya, adalah menu tumis taoge ikan asin; Nasi Goreng Bangun Pagi adalah nasi goreng ayam; sementara Kakap Pangeran Muda adalah kakap goreng lada garam dengan saus asam manis.

Yang istimewa di Radja Ketjil adalah menu ”Tahu Hujin Tje Lie Rina”, yaitu angsio tahu yang disajikan dengan ayam cincang dan sayuran pocai. Dalam satu porsi terdapat empat potong tahu yang terasa lembut di lidah. Saus cokelat dan ayam cincang melengkapi rasa gurih lembut tahu.

”Tahunya kami buat sendiri,” kata Tika Panggabean, artis dan penyanyi yang memiliki Radja Ketjil bersama beberapa saudaranya. ”Menu tahu merupakan favorit tamu Radja Ketjil.”

Menu favorit Tika sendiri adalah ayam hongkong, bihun goreng, ayam goreng mentega (disebut dalam menu sebagai Ayam Siocia-siocia) dan Nasi Goreng Tujuh Samudra alias nasi goreng makanan laut.

Yang disebut terakhir sebetulnya nasi goreng yang sudah kita kenal, yaitu nasi goreng dengan isi udang, ikan, dan daging kepiting. Sementara Nasi Goreng Radja Ketjil adalah nasi goreng makanan laut yang diberi tambahan daging sapi dan daging ayam. Memang ini paduan yang tidak biasa, tetapi tampaknya lidah para tamu dapat menerima.

Sedangkan ayam hongkong, yaitu ayam goreng yang kulitnya kering dan rasanya gurih, dilengkapi saus minyak wijen dengan campuran bawang putih, serutan jahe yang memberi rasa segar.

Suasana rumahan

Meskipun baru resmi dibuka akhir tahun 2007, rumah makan ini sudah berhasil menarik minat para tamu. Minggu siang lalu, misalnya, meja di ruangan dalam terisi penuh dan banyak tamu memilih duduk di teras meskipun tanaman di sekeliling rumah makan tak mampu menghalau udara yang tetap terasa hangat.

Umumnya tamu yang datang adalah keluarga; bisa keluarga inti atau keluarga batih yang menghabiskan Minggu siang dengan makan bersama.

Suasana rumah makan di Terogong dibuat seperti rumah dengan interior diarahkan ke suasana tempo dulu bernuansa china. Warna merah tampak pada tiang ruang makan dan bantalan kursi kayu yang menemani meja kayu. Daun pintu berwarna hijau kacanya ditutup tirai dengan gaya tahun 1960-an.

Suasana rumah juga terasa dalam sajian makanan yang porsinya lumayan besar. Sup asparagus daging kepiting (disebut Soup Radja-radja) yang entah mengapa Minggu siang lalu terasa asin, misalnya, disajikan dalam wadah berbentuk bunga yang porsinya cukup untuk enam orang.

Begitu juga menu makanan lain, seperti nasi goreng, yang dapat disantap tiga orang. Gado-gado Ibu Suri yang lebih mirip asinan karena kuahnya cair dan rasanya asam-manis-pedas dengan taburan suwiran daging ayam dan ubur-ubur rebus, bisa dimakan berdua. Ayam kungpao yang dimasak dengan cabai kering, gorengan kacang mede, dan dibumbui kecap manis, bisa untuk lauk tiga orang.

Menurut Tika, tempat makan ini memang ingin menyajikan suasana rumah sehingga porsi pun disajikan alam ukuran cukup besar. ”Teman-temanku yang mau ke sana aku kasih saran untuk coba pesan satu menu buat berdua atau bertiga karena memang konsep tempat kami seperti sajian makan di rumah,” papar Tika.

Minuman yang ditawarkan juga beragam, termasuk es kacang merah dan susu kedelai, bandrek dan bajigur. Hanya bila memesan jus dan Anda tidak ingin jus itu disajikan dingin, Anda harus menjelaskan rinci kepada pramusaji agar mendapat apa yang Anda inginkan.

Harga makanan yang berkisar dari Rp 18.000 sampai Rp 27.000 per porsi, kecuali untuk masakan ikan gurami, ikan kakap dan kepiting, sesuai dengan apa yang disajikan.

