Tampilkan postingan dengan label Tamani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tamani. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Sajian Christmas High Tea di Pacific Place

The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place siap meracikn gourmet set mewah, spesial bagi anda pada Natal kali ini.

Natal adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan kegembiraan, tak perlu berpikir akan repotnya menjamu orang–orang terdekat dengan ragam menu lezat, biarkan koki-koki handal The Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place yang akan meraciknya untuk anda dengan gourmet set mewah, spesial bagi anda yang merayakan momen istimewa Natal .

Sajian Christmas High Tea tersedia dengan rangkaian menu lezat serta minuman traditional Gluhwein atau eggnog, sementara bermacam kue kering, Lebkuchen, Yule log dan Croque-enbouche tersedia dilengkapi display ragam kue–kue manis sebagai complement lezat. Menikmati kue – kue lezat semakin sempurna ditemani ragam rasa teh traditional mulai dari Earl Grey hingga chamomile, green tea dan English breakfast, tak lupa segelas champagne untuk menyempurnakan perayaan.

Christmas eve hadir dengan suasana perayaan natal yang meriah, chef executive Sean Macdougall meracik bermacam menu spesial dan malam natal semakin begitu menyenangkan dengan kejutan kunjungan santa dan alunan merdu nyanyian natal Christmas Carols. Tepat di hari Natal, anda akan merasakan nuansa spirit Natal di Christmas day Brunch dengan kemeriahan live musik, Christmas Carol serta rangkaian favorit ekstravaganza di Pacific restaurant & Lounge.

Jangan lupa mengunjungi Santa Claus karena ia sesuatu yang spesial untuk semua orang. Rangkaian kegembiraan perayaan Natal juga bisa anda rasakan di Sunday Brunch dengan live entertainment, Champagne, cooking station dan masih banyak lagi.

Pastikan Natal kali ini jadi moment spesial bagi anda dan orang–orang terdekat dengan rasa hikmat kebersamaan serta rasa syukur atas nikmat kasih Tuhan untuk segala berkah yang telah anda dimiliki. Enjoy Your Christmas guys!

* Christmas High Tea, tersedia mulai Senin hingga Jumat pada jam 15:00 – 17:30 wib, dengan harga Rp.128.000++ per orang untuk high tea dan Rp..168.000++ per orang untuk high tea dengan pilihan Gluhwein, eggnog dan segelas champagne.

* Christmas Eve Dinner tersedia pada jam 19:00 – 21:30 wib dan Christmas Day Brunch tersedia 12:00 – 15:00 wib, dengan harga Rp.318.000++ per orang termasuk free flow juice dan iced tea, Rp.418.000++ per orang termasuk free flow wine pilihan juga beer, Rp.158.000 per anak (usia 5 – 12 tahun)

* Sunday Brunch tersedia 12: 00 – 15:00 wib dengan harga Rp.218.000++ per orang termasuk free flow juice dan iced tea, Rp.318.000++ per orang termasuk free flow wine pilihan juga beer, Rp.128.000 per anak (usia 5 – 12 tahun)


* woman.kapanlagi

Bubur dengan Hanya Suwiran Daging Ayam, Cakwe & Bawang Goreng

Kalau Anda tengah berada di kota Bandung dan melintas di jalan Sudirman tengok ke sebelah kanan, tepatnya setelah Pasar Andir. Sebuah gerobak sederhana selalu ramai oleh penggemar bubur ayam.

Mereka tanpa canggung duduk di bangku plastik menikmati lezatnya bubur yang hanya menambahkan suwiran daging ayam, cakwe dan bawang goreng ini. Begitu tiap akhir pekan datang, maka sederetan mobil terparkir berjajar di sana. Adalah bubur ayam Pak Otong, begitu nama yang tertera di spanduk yang menempel di dinding.


Sejak berdiri 1948, bubur disajikan hanya berupa bubur nasi ditaburi suwiran daging ayam, cakwe dan bawang goreng. Padahal biasanya bubur ayam ditambah dengan beragam tambahan semisal kecap manis atau asin, bawang seledri, kacang kedelai dan kerupuk.[break]


Kendati tampak sederhana namun soal rasa jangan ditanyaa, memang terbukti rasa gurih lengket dalam bubur. Ini karena bubur diolah dengan dicampur kaldu rebusan daging ayam. Kegurihan kian terasa di lidah lantaran suwiran daging dan cakwe sangat kentara. Belum lagi ditambah aroma serta rasa bawang merah goreng yang digoreng garing, semakin menambah sensasi kala melewati tenggorokan.


Bagi Anda yang suka pedas, manis atau asin, di atas meja telah tersedia aneka bumbu tambahan dan sambal yang akan membuat bubur semakin nikmat. Dijamin dengan harga 10 ribu rupiah, bakal menghilangkan rasa lapar Anda dan membawa kenangan tersendiri. Bubur Pak Otong buka setiap hari pukul 17.00 Wib hingga dini hari.


* woman.kapanlagi

Senin, 22 November 2010

Sop Buntut Kalifornia ala Warung Satun


Menu sop buntut memang sudah ada dimana-mana. Banyak rumah makan menawarkan masakan berbahan baku buntut sapi ini. Tapi, sop buntut jaman dulu (jadul) Warung Satun barangkali patut untuk dicoba.

Sop buntut yang satu ini sekilas memang tak ada bedanya dengan sop buntut pada umumnya. Namun, rasa yang ditawarkan dijamin akan membuat ketagihan. “Kuahnya bening jadi tidak neg, itu yang bikin saya suka,” ujar Siti Aminah, salah seorang pengunjung yang terlihat bersantap sop buntut di Warung Satun bersama sang suami.

Warung Satun berada di Jalan Karet Dalam, kawasan Kembang Jepun. Warung yang telah ada sejak tahun 1965 ini, oleh masyarakat setempat dijuluki ‘Sop Buntut Kalifornia’. “Nama Warung Satun malah tidak begitu populer, pengunjung yang datang tahunya ini warung sop buntut Kalifornia, mungkin karena letaknya di pinggir Kalimas jadi dapat julukan seperti itu,” kata Hanifah (35), generasi kedua dari Warung Satun.

Sejak awal beroperasi warung ini sejatinya menawarkan berbagai menu makanan seperti nasi pecel, nasi rawon, dan nasi campur. Baru di akhir tahun 1970-an tersedia menu sop buntut. Meski menjadi menu yang paling baru namun justru sop buntutlah yang paling populer. “Awalnya ibu memang sedia nasi pecel, tapi sekarang yang paling diminati malah sop buntut,” ujar putri pasangan Satun dan Mojo ini, seraya tergelak.

Untuk menemani pengunjung menyantap makanan, warung ini menyediakan pula berbagai jenis minuman yang terkesan "jadul" seperti es jeruk dan es teh. Dari sekian banyak menu makanan yang ditawarkan, sop buntut memang sangat dikenal masyarakat luas.

Menurut Hanifah, proses memasak sop buntut sapi yang ditawarkan, sama dengan sop buntut yang ditawarkan rumah makan pada umumnya. "Buntut sapi dipotong-potong menurut ruasnya lalu direbus di dalam panci, setelah lunak buntut sapi yang berkaldu dicampur dengan bahan-bahan lain dan kemudian ditaburi bawang goreng," kata perempuan berjilbab ini.

Selain kuah yang menurut pengunjung tidaklah eneg, kehadiran rempeyek udang memberi warna tersendiri bagi sup buntut Kalifornia. Satu porsi sop buntut plus rempeyek udang berukuran jumbo dapat dinikmati dengan harga Rp 12.500.


* metrogaya
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

Burger Daging Singa Bernuansa Afrika

Pemilik sebuah restoran di Mesa, Arizona, Amerika Serikat (AS), bermimpi bisa menghidangkan sesuatu yang baru bagi para pengunjung restoran. Memanfaatkan demam Piala Dunia yang digelar di Afrika Selatan, terbersit ide untuk menyajikan burger dengan daging singa Afrika.

Ide ini muncul agar pengunjung restoran bisa merasakan nuansa benua Afrika di tengah riuh rendah turnamen bergengsi Piala Dunia. Tentu saja burger daging singa itu menuai protes.

Tak kurang dari satu ancaman bom dan lebih dari 150 surat elektronik berisi kecaman dan protes diterima oleh pemilik restoran, Cameron Selogie. Selogie berkelit dengan mengatakan bahwa singa Afrika memang masuk daftar hewan dilindungi, tetapi tidak terancam punah.

Restoran miliknya, Restoran Il Vinaio, sudah memesan 4,5 kilogram daging singa Afrika dari sebuah peternakan di Illinois, AS. Peternakan itu disebut sudah memenuhi standar yang ditetapkan Departemen Pertanian dan Peternakan (USDA) AS.

"Saya sudah melakukan penelitian untuk memastikan hewan-hewan itu diperlakukan manusiawi," kata Selogie. Daging singa yang disajikan di restoran Il Vinaio dicampur dengan daging sapi. Restoran itu mampu menjual sekitar 15 burger per hari.

Juru bicara USDA, Jim Brownlee, mengatakan, daging singa tidak biasa dikonsumsi, tetapi sepengetahuan dia, tidak ada larangan untuk menyantap daging singa.


* metrogaya
Lihat juga : tamani, sandwich

"TEC Cafe" Nuansa Surabaya Tempo Doeloe

Satu lagi tempat untuk 'memanjakan' lidah hadir di Surabaya, TEC Cafe namanya. Menilik dari nama yang disandang tentu sudah bisa ditebak lokasi dari kafe tersebut. Ya, TEC Cafe hadir di pusat IT Tunjungan Elektronic Centre (TEC) Surabaya.

Meski berada di tempat yang dikelilingi produk-roduk IT namun soal harga TEC Cafe akan membuat Anda tersenyum puas. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu perut Anda dijamin akan merasa kenyang.

Tony Praduka, Promo Manager TEC, menuturkan jika kafe yang berada di lantai 3 itu memiliki servis layaknya resto bintang 5. "Makan enak dengan servis bintang 5 akan didapat saat berkunjung ke TEC Cafe," promo Tony, Rabu (5/5).

Terdapat 12 menu pada kafe berkapasitas 50 orang itu. Ke-12 menu tersebut terbagi dalam 3 karakter yakni Indonesian Food, Chinese Food, dan Western Food. Untuk menu Indonesian Food akan dijumpai masakan khas Indonesia seperti nasi rawon, nasi goreng Jawa, dan nasi campur. Sedangkan menu Chinese Food terdapat pilihan nasi ayam Kungpao, bakmi goreng, hingga nasi goreng ikan asin.

Penggemar masakan barat pun akan disuguhi menu spaghetti bolognaise maupun spaghetti marinara. Kenikmatan menu-menu tersebut tersaji dengan harga hanya Rp 10 ribu. "Harga yang diberikan sudah termasuk minuman," imbuh Tony.

Selain harga yang istimewa, TEC Cafe juga menyuguhkan nuansa Surabaya tempo dulu. Ini terlihat pada beberapa gambar bangunan kuno Surabaya yang terpasang di area kafe. "TEC ini berada di kawasan jalan Tunjungan, salah satu tempat bersejarah di Surabaya, maka dari itu kita hadirkan nuansa Toendjoengan Tempo Doeloe melalui sejumlah gambar mulai dari bangunan maupun kondisi tempo dulu," jelas Tony. Bagi Anda yang ingin bernostalgia, TEC Cafe bisa jadi pilihan tepat.


* metrogaya

Nasi Goreng 'Jancuk' Super Pedas

Apa jadinya jika kata 'Jancuk' yang sangat populer di kalangan arek-arek Surabaya diembel-embeli untuk menu makanan? Tentu saja cukup menarik dan hal ini bisa dijumpai di Cafe Taman, sebuah resto di kawasan Surabaya Plaza Hotel.

Cafe Taman ini punya menu istimewa, yaitu Nasi Goreng 'Jancuk'. Pihak pengelola Cafe Taman memilih nama tersebut lantaran rasa yang ditawarkan super pedas. Ketika orang memakannya pasti akan mengucapkan umpatan khas Kota Pahlawan itu. “Lihat porsinya saja orang pasti akan mengeluarkan kata-kata ‘jancuk’ apalagi kalau sudah menikmati,” kelakar Eko Purwanto, Executive Chef SPH.

Sajian nasi goreng ini sama dengan nasi goreng umumnya. Yang membedakan hanya rasanya yang pedas dan sedikit gurih. Irisan cabai yang digunakan dalam satu porsi nasi goreng itu sebanyak 25 cabai rawit dan ditambah pula saos cabai. Sensasi inilah yang membuat penikmat nasi goreng akan mengumpat.

Untuk porsi, nasi goreng jancuk ini disajikan dalam sebuah piring jumbo dan dapat dinikmati untuk 4-5 orang. “Jadi dalam satu porsi ini bisa untuk empat atau lima orang,” imbuh Eko. Selain porsi dan rasa pedasnya, keistimewaan nasi goreng jancuk ini terletak pada campuran bahan lainnya seperti adanya irisan telur, ayam, udang, kepiting, dan tiram.

Setelah menikmati nasi goreng yang cukup membakar lidah ini jangan langsung menenggak minuman dingin. Sebagai pendamping minuman, Eko menyarankan minuman yang agak hangat. “Kalau langsung minum yang dingin justru akan terasa pedasnya,” ujar Eko.