Kalaupun ada yang sedikit mengganggu justru pelayanan yang terlalu bersemangat dari pramusaji. Penjelasan panjang lebar mereka malah membuat bingung. Maklum rumah makan ini memasang motto ”hubungan yang baik dapat tercipta dari rasa yang lezat dan pelayanan yang ramah”.


* kompas 

Senin, 08 November 2010

Rica Rica Cakar Setan, Hmm.. Aroma Pedas yang Menggoda..


Judul Makanan yang menantang serem sekaligus bikin penasaran . Pertualangan kuliner kali ini masih berkutat di sekitar jalan terusan borobudur , tepatnya di jalan terusan borobudur no 16 persis di seberang istana buah yaitu di rumah makan Obor Bambu.

Dengan nama yang berkesan tradisional Obor Bambu menyajikan suasana ruangan yang sangat unik yaitu dengan melapisi seluruh interior yang ada dengan bambu. Penulis masuk dan clingak -clinguk cari meja yang kosong. kebetulan saat itu sedang sepi ,mungkin karena hujan yang deras serta sudah jam 22.00 wib, akhirnya diputuskan untuk duduk lesehan saja biar santai. Mejanya terbuat dari marmer (entah asli atau palsu) yang dilapisi kaca sehingga terkesan mewah (bukan mepet sawah lo) yang bikin heran adalah diatas meja marmer tadi kok ada kentongan..

Selidik punya selidik ternyata kentongan itu berfungsi untuk memanggil pelayan ketika sudah siap memesan makanan dan minuman . "Tuk... Tuk...Tuk.." suara kentongan berbunyi dan pelayan pun datang dan siap mencatat pesanan. Setelah membaca daftar menu yang banyak banget akhirnya penulis memutuskan memesan Rica Rica Cakar Setan, Oseng Babat Gobyos, es jeruk, es teh, dan kopi maharani. Sekitar 10 menit kemudian semua pesanan sudah siap di meja .

Hmm bau pedas yang sangat menggoda tercium dari kedua masakan ini , Tapi tunggu dulu yang Oseng Babat Gobyos terasa lebih menyengat ..Hmmm ...coba yang ini dulu ahh.. Tanpa membuang waktu langsung saja penulis mencicipinya , ternyata tidak terlalu pedas dengan rasa lumayan cuman berasa sedikit aneh karena babatnya terasa kenyal-kenyal gimana gitu .

Sedangkan Rica-Rica Cakar Setan yang berbau tidak terlalu pedas ternyata malah lumayan pedas (kalo buat ukuran penulis masih kurang pedas), cakar setan yang dimaksud adalah cakar yang ayam yang empuk banget dibumbu rica-rica. Harga yang ditawarkan cukup murah berkisar 7rb sampai 25rb untuk makanannnya dan 2rb sampai 10rb untuk minumannya, dijamin bakal ketagihan....!!

* malangpedia

Minggu, 07 November 2010

Golden Key adalah paradise Ice Coffee


Beberapa orang sedang bersantai sambil menikmati sajian di gerai mungil Golden Key Coffee, Pasaraya Grande, Jakarta Selatan. Gerai ini menawarkan menu unggulan berupa kopi serta aneka cake, crepes, dan croissant.

BANYAK gerai kopi yang menawarkan kenikmatan kopi impor,tapi tidak di Golden Key Coffee.Gerai ini justru mengusung keistimewaan kopi lokal yang tak kalah nikmat dibandingkan kopi mancanegara.

Tidak bisa dipungkiri, kopi impor memang memiliki rasa yang nikmat. Namun, kopi lokal juga tidak kalah enak kok.Kopi produksi dalam negeri bahkan sudah memiliki penggemarnya sendiri.Menyadari hal tersebut, Golden Key Coffee, gerai kopi yang berlokasi di mal Pasaraya Grande,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memilih mengusung kopi lokal sebagai bahan baku produknya. Golden Key Coffee yang bersuasana homey dan nyaman hanya menyediakan kapasitas untuk 20 pengunjung. Selain table, di sini juga ada area bar, yang rupanya difavoritkan oleh sebagian besar pengunjung Golden Key. Yang unik, meski gerai ini mencuplik nama dari bahasa asing, namun produk yang ditawarkan, khususnya kopi, memiliki sensasi rasa lokal.