Diantara pengunjung yang siang itu terlihat asyik menikmati nasi goreng jancuk, terlihat sosok Ririn. Meski bukan penghobi makanan pedas namun Ririn mengaku cukup tergoda akan tampilan nasi goreng jancuk. “Rasanya pedas campur gurih, irisan ikannya cukup banyak, klop banget!” ujar wanita yang menetap di kawasan Manyar ini


* metrogaya
Lihat juga : tamani, marzano, pizza hut

20 Jenis Masakan Nusantara di The cafe

Memasuki bulan Februari ini, The Cafe -sebuah resto di area hotel Java Paragon- menghidangkan menu istimewa bagi para pengunjungnya. Indonesia Food, inilah menu istimewa yang disajikan The Café. “Sajian masakan Indonesia ini khusus kami hadirkan karena banyaknya permintaan pengunjung yang cukup apresiatif terhadap menu-menu lokal,” jelas Dwi Harjoko, Executive Chef Hotel Java Paragon, Selasa (2/2).

Setidaknya terdapat 20 jenis masakan dari berbagai daerah di nusantara yang disuguhkan The Café. Beberapa diantaranya seperti pepes ikan nila, sup asam pedas hingga gulai ayam kampong. Untuk kedua menu terakhir tersebut mungkin masih terdengar asing di telinga. “Sup asam pedas dan gulai ayam kampung ini bercita rasa khas Melayu, dan di Surabaya baru kita yang menyajikan,” klaim Dwi.

Pedas, inilah yang akan dirasakan tatkala menikmati sup asam pedas maupun gulai ayam kampung. Rasa yang dimiliki kedua makanan tersebut terasa pas dengan selera mayoritas orang Surabaya yang memang cukup doyan akan makanan pedas. “Masakan Melayu pedasnya sangat kuat dan itu kami kurangi kadar pedas,” imbuh Dwi.

Sesuai namanya maka daging yang dipakai pada gulai bukanlah daging sapi maupun daging kambing seperti daging ayam kampung, melainkan daging ayam kampung. Pun demikian halnya dengan sup asam pedas. Jika pada sup kebanyakan akan dijumpai sayuran seperti wortel maupun kentang, maka pada sup asam pedas tak ada satupun sayuran. Sup ini justru ‘dipenuhi’ aneka seafood seperti cumi dan kremis (sejenis kerang).


* metrogaya

Minggu, 21 November 2010

Citarasa Jamur Pun Selain Lezat Juga Eksotis

Jamur, jenis tumbuhan yang identik dengan tanaman yang kaya kandungan klorophil karena kurang mampu mengembangbiakkan diri lewat proses photosintesis. Namun, jamur memiliki kemampuan menyerap nutrisi dari beragam material yang ada di sekitarnya untuk bertahan hidup. Di pasaran ada begitu banyak variasi jamur yang aman dikonsumsi. Nama, jenis, ukuran, warna, dengan tekstur yang indah hingga yang paling aneh. Dengan kelembutannya yang memesona hingga penampilannya yang paling vulgar.

Lepas dari penampilannya, jamur sangat disukai lantaran kelezatan serta kandungan nutrisinya yang relatif lengkap. Citarasa jamur juga sangat lezat, bahkan menyamai kelezatan dan kekenyalan daging ayam atau sapi. Jamur, bukan saja diolah menjadi tumisan sayur, sup, atau salad, selain disuguhkan sebagai cemilan yang sehat. Jamur berukuran besar, misalnya jamur portobello, jamur khas Italia berbentuk bulat mirip jamur payung ini berdiameter relatif besar, sehingga bisa diisi dengan beragam isian, kemudian dipanggang matang.

Citarasa jamur pun selain lezat juga dikenal sangat eksotis. Jamur morel, jamur chanterelle, dan jamur tiram adalah beberapa contoh. Bentuk dan ukuran jamur liar ini sangat indah dan memiliki ukuran serta diameter relatif besar dibanding jenis jamur lainnya. Daging jamurnya pun kenyal dan kaya serat. Mereka yang tengah berdiet, banyak menjatuhkan pilihan menu pada jamur.

Lantaran jamur mengandung 90 persen air dan hanya secuil kalori. Kandungan lemak dan karbohidratnya sangat rendah dan jauh dari kolesterol. Protein dan vitamin (B, C, D, A) menambah keunggulan jamur. Mengolah jamur butuh ketelatenan, karena saat proses memasak kandungan vitamin pada jamur bisa mudah rusak. Beberapa jenis jamur bisa ditemukan tumbuh sepanjang tahun. Misalnya jamur portobello, shitake, cremini dan jamur tiram. Sementara jamur porcini, morel, chanterelle, hanya ditemukan dalam musim-musim tertentu saja.

Beberapa jamur jenis ini memang jarang ditemukan di Indonesia, ada yang diimpor dan bisa ditemukan di sejumlah pasar swalayan terkemuka saja. Ada yang dalam kondisi segar, namun lebih banyak yang ditemukan dalam kondisi sudah dikeringkan. Tidak terlalu susah untuk memilih jamur yang baik. Untuk jamur segar, pilih jamur yang masih segar, warna dan teksturnya belum berubah, dagingnya tetap lembut dan kenyal. Pastikan tak ada warna cokelat di bagian bawah tudung jamur ataupun tepian tudung yang menandakan jamur sudah mulai layu.

Untuk jamur yang sudah dikeringkan, pastikan jamur dikemas dalam kemasan yang tidak cacat, meski hanya seukuran lubang jarum. Kemasan yang cacat akan memengaruhi citarasa jamur saat diolah. Jamur bisa disimpan di dalam lemari es, namun jangan dicucinya. Sebaiknya jamur tak dikemas dalam plastik saat akan disimpan dalam lemari es. Jamur akan bertahan tiga hingga empat hari dalam lemari pendingin.

Cara terbaik menikmati kelezatan jamur adalah dengan mengolahnya secepat mungkin dan tanpa transit di dalam lemari es. Jika tidak, gunakan saja jamur dalam kemasan kaleng atau jamur yang sudah dikeringkan. Mengolah Jamur Jangan memotong jamur jika tak segera diolah menjadi masakan.

Sebaiknya jangan memakai air untuk membersihkan jamur dari kotoran, karena air akan merusak citarasa dan tekstur jamur. Cukup gunakan sikat bergigi lembut untuk menyingkirkan kotoran dan tanah yang menempel di badan jamur. Jika terpaksa, gunakan air sesedikit mungkin dan segera keringkan dengan serbet kertas.

Untuk jamur kering, lembutkan dengan cara mencelupkannya dalam air panas atau kaldu ayam selama 30 menit, baru kemudian keringkan sisa air atau kaldu dengan menggunakan serbet kertas. Atau, cuci jamur jika masih terdapat sisa tanah atau kotoran yang terselip di antara badan jamur, kemudian keringkan dan olah seperti biasa.


* metrogaya
Lihat juga : burger, tamani, sandwich

Menikmati Hidangan Sate Jamur Tiram Putih

Anda penyuka sate daging kambing, ayam, sapi atau kuda. Kali ini ada sensasi sate dengan bahan jamur tiram putih. Selain rasanya gurih dan lezat, manfaatnya bagi tubuh diyakini tak menimbulkan penyakit berbahaya.

Bila Anda warga Kediri bisa menikmati hidangan sate jamur tiram putih, di depan Mapolsek Grogol, Kabupaten Kediri Jalan Raya Kediri-Nganjuk. Penjual menjajakan dagangannya menggunakan vespa yang dimodifikasi layaknya sebuah gerobak PKL.

"Dulu dengan vespa ini saya bisa jualan keliling, berhenti di mana saja saya suka. Tapi sudah hampir setahun ini saya menetap di sini, karena memang langganan mulai ada," kata Arbani, sang menjual sate jamur tiram putih, Sabtu (23/10/2010).

Tentang sate jamur tiram putih dagangannya, Arbani mengaku memulainya dengan menjual masakan jadi dari kantor ke kantor. Usaha ini merupakan pengembangan atas budidaya jamur tiram putih yang dilakukan di rumah. Dengan dalih omzet penjualan tak besar, dia memberanikan diri banting setir mengubahnya menjadi warung, dengan pengolahan sate dilakukan berdasarkan pesanan.

"Cuman jamurnya saya rebus dan bumbui di rumah. Selebihnya mulai dari memotong, menusuk dan membakar saya lakukan berdasarkan pesanan," jelas Arbani.

Untuk manfaat sate jamur tiram dagangannya, Arbani mengklaim tidak menghadirkan penyakit berbahaya bagi yang mengonsumsinya. Selain diolah secara higienis, jamur tiram merupakan jenis tanaman dipastikan beda dengan daging yang mengandung kolestrol tinggi.

Harga sate jamur tiram putih juga sangat terjangkau oleh semua kalangan, karena dijual seharga Rp 5.000 untuk setiap porsi.

"Ini yang mengatakan pembeli, bukan saya mengada-ada. Banyak yang dulunya suka sate kambing beralih ke sini karena takut darah tinggi, dan ada yang suka sate ayam tapi takut alergi," ujar Arbani bersemangat.

Pria yang pernah menjadi staf pengajar di salah satu MTs di Kabupaten Kediri mengaku, pilihannya menjajakan sate di warung mulai membuahkan hasil manis. Dari awal membuka usaha hanya mampu menghabiskan 1 kg jamur, saat ini dalam sehari minimal 7 kg jamur bisa dihabiskan.

"Yang jelas hasilnya lebih besar dibandingkan sukuan (Tenaga GTT) di madrasah," pungkasnya sumringah.

Anda penyuka sate dan tak ingin merasakan dampak negatif saat mengkonsumsi, tak ada salahnya menikmati sate bahan dasar jamur tiram putih. Sebab rasanya dijamin tetap gurih senikmat daging kambing, ayam, sapi atau bahkan kuda.


* metrogaya
Lihat juga : tamani, marzano, pizza hut

How the work process into fuel coffee?

There are also recent findings from researchers at the University of Warwick, Conventry, West Midland, the British succeeded in producing fuel from brown to car racing, has appeared the result of research that uses coffee beans as fuel.

The researchers came from a team that has BBC1 science program called Bang Goes The Theory. They use the VW Scirocco 1998 as a research object and the sedan from the German manufacturer changed its name to Car-pucciono.

Nick Watson, as the producer Bang Goes The Theory said, "Coffee, wood or coal all contain carbon which can be used as fuel. For coffee, very dry conditions in a state that allows air to move around the seeds during the combustion process progresses, "he was quoted as saying autoevolution.com site.

Watson added, the combustion process (gasification) can also use other fuels such as wood chips, bark of walnuts, rubble or other farm waste.

Preheated 700 degree

How does the process work? The team juggle luggage space to put two tubes plus a series of pipes. Most large tube (right) as a gas cylinder. Coffee bean is inserted into the tube and heated to 700 degrees Celsius. Then, the coffee will be separated into hydrogen and carbon monoxide.

Then the combustion products were channeled to the pipes that berrada shaped radiator on the car. The goal is to be cooled before it entered into a second tube (left). Inside the tube there are two filters, one as a cyclone filter and the other as a heat insulator that would prevent entry into the machine.

Out of this second tube, clean fuel that has been channeled into the engine. Sufficiently long path through the tube from the rear (trunk) to the front, the design is similar to snorkel.

To prove the car is functioning properly, the researchers will be driving along the 210 kilometers from Manchester to London. This magical car will also be exhibited in the event the Big Bang Science Fair at Manchester City with a mission to prove any fuel other than gasoline which can be a source of energy.

Unfortunately, with coffee as a source of fuel energy-pucciono Car operating costs more expensive 25 to 50 times than common cars that consume gasoline or diasel....

* metrogaya

Kopi Lanang - Menambah Vitalitas yang Meminumnya

Sebagian besar masyarakat memang belum banyak mengenal apa kopi lanang, yang kini dikembangkan PT Perkebunan Nusantara XII Perkebunan Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Selain secara fisik memang berbeda, kopi berbentuk tunggal dan bulat itu juga diyakini mampu menambah vitalitas kaum adam. Menurut salah seorang petugas Cafe Malangsari Kalibaru, Nurhayati, kopi lanang asal Banyuwangi ini merupakan kopi pilihan yang bisa membuat peminumnya merasakan tenaga ekstra."Salah satunya tidak membuat mata mengantuk, selain ada yang bilang bisa menambah vitalitas yang meminumnya,"ujarnya.

Untuk mendapatkan kopi lanang itu, kata dia, melalui proses yang tidak mudah. Biji kopi lanang, harus melalui penyortiran biji kopi yang jumlahnya mencapai puluhan ribu biji kopi jenis robusta."Bila biji kopi umumnya terbelah dua, biji kopi lanang bulat dan tunggal," Nurhayati menambahkan.

Bagi penikmati kopi, sangat cocok mengonsumsi kopi lanang ini karena kadar kafeinnya sangat tinggi sehingga tidak mudah mengantuk, di samping cita rasa kopinya begitu halus.Karena itu, kopi lanang ini sangat cocok dikonsumsi di daerah yang suhu udaranya cukup dingin seperti di wilayah Kecamatan Kalibaru dan Glenmore.

Menurut salah seorang penikmati kopi lanang, Yudi, warga Kecamatan Genteng, hampir setiap hari ia sempatkan datang ke Cafe Malangsari hanya untuk menikmati kopi lanang.

Selain bisa menambah tenaga ekstra, terutama agar tidak mudah mengantuk, juga cita rasanya sangat berbeda dengan rasa kopi pada umumnya.

Apalagi harga secangkir kopi lanang cuma Rp 3.000 per cangkirnya. "Berbeda jika kita ingin minum kopi luwak yang akhir-akhir ini mulai ngetren sehingga harganya juga cukup mahal,"ujarnya.

Namun jika Anda tidak bisa menikmati langsung cita rasa kopi lanang di Cafe Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi, kini tidak perlu repot lagi karena Anda bisa membeli kemasan cantik kopi lanang itu di supermarket di kota Banyuwangi.