Pemilik Golden Key Coffee bahkan berkeinginan mengumpulkan seluruh jenis kopi yang ada di Indonesia untuk dihadirkan di gerai ini. ”Kami ingin mengangkat kopi terbaik yang ada di Tanah Air melalui penggunaan 100% biji kopi orisinal Indonesia,”ujar penanggung jawab gerai Golden Key Coffee, Yayat Kusnayat. Menurut Yayat, saat ini Golden Key Coffee berkeinginan mengedepankan kopi lokal agar kegiatan meminum kopi dalam negeri menjadi semacam tradisi. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya gerai kopi yang mengusung tema Barat, padahal Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor kopi terbesar di dunia.

Kopi lampung dan toraja adalah sebagian kecil jenis kopi asal Indonesia yang sudah diakui kualitasnya. ”Kopi yang disajikan di sini umumnya berasal dari Toraja,”ujar Yayat. Kopi toraja yang disebut oleh penjajah Belanda dulu sebagai kopi cellebes kalossi untuk jenis arabika memang merupakan jenis kopi yang paling banyak digunakan di Golden Key Coffee. Walaupun aroma kopi lokal tidak sekuat aroma kopi impor, namun kopi asal Toraja mempunyai rasa yang sama nikmat dengan kopi mancanegara. Salah satu menu yang bisa dicoba di Golden Key adalah paradise ice coffee yang menjadi sajian promo bulan ini.Menu tersebut menggunakan kopi jenis robusta asal Toraja yang di-shake dengan alat khusus.Kopi yang berasa agak manis itu sangat pas dinikmati sambil Anda bersantai di gerai yang didominasi warna cokelat bata ini.

Varian terbaru pada daftar menu minuman ialah hazelnut latte yang didominasi rasa manis. Jika Anda pencinta cita rasa kopi asli dan ingin memesan yang orisinal, cukup pesan ice coffee yang disaring menggunakan alat khusus dari Jepang. Sementara untuk menu pendamping kopi, beberapa makanan ringan patut pula Anda coba. Sunarti, salah seorang staf Golden Key Coffee mengatakan, pisang keju merupakan kudapan idola para pengunjung gerainya. Bahan baku yang digunakan adalah pisang kipas, lalu diberi parutan keju di atasnya. Hanya, jika Anda berkunjung ke Golden Key Coffee pada malam hari, jangan pernah menanyakan pisang keju, karena menu ini bisa dipastikan habis dipesan sejak sore, bahkan siang hari.

”Pisang keju di sini, kalau kata orang-orang,rasanya beda,”imbuh wanita yang sudah bekerja di Golden Key selama dua tahun itu. Menu cake, aneka crepes, dan croissant juga bisa dipesan di gerai ini.Asyiknya,karena berada dalam satu grup dengan beberapa restoran yang terdapat di Pasaraya Grande,menu makanan utama pun bisa disediakan di sini. (inggrid namirazswara - Harian Seputar Indonesia)


Sumber : OpenRice.com
Lihat juga :

Coffee Toffee Merambah Kedunia Remaja

LARIS : Para siswa terlihat antri membeli kopi di Coffee Toffee di kantin sekolah Stella Maris School, Bumi Serpong Damai, Tangerang. Kopi beraneka rasa ini telah berhasil menggaet pelanggan di kalangan para remaja.

NONGKRONG sambil minum kopi tidak hanya dilakukan kalangan eksekutif muda ataupun sosialita berduit. Anak sekolah ternyata juga menyukai kegiatan ini. Rutinitas menenggak secangkir kopi sambil berbincang dengan sahabat ternyata sudah melebar menjadi gaya hidup di kota besar.
Tidak hanya kalangan pekerja kantoran dan eksekutif berdasi, anak muda bahkan usia sekolah ternyata juga sangat suka melakoninya. Gerai Coffee Toffee akhirnya memberikan sarana untuk itu. Sejarah kopi yang menjelma menjadi minuman nikmat dan favorit dimulai dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia (sekarang namanya Etiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu menggembala sekitar abad ke-9 Masehi.Dari sana,lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman. Kemudian pada abad ke-15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia, Mesir,Turki,dan Afrika Utara. Namun, ada yang mengatakan sejarah kopi ini berawal dari Abessynia.Tapi lain cerita,di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya tetap terjaga demi menjalankan salat malam.