* metrogaya

Required the animals to digest durian

Proses is soortgelyk aan Civet Coffee. Nie net heerlik, 'durian Elephant' is ook 'n aphrodisiac.


Metrogaya-Dit klink disgusting, en waarskynlik die duurste durian terenak in die wêreld kom uit olifant mis. Dit is die tweede voedsel wat afkomstig is van vuil hewan.Yang natuurlik eers Civet Koffie - wat as die wêreld se duurste koffie gekroon was. Die proses om 'durian Elephant' is ook soortgelyk.


As die inwoners van Sumatra op soek na koffie bone wat in civet ontlasting het nie verteer is, sal die Adam se appel in die woude van Maleisië volg die olifant wat ingesluk het 'n baie durian. Hulle neem risikos wat hierdie soogdiere te volg vir ten minste vier ure - die duur dit neem om die dier die durian te verteer - voor die vrugte wat is nie verteer met vuil.


Is die adviseur vir Maleisiese Nature Society Johor-tak, Vincent Chow wat durian Hierdie unieke bestaan van 'n magnaat vriend en inheemse bos timber "Orang Asli' hoor. Hy het gesê, die hout konglomeraat altyd deur 'n bevel op die Orang Asli gedurende durian seisoen.


Omdat die voorraad was skaars, die magnaat sou eerder spandeer in - betaal RM1.000 of Rp2, 8 miljoen in orde wil oortuig dat sy voedsel. "Natuurlik is die Orang Asli sal volg in die voetspore van die olifant omdat hulle weet kan ongelooflik duur," sê Chor, soos New Straits Times gepubliseer die site.


Moenie dink buffels of 'n bok mis dat ruik ampun.Menurut plaaslike inwoners vra, die reuk van die olifant mis soos tee, nie steek soos ander herbivore. Durian is nog nie verteer word beweer nie onsuiwerhede en bakteri.Bahkan te bevat, die magnaat eise sodanige durian sou 'n aphrodisiac, seksuele opwekking, alias voedsel plante word - nadat ons deur die proses van vertering' n olifant.


Alhoewel daar geen wetenskaplike bewyse wat die eis, eis 'durian Olifante "die hoër en die prys bly styg.


* metrogaya
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

Pesona Aceh, Tak Hanya dalam Secangkir Kopi

Banda Aceh, lima tahun semenjak disapa tsunami, tak lagi terasa nyeri. Kehidupan sudah berlangsung biasa sebagaimana lazimnya kota-kota lain yang menggerakkan roda ekonomi. Berkunjung ke sana, mungkin tak lengkap bila kita tak menyinggahi lokasi-lokasi kongkow yang meriah dan merakyat. Khas Aceh dan hidangan panganan melayu, warung kopi dan keramaian di pusat jajanan tak terhindarkan lagi. Riuh.

Tujuan kita pertama adalah Rex Peunayong, lokasi jajanan khas Aceh di Pusat Jajanan Banda Aceh. Pada malam minggu, beraneka rupa keriuhan menjadi satu dan para pengunjung mulai memadat di jam-jam malam nongkrong. ’’Biasanya suka ada acara-acara menarik di sini yang tak jarang pula dihadiri penggede-penggede Aceh,’’ tukas Yoki F Nasution, rekan seperjalanan pemburu jajanan Aceh. Sebagai area sales manajer Sosro di Aceh, Yoki tahu benar sejarah tempat kongkow ini. ’’Dulu, tempat ini tanah lapang di mana banyak penjual kudapan berkumpul,’’ katanya.

Mulanya lantai berdebu dengan meja dan kursi plastik menjadi hiasan tempat ramai ini. Banyak penjual panganan partai besar berkumpul di sini. Semuanya masih serba gerobak. Dalam perjalanan waktu, lokasi ini mulai dibenahi dan berubah menjadi arena gaul dengan konsep ruang terbuka. Seperti sentra kuliner yang sudah tertata rapi dengan aneka jajanan dan panganan khas Aceh yang menantang untuk dinikmati. Sekalinya kita datang, pilih saja tempa paling mantap di antara kursi dan meja yang berhamburan di sepanjang halaman kompleks kuliner ini. Duduk yang nyaman dan perhatikan berbagai menu yang tersaji di seputaran lokasi.

Yang suka panganan Aceh langsung saja serbu mie Aceh yang khas, sate Matang hingga kerang rebus. Jangan khawatir makanan daerah lain juga ada di sini, mau sate Padang? Ada. Mau sate Madura? Bisa. ’’Hanya saja di sini tak disebut sate Madura, tapi sate Jawa,’’ tambah Yoki. Ini model sate khas Jawa, memang, karena mirip dengan sate madura pula bumbu sate menggunakan sambal kacang.

Kompleks yang ramai ini memang menjadi barometer bangkitnya kembali masyarakat Aceh dari bencana dahsyat yang menerjang sebagian besar pesisir Barat dan belasan kabupaten kota termasuk ibukota provinsi paling barat Idonesia di Banda Aceh ini. Di sekeliling pusat jajanan ini pula terlihat tempat-tempat penginapan dan hotel yang berhasil dibangun kembali atau bertahan paska kejadian tsunami akhir 2004 lalu. Kita tentu ingat ya, di Hotel Medan, sempat bertengger kapal nelayan yang dibawa tsunami ke tengah kota Banda Aceh ini.

Lokasi berburu makanan di seputaran Banda Aceh kini mengarah ke Dhapu Kupi. Mengingat warung kopi, sebetulnya memang merupakan lokasi khas pilihan masyarakat Melayu. Sejak dari Semenanjung Negeri Jiran hingga Daratan Sumatera dan Kalimantan di mana pusat kehidupan warga keturunan melayu menonjol, pastilah situasi lokasi jajanan dengan hidangan kopinya menjadi pelengkap komunitas yang gampang dijumpai di jalan-jalan utama kota. Lokasi Dhapu Kopi ada di Baru Batoh atau lebih dikenal sebagai Simpang Surabaya. Nama jalan resminya Dr. Teuku Mr. Mohammad Hasan. Orang mengenal tempat ini sebagai lokasi di mana dahulu orang-orang Jawa Timur yang merantau di Aceh berkumpul dan kemudian bermukim di sini. Sebagai salah satu lokasi pilihan yang menarik untuk anak-anak muda karena di sini kerap digelar acara-acara asyik seperti nonton bareng pertandingan sepakbola berbagai Kompetisi Liga Dunia. Sambil menikmati tontonan di layar besar, mereka biasanya berbincang dengan ditemani suguhan utama kopi dan kopi susu khas Aceh. Memang mungkin tak berbeda jauh dengan hidangan kopi di tempat lain, hanya aroma khas Kopi Aceh bisa kita sruput di situ.

Makanan semacam Mie Aceh bisa dipesan. Yang pasti, begitu kita datang aneka 
gorengan yang disajikan di piring serta ditambah piring kecil isi sambal kecap langsung akan menyerbu di meja. Di Dhapu Kupi tentu saja menyimpan senjata rahasia kopinya. Kopi yang dipakai di sini adalah hasil produksi dari Ulee Kareeng, daerah yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Rasanya mantap.

Bicara Banda Aceh dan Perburuan Kopi, tentu jangan mudah menyerah. Sudah dari Dhapu Kupi kita menyeberang menuju The Next Coffee and Music studio. Lokasinya terletak di Jalan Dr. Mohammad Hasan juga. Memang di wilayah ini banyak terdapat warung kopi khas Aceh. Lihat di situ ada banner besar ’’Mangat That’’ yang berarti Enak Sekali dalam bahasa Aceh. Azman, pemilik warung itu, dengan ramah akan menyambut kedatangan tami. ’’Ini baru awal Maret lalu dibuka. Sila ngupi-ngupi dulu ya,’’ sergahnya di tengah keramaian pengunjung yang biasanya menikmati kopi sambil menyiapkan diri untuk acara-acara anak muda yang sering digelar di sini.

Rupanya, Azman tahu betul kegemaran anak muda: musik hidup. Maka, warung kopinya ditata layaknya memiliki panggung kecil yang sering digelari pertunjukan musik hidup (live music) di hari-hari tertentu. Dan tak kalah dengan warung lain, sudah tersedia layar besar untuk ajang nonton pertunjukan sepak bola liga dunia. ’’Nah, kalau ada acara final liga Champion misalnya, kami buka 24 jam,’’ tegas Azman.

Ia bertutur, dalam sehari warung ini bisa kedatangan tak kurang 300 tamu. Maka, Sabtu dan Minggu merupakan puncak kunjungan dan meraka mengadakan berbagai pertunjukan musik hidup. Sebagai anak muda yang ’gaul’ Azman misalnya juga mengundang para hadirin muda melalui situs jejaring sosial pada acara pertunjukan rock music live-nya dengan tajuk, ’’Malam Bon Jovi’’. Musik, mulai mengalun sejak jam 4 sore. Break sejenak untuk maghrib dan isya sampai jam 7.30-an. Lalu, mulai jam 8 malam musik kembali mengiringi pengunjung hingga tengah malam.

Nah, bagi Anda yang berkunjung di Aceh, jangan coba-coba meninggalkan Aceh tanpa menikmati sunset dan indahnya pantai Lampuuk. Salah satu pantai terindah yang dimiliki Aceh dengan pasir putihnya yang memanjang sepanjang jalur Banda Aceh – Calang. Letaknya sekitar 15 km dari pusat kota menuju arah Calang. Ini jelas lokasi pilihan yang paling eksotis di kawasan Pantai Barat Aceh. Dulu, sebelum peristiwa tsunami terjadi, pantai ini dipenuhi oleh penjaja ikan segar yang dilengkapi dengan tempat-tempat makan. Mereka akan menawarkan diri untuk memanggang dan memasakan ikan-ikan tersebut agar bisa langsung dinikmati oleh pengunjung pantai. Meskipun belum seramai dulu, lokasi ini pulih dengan segera.

Pantai Lampuuk, terbilang ramai di hari-hari libur, mulai dari siang hingga senja datang. Ribuan orang mendekat bibir pantai, ada lokasi strategis orang yang ingin berselancar dan memang luar biasa di senja hari di mana banyak orang menghabiskan waktu menikmati sunset. Dibanding pantai – pantai lain di Banda Aceh, Pantai Lampuuk merupakan pantai yang paling lengkap sarana dan prasarananya. WC umum dan beberapa kafe sederhana untuk beristirahat banyak ditemui sepanjang pantai ini. Bahkan di pantai ini juga ada life guard dengan tower pengawas, layaknya film Baywatch.

Sumber     : asep.wordpress

Senin, 15 November 2010

Bitterballen - Cemilan Ringan yang Menyehatkan

Jakarta - Camilan asal negeri kincir angin ini memang cukup sering dijumpai. Umumnya berisi daging sapi cincang yang dicampur dengan potongan parsley. Tidak hanya enak dijadikan camilan, tapi juga enak untuk lauk saat makan.
Kalau melihat camilan ini, biasanya yang terlintas di kepala adalah 'bola-bola daging'. Mungkin karena bentuknya yang bulat seperti bola dan juga bahan yang digunakan berasal dari daging sapi. Bitterballen namanya, camilan asal negeri Belanda ini sangat enak apalagi disantap hangat-hangat.
Cincangan daging sapi dicampur dengan sedikit tepung terigu, cincangan parsley, garam, merica, dan bubuk pala. Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat-bulat menyerupai bola berdiameter kurang lebih 3 cm. Adonan yang sudah dibentuk kemudian digulingkan di dalam telur yang sudah dikocok, dan juga tepung roti.
Sehingga saat digoreng, bola-bola daging ini menghasilkan tekstur yang garing dan renyah. Bitterballen ini biasanya disajikan sebagai camilan sore. Disantap dengan cocolan saus sambal, saus tomat, atau juga mustard. Camilan ringan ini sangat terkenal di Belanda, Belgia, dan Suriname, tak terkecuali di Indonesia.
Kalau sedang berkunjung ke resto-resto Belanda, dengan mudah Anda akan menemukan bitterballen ini. Disajikan sebagai menu pembuka yang renyah enak. Bitterballen juga sangat terkenal di Skotlandia, hanya saja namanya Stovie Balls. Banyak sekali disajikan di club-club sebagai teman menonton pertandingan sepak bola.
*detikfood

Selection of Snacks disajikan Balutan Wadah Bambu Dim Sum,

Aneka seafood segar plus keindahan laut dapat Anda reguk sekaligus di tempat nan indah di pulau ini. Pan Fried Prawn yang menggugah selera plus Fillet of Snapper yang berpadu dengan saus BBQ bakal menyuguhkan pengalaman bersantap nan istimewa dan tak terlupakan tentunya!

Tahun ini Bali tampaknya masih tetapi menjadi kota tujuan wisata yang sangat digemari baik lokal maupun mancanegara. Sebab Bali tak hanya menjanjikan panorama indah semata, kesempatan untuk 'wisata lidah' mencicipi berbagai hidangan lezat sudah menanti di pulau Dewata ini.

Salah satu tempat tujuan 'wisata lidah' di Bali yang dapat dikunjungi adalah Lagoona Restaurant. Restoran yang satu ini terletak di dalam Ayodya Resort - sebuah resort seluas 11,5 hektar - yang memiliki ambience hangat dan pemandangan langsung ke arah laut.

Perjalanan dari lobby hotel menuju Lagoona yang berada di tepi pantai meskipun cukup jauh namun terasa menyenangkan. Pemandangan nan hijau dengan tupai-tupai yang mengintip di pepohonan, serta burung-burung dan ikan yang berkumpul di danau buatan yang ada di tengah resort menjadi hiburan yang saya rindukan.