Dari sinilah, akhirnya khasiat kopi menyebar sebagai minuman penghilang kantuk. Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman favorit dunia yang digemari. Awalnya di Italia,pendeta-pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang, juga menghukum orang-orang yang minum kopi.Tidak hanya di Italia, pada 1656 Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Namun,seiring waktu berjalan, keberadaan kopi mulai diakui sebagai minuman favorit.

Tidak heran berbagai gerai minuman kopi mulai tumbuh di mana-mana.Begitu juga dengan Coffee Toffee. Coffee Toffee didirikan pertama kali pada akhir 2005 di Kota Surabaya oleh Odi Anindito. Pada awalnya Coffee Toffee hanya sebuah kios coffee kecil yang untuk tempat berkumpul kalangan sendiri, teman, dan rekan-rekan dekat saja. Seiring dengan berjalannya waktu, dari sering bertemu serta dari omongan mulut ke mulut, ternyata sambutan pasar terhadap produk dan konsep yang ditawarkan gerai kopi ini cukup bagus. Berbekal hal tersebut,maka pada 2006 pengelola menambah dua gerai Coffee Toffee di Surabaya.

Bisnis ini pun berkembang pesat. Hingga 2009 Coffee Toffee telah mempunyai 60 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan terpilih sebagai salah satu trend setter di industri kopi ritel Indonesia oleh sebuah majalah bisnis terkemuka. Visinya antara lain menjadikan kedai kopi lokal yang dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan selalu memberikan produk dan layanan terbaik dengan bahanbahan baku lokal terpilih dengan harga terjangkau. Coffee Toffee mencoba memberikan konsep baru dalam menyediakan minuman berbahan dasar kopi dalam berbagai rasa dan dirimu secara khusus dengan menggunakan konsep drive-thru atau take away.

Karena itu, tidak hanya di mal atau plaza, lokasi gerai Coffee Toffee juga merambah gedung perkantoran, arena rekreasi, dan kantin sekolah. Seperti juga yang dibuka di Stella Maris School,Jalan Artha Kencana 1, Sektor 12, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten ini. Menutur pemilik Coffee Toffee cabang Stella Maris School,Natalia Sjoekoer, dirinya sengaja memilih sekolah sebagai lokasi gerai karena memang kebiasaan minum kopi saat ini juga sering dilakoni anak muda, bahkan usia sekolah.Kebanyakan mereka menikmatinya saat istirahat ataupun setelah pulang sekolah. “Saya pikir dulu anak-anak bakal banyak membeli minumannya yang cokelat atau teh, ternyata banyak juga yang memilih espresso.

Gaya hidup minum kopi saat ini ternyata sudah merambah anak kecil,” tutur Natalia yang memang pencinta kopi sejati itu. Dia menuturkan,gerainya yang dibuka sejak Januari 2008 ini ratarata bisa menjual hingga 70 cup minuman. Selain anak sekolah, konsumennya adalah ibu-ibu yang mengantar anaknya serta guru-guru Stella Maris School.Namun, tidak menutup kemungkinan anak dari sekolah lain di sekitar perumahan BSD juga mampir ke gerai ini. “Siswa Stella Maris School saja ada 1.300 orang. Itu target market kami. Tetapi, ada juga anak yang tidak sekolah di sini, tetapi minum kopi di Coffee Toffee karena memiliki teman di Stella Maris.
Kebanyakan setiap pagi mereka memesan terlebih dahulu untuk diminum saat istirahat,”kata Natalia.

Keunggulan Coffee Toffee, Natalia menyebutkan, selain rasanya yang berbeda dibandingkan kopi di outlet lain, juga harganya yang relatif terjangkau.Tak ayal, anak sekolah dengan uang saku tidak seberapa banyak juga yang mampu membelinya. “Meski murah, kualitas Coffee Toffee layak disejajarkan merek lain yang sudah lama eksis,”ujarnya. Karena letaknya di lingkungan sekolah, Coffee Toffee cabang Stella Maris School yang berkapasitas 40 orang ini waktu bukanya terbatas.

Setiap Senin sampai Jumat mulai buka sejak pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.Pada Sabtu buka sampai pukul 14.00 WIB. Sementara Minggu dan hari libur tutup. (rendra hanggara- Seputar Indonesia.

Sumber : OpenRice.com
Lihat juga :