Akhirnya senyum hangat sang pelayan berkebaya khas Bali menyambut kedatangan kami di Lagoona. Cuaca cerah membuat kami memutuskan untuk menikmati hembusan angin pantai dan duduk di area luar yang memang jadi favorit pengunjung. Dari kejauhan tampak payung-payung putih melindungi kursi-kursi malas di tepi pantai.

Meskipun ini kunjungan pertama kami ke Lagoona tak sulit bagi kami menentukan pilihan. Ada aneka seafood atau steak, dan ada pula hidangan khas Bali seperti Nasi Goreng Bali atau Nasi Campur bisa dipesan. Untuk pembuka kami memesan Pan Fried Prawn dan seporsi Selection of Snacks untuk di-sharing beramai-ramai.

Untuk menu utama pilihan saya jatuh pada Garlic Sauteed Tiger Prawn dan Fillet of Snapper untuk teman saya. Kesemua menu ini dapat dipesan dengan tambahan rosmarry potatoes, tagliatelle, steamed rice, atau vegetables. Sengaja kami memilih tema 'seafood' biar matching dengan suasana pantai di hadapan kami.

Sambil menunggu hidangan tiba kami pun berkesempatan untuk merasakan pasir putih dan air laut di private beach milik Ayodya Resort. Lautnya benar-benar indah, jernih dan terjaga kebersihannya dengan para tamu hotel yang asyik berenang atau sekedar berjemur di tepi pantai.

Setelah beberapa menit bermain di pantai kami kembali ke area restoran dimana telah menunggu minuman dingin dan hidangan pembuka. Pan Fried Prawn tampil cantik dengan potongan dadu mangga segar yang dicampur irisan cabai. Hidangan ini berupa daging udang yang dihaluskan dan ditusukkan dalam sebatang lemongrass (penampilannya mirip seperti satai lilit). Rasa gurih udang dan sedikit ketumbar serta rempah lainnya beradu serasi di dalam mulut. Potongan mangga segar memberikan sensasi segar asam pedas yang nikmat.

Selection of Snacks disajikan dalam balutan wadah bambu dim sum, terdiri dari spring rolls, siomay, crab cake, dan samosa masing-masing dua buah. Kesemua snack ini kami nikmati dengan dua macam saus yang asam pedas atau manis. Hmm... benar-benar merangsang selera untuk segera menikmati menu utama.

Garlic Sauteed Tiger hadir dalam tampilan yang cantik. Lima buah udang berselimutkan butter sauce tampak lezat dan kelezatannya langsung menjadi nyata saat udang segar itu berpindah ke dalam mulut. Kekenyalan udang serasi dengan butter sauce yang ringan dengan sensasi gurih dan jejak aroma garlic. Babby potato dan sayuran segar seperti brokoli, jagung muda, dan wortel menjadi penyempurna hidangan ini.

Berbeda dengan Fillet of Snapper yang garing di luar dan lembut di dalam. Kulitnya yang renyah sangat gurih dengan kelembutan daging ikan kakap merah yang segar dengan sapuan saus BBQ. Penyuka seafood dijamin bakal menyukai kelezatannya.

Selama kami bersantap Lagoona Restaurant tak pernah sepi dikunjungi terutama saat-saat sore seperti ini. Maklum sebab bukan hanya kelezatan hidangan yang disembunyikan oleh restoran tepi laut yang satu ini, namun juga keindahan pantainya. Penyuka seafood dan laut pastinya wajib mampir jika berkunjung ke Bali.

Lagoona Restaurant
Ayodya Restort Bali
Jl. Pantai Mengiat, Nusa Dua
Bali


*detikfood

Jumat, 12 November 2010

Sekilas Mengenai Coffee Bean

The Coffee Bean & Tea Leaf (terkadang disingkat The Coffee Bean atau Coffee bean saja) adalah sebuah waralaba kedai kopi yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serikat dan dimiliki serta dikelola oleh International Coffee & Tea, LLC. Kedai / cafe Coffee Bean pertama kali dibuka tahun 1968. Di Indonesia, The Coffee Bean & Tea Leaf dikelola langsung oleh Trans Corp melalui PT Trans Coffee.

Lihat juga : nelayan restoran, loewy

Kamis, 11 November 2010

Dim sum, Hidangan Mungil Asal Kanton

“Dim sum, hidangan mungil asal Kanton, Cina bagian Selatan. Bentuk cantik dengan isian manis dan gurih membuat panganan ini digemari semua usia.

Dim sum biasa diolah dengan cara dikukus, digoreng dan dimatangkan dengan sedikit minyak alias pan fried. Fung Zau, Hakau dan Bakpao beberapa jenis dim sum populer dari sekitar 2000 varian yang ada di dunia.”

Dalam bahasa Kanton, dim sum berarti sedikit dari hati atau menyentuh hati. Dim sum yang biasa dihidangkan bersama chinese tea ini diibaratkan hors d’oeuvres atau appetizer (bisa panas atau dingin) yang biasa disajikan di restoran Perancis sembari menanti hidangan utama datang.

Dim sum sudah populer sejak ribuan tahun lalu. Isiannya bisa berupa daging, seafood, sayuran, hingga manisan dan dessert.

Awal mula tradisi menikmati dim sum ada beberapa versi. Ada yang mengaitkan dengan tradisi warga Cina yang gemar meminum teh. Warung teh bermunculan sejak masa Jalur Sutra dan Dinasti Han (206 SM) hingga Dinasti Yuan (Abad 14 M).

Kala itu para petani, buruh dan pedagang yang berbisnis di sepanjang Jalur Sutra kerap mampir melepas lelah di kedai teh pinggir jalan sembari menikmati dim sum.

Ada juga yang mengatakan dim sum dulunya kudapan favorit kaisar saat tengah bersantai sambil mereguk kehangatan chinese tea.

Dim sum juga dikenal dengan istilah yum cha, terjemahannya berarti minum teh. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman menikmati dim sum yang selalu ramai dan menyenangkan.

Restoran biasa menghidangkan dim sum sejak pagi hingga siang hari. Di Hong Kong dan provinsi Cina lainnya seperti Guangdong, beberapa resto menyajikan dim sum sejak pukul 5 pagi.

Keluarga pun senang berkumpul untuk menikmati dim sum bersama di hari Minggu. Biasanya orangtua akan mengajak anak serta untuk berkumpul bersama kakek dan nenek.

Terutama di hari raya seperti Hari Ibu dan Imlek. Di Indonesia, dim sum mulai dikenal sebagai panganan dan makanan utama yang dihidangkan sepanjang hari.

Dim sum biasa disajikan menggunakan wadah bermaterial bambu untuk menjaga hidangan tetap panas saat disantap.

Satu porsi dim sum biasa berisi 3-4 buah. Sepasang sumpit menjadi alat makan utama.

Seiring kepopuleran dim sum, banyak yang mulai membuat variasi bentuk dan isian. Konon ada sekitar 2000 varian dim sum di dunia. Berdasarkan bentuk dan isinya dim sum terdiri dari beberapa jenis.

Hakau
Salah satu menu favorit dengan isian udang. Tampilannya unik, dibungkus kulit transparan yang lembut beraroma wijen. Kulit hakau terbuat dari tang mien, tepung sari kanji. Dimatangkan dengan cara dikukus, hakau semakin nikmat disantap dengan saus sambal.

Fung Zau
Dibuat dari ceker ayam yang direbus hingga lunak, digoreng dengan herbal Cina, lalu diungkep bersama bumbu dan dibekukan. Setelah meresap, kaki ayam dikukus. Fung zau biasa dinikmati dalam rendaman saus kacang, saus tiram atau lada hitam.

Cheong Fan
Dalam bahasa Inggris disebut Rice Noodle Rolls. Terbuat dari tepung beras yang dikukus, kemudian digulung, digoreng sebentar dan disajikan dengan taburan biji wijen. Padanannya saus kecap yang manis gurih. Bisa dihidangkan polos atau dengan isian yang cukup mewah seperti daging, seafood dan sayuran.

Bakpao
Bak berarti daging, dan pao berarti bungkusan. Awalnya bakpao memang hanya berisi daging. Kini panganan berwarna putih ini mulai diisi dengan berbagai bahan seperti coklat, kacang hijau dan srikaya. Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu. Setelah diberi isian, dikukus hingga mengembang dan matang. Untuk membedakan bakpao berisi daging dengan yang bukan, bisa dilihat dari titikan warna yang ada di atas bakpao.

Egg Tart
Kue manis berwarna kuning ini berbahan dasar adonan pastel dengan isian pudding telur yang dipanggang. Untuk menambah kemewahan, ada yang menambahkan sarang burung sebagai topping egg tart.


* tabloidbintang
Lihat juga : table8, sushi tei, tamani

One Bite Hot - Membuat Mata Anda Terbelalak

Dari jajanan pasar, Herman Hartomo mengemas Risoles menjadi menu main course di Risol Risol, House of Risoles. Jika selama ini risoles disajikan dengan isian wortel, soun, kentang dan daging, di tempat yang baru beroperasi beberapa bulan ini Anda bisa menemukan 11 jenis risoles.

Sebut saja Cordon Blue, Vegetable Curry bagi Anda yang vegetarian, One Bite Hot yang bisa membuat mata terbelalak saat merasakan pedas cabai rawit di gigitan pertama. Setiap sajian risoles dilengkapi french fries dan salad. Porsi yang disajikan pun cukup besar, mampu memenuhi ruang kosong dalam perut.

“Side dish disediakan khusus bagi pelanggan yang makan di tempat. Tapi untuk take away, kami tidak menyediakan side dish,” ungkap pria yang akrab disapa Tommy ini.

Penggemar risoles garapan Tommy ini sudah sampai ke Makassar. “Ada pelanggan yang membawa frozen risoles sampai ke Makassar dan tidak basi. Bahan yang kami gunakan tidak menggunakan pengawet. Setiap hari selalu baru,” tambahnya.

Di pagi hari, pengunjung bisa melihat proses pembuatan risoles dari dapur terbuka yang berada di depan.

Menikmati sepiring Cordon Blue Risoles di sini terasa lebih nikmat di ruangan yang dirancang dengan kesan hangat dan nyaman.

Bangunan yang merupakan rumah tinggal zaman Belanda tidak mengalami banyak perubahan. Langit-langit rumah tidak terlalu tinggi dan jendela berukuran besar dengan teralis besi menghiasi bagian depan dan belakang resto. Warna-warna cerah dihadirkan melalui kursi dan bantalan sofa. Membuat siapa pun merasa nyaman.

Ingin merasakan kesejukan udara segar, Anda bisa pindah ke taman di belakang. Rumput dan pepohonan hijau memanjakan mata. Tidak heran jika banyak digunakan sebagai tempat arisan atau ulang tahun.

* tabloidbintang

Kedai Kopi - Sinou Kaffee Hausen


BERADA di Sinou Kaffee Hausen, kedai kopi yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, serasa di Eropa tahun 1960-an. Selain interior unik, Anda juga bisa menikmati kopi dan hidangan lezat a la barat.

Sinou Kaffee Hausen lahir dari obsesi sang pemilik, Mita Abidin, untuk membawa konsep industrial Parisian warehouse ke Jakarta.

Terinspirasi warehouse, tak perlu bingung melihat interior resto dua lantai ini. Blueprint yang terdapat di dinding, tembok berlubang dan langit-langit yang tidak dicat.

“Sinou sengaja mengusung konsep undone,” jelas pria yang biasa disapa Reza.

“Bangku di sini tidak ada yang sama. Kecuali seat kayu, meski model sama, warna berbeda-beda,” lanjutnya.

Pemilihan nama Sinou Kaffee Hausen perpaduan Jawa-Jerman. “Istri saya biasa dipanggil Sinok, yang dalam bahasa Jawa berarti anak perempuan kesayangan. Agar tidak disangka restoran masakan Jawa, kami ubah jadi Sinou,” beber Reza.

“Sedang Kaffee Hausen, dalam bahasa Jerman artinya rumah kopi. Sesuai dengan Sinou, yang menyediakan kopi dengan tempat bersuasana homy,” ungkap Reza antusias.

Sinou menyuguhkan hidangan Eropa pilihan. Ada pancake, sandwich, salad, oxtail dan aneka pasta. Penyuka waffle wajib mencoba Heaven Choco. Waffle tebal, dengan paduan saus dark chocolate yang kuat dan es krim coklat yang manis, terasa sungguh menggoda.

Belum cukup? Mushroom Beef Pate akan memuaskan perut Anda. Sandwich dengan daging sapi tebal, melted-egg dan kentang goreng dijamin bikin kenyang. Gurihnya daging sapi impor Australia, terasa lembut saat beradu di dalam mulut.

Berbagai kopi lokal hasil roasted sendiri bisa didapat di sini. Menu andalan favorit pengunjung, Ice Green Tea Cappuccinno. Pertama mereguk, harumnya teh hijau terasa begitu menyegarkan. Perlahan, berganti aroma kuat cappuccino yang mantap. Jangan sampai terlewatkan. Penyuka minuman manis, boleh menjajal Ice Oreo Choco Caramel.

Meski baru dibuka, sejumlah selebriti pernah menyambangi resto berkapasitas hingga 200 orang ini. Di antaranya, Ridho Slank, Stenny Agustaf dan Angga Maliq D’ Essentials.

Sinou juga dilengkapi function hall dan meeting room. Function hall-nya unik. Dilihat sekilas, seperti lukisan dinding. Padahal, dinding itu bisa dibuka dan menjadi pintu masuk ke function hall yang biasa digunakan untuk merayakan ulang tahun atau gathering.

Jika tak ada halangan, dalam waktu dekat Sinou akan menyajikan hiburan live music. Band akustik akan menghibur pengunjung setiap malam.


* tabloidbintang
Lihat juga : table8, burger, tamani